ANALISIS TATA RUANG DAN ZONASI PADA SALON KECANTIKAN D'LOOK UNTUK OPTIMALISASI LAYANAN
Main Article Content
Abstract
The retail and commercial industry, including beauty salons, requires interior design that prioritizes comfort, brand identity, and customer experience. Beauty salons function not only as places for treatments but also as social and aesthetic spaces that accommodate various activities through efficient zoning and spatial layout. Therefore, analyzing the spatial arrangement and zoning of the D’LOOK beauty salon is crucial for optimizing its services. Interior design that considers functionality, aesthetics, and comfort will support the salon’s success in facing increasingly competitive industry challenges and meeting the expectations of modern customers. This study analyzes the implementation of spatial layout and interior zoning at D’LOOK beauty salon using a qualitative descriptive method through literature review and analysis of interior design documents. The results indicate that D’LOOK optimizes limited space by efficiently providing a reception area, nail care area, manicure and pedicure area, and eyebrow embroidery treatment area. Parallel zoning facilitates smooth circulation for both staff and visitors, enhancing service comfort. However, the limitation of having only one nail care station causes queues and potential customer dissatisfaction. Additionally, the placement of the manicure-pedicure area adjacent to the pantry door disrupts the comfort of staff and visitors. This study highlights the importance of reevaluating layout and zoning to improve overall efficiency and comfort. Interior design that integrates functionality, aesthetics, and ergonomics can enhance the salon’s image and provide a positive customer experience amid increasingly fierce industry competition.
Industri retail dan komersial, termasuk salon kecantikan, membutuhkan perancangan interior yang memperhatikan kenyamanan, identitas merek, dan pengalaman pelanggan. Salon kecantikan tidak hanya berfungsi sebagai tempat perawatan, tetapi juga sebagai ruang sosial dan estetika dengan berbagai aktivitas yang harus diakomodasi melalui zonasi dan tata letak ruang yang efisien. Dengan demikian, analisis tata ruang dan zonasi pada salon kecantikan D’LOOK menjadi sangat penting untuk optimalisasi layanan. Penataan interior yang memperhatikan aspek fungsi, estetika, dan kenyamanan akan mendukung keberhasilan salon dalam menghadapi persaingan industri yang semakin ketat dan memenuhi harapan pelanggan masa kini. Penelitian ini menganalisis penerapan tata ruang dan zonasi interior pada salon kecantikan D’LOOK dengan metode deskriptif kualitatif melalui studi pustaka dan analisis dokumen desain interior. Hasil menunjukkan bahwa D’LOOK mengoptimalkan ruang terbatas dengan menyediakan ruang resepsionis, area perawatan kuku, area manicure dan pedicure, dan area perawatan sulam alis secara efisien. Zonasi sejajar memudahkan sirkulasi staf dan pengunjung serta mendukung kenyamanan pelayanan. Namun, keterbatasan area perawatan kuku yang hanya satu unit menyebabkan antrian dan potensi ketidakpuasan pelanggan. Selain itu, penempatan area manicure-pedicure yang berdekatan dengan pintu pantry mengganggu kenyamanan staf dan pengunjung. Studi ini menegaskan pentingnya evaluasi ulang tata letak dan zonasi untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan secara menyeluruh. Perancangan interior yang memperhatikan fungsi, estetika, dan ergonomi dapat meningkatkan citra salon serta pengalaman positif pelanggan dalam menghadapi persaingan industri yang semakin ketat.
Article Details
References
Alberta, N. (2023). Perancangan Interior Salon dengan Gaya Modern Chic. PATRA, 5(2).
Asmara, E. G. (2021). Desain interior klinik kecantikan Jl. House Beauty di Tangerang,Banten.
Catherine, A., Supriyatna, E., & Florencia, M. (2022). Penerapan Bentuk Geometris Pada Perancangan Interior Lounge & Bar Manhattan Hotel Jakarta. VISUAL, 16(2). https://doi.org/10.24912/jurnal.v16i2.17306
Fitriyah, S. (2020). Perancangan Interior Salon dan Spa The Force.
Fivanda, & Vanessa. (2024). Penerapan Konsep Bar dan Playful pada Perancangan Desain Booth “Tipsy Cream” di Serpong. Jurnal Visual, 19(2), 1–9.
Gunawan, A., Padmanaba, C. G., & Mulyono, G. (2015). Perancangan Interior Graha Shinjuku Salon di Surabaya. INTRA, 3(2).
Heizer, J., Render, B., & Munson, C. (2020). Operations Management : Sustainability and Supply Chain Management (Twelfth). Pearson.
Noorwatha, I. K. D., & Yupardhi, T. H. (2018). Retail Design: Buku Ajar Desain Interior Retail. Cakra Media Utama.
Pratiwi, S. J. P. (2018). Desain Interior Wardah Beauty House Surabaya dengan Konsep Modern Green Building “Earth Love Life.”
Sanora, C., Widagdo, H., & Si, S. T. M. (2023). Analisis Loyalitas Pelanggan Pada Bliss Salon Palembang 2022-2023.
Silvia, D. (2017). Pengaruh Suasana Alam Terhadap Kenyaman Pengguna di Pusat Kecantikan Bandung. E-Proceeding of Art & Design, 4(3), 1449.
Suryani, S., & Septiani, R. R. (2022). Analisis Efektifitas Tata letak (Layout) Pada Starbucks Coffee Mall SKA Pekanbaru.
Tessalonika, D. N., Syahnas Paradita, D., & Hasana, H. T. H. (2025). Perancangan Interior Belleza Aesthetic Dengan Konsep Modern Natural. JATIF, 4(1), 7–21.