BRAND ACTIVATION, STRATEGI KOMUNIKASI PADA LEMBAGA SURVEI POLITIK DI PUTARAN PERTAMA PILKADA DKI JAKARTA 2017

Diah Ayu Candraningrum
| Abstract views: 534 | views: 474

Abstract

Paska era reformasi 1998 di Indonesia, lembaga survei politik menjamur. Ajang pemilihan kepala daerah dan presiden menjadi arena pembuktian eksistensi mereka. Jumlahnya pun semakin bertambah setiap tahun. Mereka seakan berebut menjadi yang pertama, yang mampu memprediksi pemenang pilkada dan pilpres, sebelum Komisi Pemilihan Umum merilis pengumuman resminya. Untuk menghasilkan prediksi yang mendekati presisi atas kemenangan pasangan calon pemimpin, tidak mudah caranya. Prosedur kerja lembaga survei sangat ketat dan detil. Perputaran uang yang beredar dalam setiap kegiatan itu pun tak sedikit. Mereka juga melakukan pendekatan strategi komunikasi pemasaran politik kepada khalayak. Dengan landasan brand activation, yang merupakan pendekatan baru dalam aktivitas komunikasi pemasaran politik, penulis mengajak masyarakat untuk memahami merek lembaga survei politik secara lebih baik. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif lewat studi kasus Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilkada) DKI Jakarta 2017, penulis mendapatkan gambaran bahwa pemenang perang hasil hitung cepat atau quick count, adalah lembaga yang pemimpin atau penelitinya dianggap kredibel dan independen, sebagai penajmin mutu. Penulis berupaya supaya tulisan ini bisa menjadi kajian yang menarik bagi pendidikan berpolitik di Indonesia.

Kata kunci: Lembaga survei politik, Pilkada, Quick count, Brand activation, Brand trust

Keywords

Lembaga survei politik; Pilkada; Quick count; Brand activation; Brand trust

Full Text:

PDF

References

Ballister, Degalgo Elena (2003). Development and Validation of a Brand Trust Scale. International Journal of Market Research.

(http://citeseerx.ist.psu.edu/viewdoc/download?doi=10.1.1.201.5789&rep=rep1&type=pdf), diakses pada 25 Februari 2017

Creswell, John. W (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative and Mixed Methods Approaches 4th Edition. California: Sage Publications Inc.

Keller, Kevin Lane, (2013). Strategic Brand Management. Building, Measuring and Managing Brand Equity. Fourth Edition. Essex: Pearson.

Kotler, Philip and Keller, Kevin Lane (2012). Marketing Management. Fourteenth Edition. New Jersey: Prentice Hall.

Lau, Geok Theng; Sook Han Lee (1999). Consumer’s Trust in a Brand and the Link to Brand Loyalty. Journal of Market-Focused Management; December 1999; 4,4; ABI/INFORM; pg 341 (http://cmaps.cmappers.net/rid=1K0GXW9DN-24VWNVBMQJ/Lau%26Lee%20(1999).pdf), diakses pada 26 Februari 2017

Pribadi, Muhammad Adi, MIB, MComm, (2013). “Strategi Penggunaan Facebook Sebagai Alat Komunikasi Pemasaran Hotel”. Konferensi Nasional Ilmu Komunikasi, Bali, 16 April 2013, 401.

Romarheim, Anders G (2005). Definitions of Political Strategies Communication; no. 689, 2005. Norwegian Institute of International Affair (https://www.files.ethz.ch/isn/27824/689.pdf), diakses pada 12 Maret 2017

Saeed, Rashid; Zameer, Hashim; Tufail, Sajid; Ahmad, Iftikhar (2015). Brand Activation: A Theoretical Perspective. Journal of Marketing and Consumer Research. ISSN 2422-8451 Vol. 13, 2015

(http://www.iiste.org/Journals/index.php/JMCR/article/viewFile/24494/25069), diakses pada 25 Februari 2017

Tamburian, H.H Daniel, S.Sos, M.Si, (2013). “Aktivitas Marketing Komunikasi Hotel Amaris Dalam Memenangkan Persaingan di Segmen Hotel Budget”. Konferensi Nasional Ilmu Komunikasi, Bali, 16 April 2013, 393.

Widyastuti, Dhyah Ayu Retno, (2013). “Brand Activation, Pergeseran Pendekatan Strategi Komunikasi Pemasaran. Studi pada GMF AeroAsia dalam Membangun Kepercayaan Merek”. Konferensi Nasional Ilmu Komunikasi, Bali, 16 April 2013, 409.

Copyright (c) 2017 Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis

Refbacks

  • There are currently no refbacks.