Indonesia
Isi Artikel Utama
Abstrak
Polusi udara merupakan krisis kesehatan global, dengan PM2.5 sebagai polutan paling berbahaya yang berkontribusi pada 8,1 juta kematian pada tahun 2021. Di Indonesia, yang merupakan salah satu negara dengan polusi PM2.5 tertinggi, masih terdapat kesenjangan antara ketersediaan data kualitas udara dan manfaatnya bagi masyarakat. Alat pemantau yang ada seringkali hanya menyajikan data saat itu, bukan prediksi yang dibutuhkan untuk tindakan preventif. Penelitian ini bertujuan untuk merancang antarmuka aplikasi prediksi PM2.5 yang dapat diterima dan mudah digunakan oleh masyarakat umum. Metode perancangan yang digunakan adalah software development life cycle dengan model waterfall. Proses desain awal dilakukan menggunakan Figma, sedangkan implementasi antarmuka dikembangkan menggunakan framework Streamlit dengan bahasa pemrograman Python. Hasil realisasi mengubah desain awal yang terdiri dari empat halaman (dashboard, information, evaluation, about) menjadi tiga halaman fungsional: prediksi, validasi, dan tentang. Pengujian dilakukan menggunakan metode black box testing dan menghasilkan luaran sesuai ekspektasi yang diinginkan. Antarmuka yang dihasilkan ini dirancang untuk menyajikan data prediksi yang kompleks dalam format yang mudah dipahami, guna membantu meningkatkan kesadaran publik akan bahaya PM2.5.
##plugins.themes.bootstrap3.displayStats.downloads##
Rincian Artikel
Bagian

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Jurnal Komunikasi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Cara Mengutip
Referensi
[1] H. E. Institute, “State of global air 2024,” Health Effects Institute, Boston, MA, 2024, [Diakses 28 September 2025]. [Daring]. https://www.stateofglobalair.org/resources/report/state-global-air-report-2024
[2] IQAir, “2024 world air quality report,” IQAir, 2025, [Diakses 29 September 2025]. [Daring]. https://www.iqair.com/world-air-quality-report
[3] W. H. Organization, “Who global air quality guidelines: particulate matter (pm2.5 and pm10), ozone, nitrogen dioxide, sulfur dioxide and carbon monoxide,” World Health Organization, 2021, [Diakses 29 September 2025]. [Daring]. https://www.who.int/publications/i/item/9789240034228
[4] J. Kezia Halim, D. Erny Herwindiati, dan J. Hendryli, “Penerapan gated recurrent unit untuk prediksi zat pencemar udara,” JIKSI: Jurnal Ilmu Komputer dan Sistem Informasi, 2022.
[5] M. Ratchagit, “An improved weight optimization of hybrid machine learning models for forecasting daily pm2.5 concentration,” Contemporary Mathematics, 2024.
[6] T. Handhayani, “An integrated analysis of air pollution and meteorological conditions in jakarta,” Scientific Reports, 2023.
[7] J. Ingeno, Software Architect’s Handbook: Become a successful software architect by implementing effective architecture concepts. Packt Publishing Ltd., 2018.
[8] Seidl, M., Scholz, M., Huemer, C., dan Kappel, G. UML @ Classroom. Springer, 2015.
[9] P. C. Jorgensen, Software Testing: A Craftsman’s Approach. CRC Press, 2016.