OPTIMALISASI PENGGUNAAN RUANG TERBATAS DENGAN STRATEGI DESAIN YANG EFISIEN DAN FUNGSIONAL

Main Article Content

Marvellyn Della Irawan
Mariana

Abstract

Jakarta is a dense city with high activity, so many people need a place to relax to relieve stress and fatigue. Spa and massage are one of the popular solutions because they can provide physical and mental peace. ZEN Family Spa & Reflexology is here as a pioneer of family massage services that promote a healthy lifestyle since 2009. Although it has many branches in various cities, ZEN still has challenges in terms of interior design, especially in small practice rooms. Narrow spaces require special attention in choosing furniture so as not to interfere with the comfort of visitors and workers. The comfort of the space is highly dependent on interior design that pays attention to movement circulation and the use of appropriate design elements. The use of multifunctional furniture is a solution because it can save space while increasing functionality. In addition, efficiency and ergonomics also need to be applied so that small spaces still feel spacious and support activities optimally. This study focuses on how to design furniture that is suitable for limited spaces in ZEN so that it remains functional and comfortable. The method used is descriptive qualitative because it is able to describe design conditions in depth through observation and interpretation. Data were obtained from various literature, visual documentation, and analysis of interior design of practice rooms at ZEN. The analysis was conducted using a case study approach, with the aim of understanding the context and problems as a whole in a certain scope. This case study provides an overview of the importance of adaptive design strategies to space limitations. With good interior design, ZEN can improve service quality and customer satisfaction. The results of the study are expected to be a reference in optimizing limited space in other spa and massage services.


Jakarta merupakan kota yang padat dengan aktivitas tinggi, sehingga banyak masyarakat membutuhkan tempat relaksasi untuk meredakan stres dan kelelahan. Spa dan pijat menjadi salah satu solusi populer karena mampu memberikan ketenangan fisik maupun mental. ZEN Family Spa & Reflexology hadir sebagai pelopor layanan pijat keluarga yang mengusung gaya hidup sehat sejak tahun 2009. Meskipun telah memiliki banyak cabang di berbagai kota, ZEN masih memiliki tantangan dalam hal desain interior, khususnya pada ruang praktik yang kecil. Ruang yang sempit membutuhkan perhatian khusus dalam pemilihan furnitur agar tidak mengganggu kenyamanan pengunjung dan pekerja. Kenyamanan ruang sangat bergantung pada penataan interior yang memperhatikan sirkulasi gerak dan penggunaan elemen desain yang tepat. Penggunaan furnitur multifungsi menjadi solusi karena dapat menghemat ruang sekaligus meningkatkan fungsionalitas. Selain itu, efisiensi dan ergonomi juga perlu diterapkan agar ruang yang kecil tetap terasa lega dan mendukung aktivitas secara optimal. Penelitian ini difokuskan pada bagaimana merancang furnitur yang sesuai untuk ruang terbatas di ZEN agar tetap fungsional dan nyaman. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif karena mampu menggambarkan kondisi desain secara mendalam melalui observasi dan interpretasi. Data diperoleh dari berbagai literatur, dokumentasi visual, serta analisis desain interior ruang praktik di ZEN. Analisis dilakukan dengan pendekatan studi kasus, dengan tujuan untuk memahami konteks dan permasalahan secara menyeluruh dalam ruang lingkup tertentu. Studi kasus ini memberikan gambaran tentang pentingnya strategi desain yang adaptif terhadap keterbatasan ruang. Dengan perancangan interior yang baik, ZEN dapat meningkatkan kualitas layanan dan kepuasan pelanggan. Hasil dari penelitian diharapkan dapat menjadi acuan dalam optimalisasi ruang terbatas di layanan spa dan pijat lainnya.

Article Details

Section
Artikel

References

Creswell, J. D., & Creswell, J. W. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). (J. D. Creswell, Ed.) SAGE Publications.

Efendy, I. (2019). Analisa faktor kenyamanan fisik interior terhadap pola kerja karyawan di kantor PT. XYZ. Jurnal Sains dan Riset Rancang, 6(2), 45–53.

Ega. (2011, Oktober 16). Spa dan pijat dalam sejarah pengobatan. Suara Merdeka. http://www.suaramerdeka.com

Handoyo, S. (2008). Manfaat pijat relaksasi bagi kesehatan tubuh.

Indonesia, B. P. (2025, May 16). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Retrieved from Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).: https://kbbi.kemdikbud.go.id

Panero, J., & Zelnik, M. (1979). Human dimensions and interior space: A source book of design reference standards. Whitney Library of Design.

Panero, J., & Zelnik, M. (2003). Dimensi manusia dan ruang interior.

Reflexology., Z. F. (2025, May 17). Zen Family Spa & Reflexology. Retrieved from https://www.zenfamilyspa.com/#/

Satwiko, P. (2009). Fisika bangunan. C.V.