Analisis Instagram Selebritis Terhadap Gaya Hidup Hedonis (Studi Kasus Akun Instagram @Awkarin Saat Liburan Di Era Pandemi Covid-19)

Ariesca Tansia, Yugih Setyanto, Doddy Salman
| Abstract views: 106 | views: 70

Abstract

In this modern era, the internet has become a necessity to access information and various social media. One of social media with the biggest users in Indonesia is Instagram. Instagram can be considered to have become a social media used to showcase a hedonic lifestyle. Hedonist lifestyle of controversial celebrity named Awkarin is still clearly visible even during the Covid-19 pandemic. In June and July 2021, Awkarin continues to travel with fairly rapid mobility from one city to another in his luxurious style in the midst of the pandemic. The purpose of this study was to determine the role of social media Instagram account @Awkarin in representing the hedonic lifestyle. The theory used is the hedonic lifestyle theory and the semiotic theory. The research method used is descriptive qualitative with Fiske's semiotic analysis. Using the technique of observation, documentation, and literature study. The results of this study show that the activities Awkarin did during the holidays in Covid-19 pandemic represented hedonism. Awkarin shows a lot of luxurious life, always having fun, pursuing worldly pleasures, and owning prestigious branded goods which are a reflection of hedonistic behavior. This is the identity of Awkarin, who is known as one of Jakarta's young celebrities.

 

Pada era yang modern ini internet menjadi kebutuhan untuk mengakses informasi maupun beragam media sosial. Salah satu media sosial dengan pengguna terbanyak di Indonesia adalah Instagram. Instagram dapat dikatakan sudah menjadi media sosial yang digunakan untuk memamerkan sebuah gaya hidup hedonis. Gaya hidup hedonis selebritis kotroversial yaitu Awkarin masih terlihat jelas walapun berada di masa pandemi Covid-19. Pada Juni dan Juli 2021 Awkarin tetap melakukan liburan dengan mobilitas yang cukup pesat dari satu kota ke kota lainnya dengan gayanya yang mewah di tengah pandemi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peran media sosial Instagram akun @Awkarin dalam merepresentasikan gaya hidup hedonis. Teori yang digunakan adalah teori gaya hidup hedonis dan teori semiotika. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dengan analisis semiotika Fiske. Menggunakan teknik observasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan kegiatan yang Awkarin lakukan selama liburan di masa pandemi Covid-19 merepresentasikan hedonisme. Awkarin banyak memperlihatkan kehidupan mewah, selalu bersenang-senang, mengejar kenikmatan duniawi, dan memiliki barang bermerk prestisius yang merupakan cerminan perilaku hedonisme. Ini lah yang menjadi identitas Awkarin yang dikenal sebagai salah satu selebritis muda Jakarta.

Keywords

Lifestyle; Hedonism; Instagram; Awkarin; Gaya Hidup; Hedonisme

Full Text:

PDF

References

Aw Karin dan Budaya Populer Remaja Indonesia – Communication. (n.d.). Retrieved January 17, 2022, from https://communication.binus.ac.id/2019/01/26/aw-karin-dan-budaya-populer-remaja-indonesia/

Balenciaga - Women’s Designer Shoes & Clothing - Farfetch. (n.d.). Retrieved January 17, 2022, from https://www.farfetch.com/id/shopping/women/balenciaga/items.aspx?view=90&rootCategory=Women&utm_medium=cpc&category=135971

Creswell, John W. (1998). Qualitative Inquiry And Research Design: Choosing Among Five Traditions. London: SAGE Publications.

Creswell, John W. (2008). Educational Research, planning, conduting, and evaluating qualitative dan quantitative approaches. London: Sage Publictions.

Engel, Well., & Tiger. (1993). Aspek-aspek gaya hidup hedonis. Jakarta : Erlangga.

Fiske, John. ( 2011). Cultural and Communication Studies. Yogyakarta : Jalasutra.

Freud, Sigmund. (2020). Narsisme. Yogyakarta : Circa

Fiske, John. (2004). Cultural and Communication Studies. Yogyakarta: Jalasutra. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Gem, Collins. (1993). Kamus Saku Biologi. Jakarta: PT Erlangga

HEADLINE: Puncak Kasus Covid-19 di Indonesia Diperkirakan Juli 2021, Antisipasinya? - News Liputan6.com. (n.d.). Retrieved January 17, 2022, from https://www.liputan6.com/news/read/4589750/headline-puncak-kasus-covid-19-di-indonesia-diperkirakan-juli-2021-antisipasinya

hot liputan6.com menyajikan berita viral terkini dan terbaru. (n.d.). Retrieved January 17, 2022, from https://hot.liputan6.com/

Ibrahim, Idi Subandy. (1997) Ecstasy Gaya Hidup: Kebudayaan Pop dalam Masyarakat Komoditas Indonesia. Bandung: Mizan Pustaka.

Jumlah Pengguna Instagram dan Facebook Indonesia Terbesar ke-4 di

Dunia - Tekno Liputan6.com. (n.d.). Retrieved January 17, 2022, from https://www.liputan6.com/tekno/read/3998624/jumlah-pengguna-instagram-dan-facebook-indonesia-terbesar-ke-4-di-dunia

Kusuma, Oktavia, Suzy Azeharie. (2014). Analisis Penggunaan Twitter Sebagai Media Komunikasi Selebritis Di Jakarta. Jurnal Komunikasi, 6(2), 83–98. https://journal.untar.ac.id/index.php/komunikasi/article/view/35/17

Kotler, Phillip, K. L. K. (2012). Marketing Management. In Essentials of Management for Healthcare Professionals, (14th ed.). Pearson Education, Inc.

Liputan6.com. (2021). HEADLINE: Puncak Kasus Covid-19 di Indonesia Diperkirakan Juli 2021, Antisipasinya? Liputan 6. https://www.liputan6.com/news/read/4589750/headline-puncak-kasus-covid-19-di-indonesia-diperkirakan-juli-2021-antisipasinya

Liputan6.com. (2021). Jumlah Pengguna Instagram dan Facebook Indonesia

Moleong Lexy J. (2001). Metodologi Penelitian Kualitatif. PT Remaja Rosda Karya: Bandung

Miles, M.B & Huberman A.M. (1984), Analisis Data Kualitatif. Terjemahan oleh Tjetjep Rohendi Rohidi. (1992). Jakarta : Penerbit Universitas Indonesia.

Smartwatch Garmin Awkarin Berharga 22 Juta. (n.d.). Retrieved January 17, 2022, from https://www.kanal247.com/media/konten/0000076613/5.html

Vera, N.( 2014). Semiotika dalam Riset Komunikasi. Bogor: Ghalia Indonesia.

Copyright (c) 2022 Kiwari
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.