PENERAPAN ESTETIKA JAPANDI DALAM DAPUR KONTEMPORER: STUDI KASUS PENGGUNAAN WARNA NATURAL DAN MATERIAL KAYU

Main Article Content

Justin Owen Benedict
Anastasia Cinthya Gani

Abstract

The Japandi aesthetic is a harmonious combination of two renowned design styles—Japanese and Scandinavian—both of which share a deep philosophy of simplicity, functionality, and connection with nature. In interior design, Japandi offers an approach that blends the Zen-like tranquility of Japanese design with the functional comfort characteristic of Scandinavian style. This study aims to explore in depth the application of the Japandi aesthetic in contemporary kitchen design, with a special emphasis on the selection of natural colors and the use of wood materials as primary elements. A qualitative approach was employed, using case analysis of kitchen projects that have integrated Japandi principles both visually and functionally. The findings indicate that the use of neutral color palettes such as white, cream, and soft gray, combined with the warm texture of natural wood, can create a clean, calm, and visually pleasing kitchen atmosphere. A simple and organized layout, along with optimal natural lighting, further enhances the sense of spaciousness and efficiency within the kitchen area. The Japandi aesthetic focuses not only on visual beauty but also emphasizes user comfort and emotional balance. In this way, it offers a significant contribution to designing an ideal kitchen while enhancing the quality of daily life.


 


Estetika Japandi adalah kombinasi yang harmonis antara dua gaya desain terkenal, yaitu desain Jepang dan Skandinavia, yang keduanya memiliki filosofi yang dalam tentang kesederhanaan, fungsi, dan koneksi dengan alam. Dalam desain interior, Japandi memberikan pendekatan yang mengkombinasikan kedamaian Zen dari Jepang dengan kenyamanan fungsional yang menjadi ciri khas Skandinavia. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam penerapan estetika Japandi dalam desain dapur kontemporer, dengan penekanan khusus pada pemilihan warna alami dan penggunaan material kayu sebagai elemen utama. Studi ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan melakukan analisis kasus pada proyek dapur yang telah menggabungkan prinsip Japandi, baik secara visual maupun fungsional. Hasil analisis mengindikasikan bahwa pemakaian palet warna netral seperti putih, krem, dan abu-abu pucat, yang dikombinasikan dengan tekstur kayu alami yang hangat, dapat menghasilkan suasana dapur yang bersih, tenang, dan nyaman secara visual. Tata letak yang simpel dan teratur serta sinar alami yang optimal juga menambah kesan luas dan efisien di area dapur. Estetika Japandi tidak hanya fokus pada keindahan visual, tetapi juga menekankan kenyamanan serta keseimbangan emosional bagi penggunanya. Dengan cara ini, estetika ini dapat memberikan sumbangan signifikan dalam merancang dapur yang sempurna dan meningkatkan kualitas hidup sehari-hari.

Article Details

Section
Artikel

References

Attiah, M. (2019). Smart Kitchens: The Future of Contemporary Kitchen Design. International Journal of Design & Innovation, 10(2), 45-60.

Destin, C., Anastasia, C., G., Andrey, C.,E. (2024, Juni 24). Penerapan Konsep Minimalis pada Desain Interior Ruang Dhammasala Vihara Guna Dharma. JURNAL VISUAL, 19(2). 18-19. https://doi.org/10.24912/vis.v19i2.30798

Du, Y., & Kim, H. (2021). Cultural Hybridity in Interior Design: The Rise of Japandi Aesthetic in Modern Spaces. Journal of Interior Design Studies, 36(2), 112–125.

Hartman, T., Wollman, L., Perrin, S., & Holland, S. (1998). The color code. Simon & Schuster Audio.

Kaplan, R. (1985). he Analysis of Contemporary Kitchen Design: Functionality and Aesthetics. Journal of Environmental Psychology, 5(3), 203.

Larsen, T. &. (2020). Japandi: A Hybrid Aesthetic in Modern Interior Design. Journal of Asian Design, 14(1), 1-18.

Nakamura, S. (2018). Wabi-Sabi and Scandinavian Functionality: A New Trend in Sustainable Design. Sustainability, 10(5), 1567.

Nindita, E. D. (2023, June 30). REVIEW BUKU “THE COLOR REVOLUTION”. EVOLUSI WARNA: PERGESERAN NILAI BUDAYA DAN EKONOMI SERTA PENGARUHNYA PADA DESAIN DAN ESTETIKA. JURNAL VISUAL, 18(2). 102-103 https://doi.org/10.24912/vis.v18i2.23250

RC, B., & SJ, T. (2007). Introduction to qualitative research methods: A guidebook and resource. New York: John Wiley & Sons. https://download.e-bookshelf.de/download/0003/8860/84/L-G-0003886084-0007975607.pdf

Sugiyono, D. (2008). Metode penelitian kuatintatif , kualitatif dan R & D / Sugiyono. In Bandung: Alfabeta.

https://www.mendeley.com/catalogue/696a3f25-a029-3d6b-bc8d-64c8665030a7

Ulrich, R. S. (1991). Effects of Interior Design on Wellness: Theory and Recent Scientific Research. Journal of Healthcare Design, 3, 97-109.

Overhill, H. (2014). Apple Pie Proxemics: Edward T. Hall in the Kitchen Work Triangle. Design Issues, 30(2). https://doi.org/10.1162/DESI_a_00263

https://septanabp.wordpress.com/tag/kitchen-work-triangle/

https://blanco-indonesia.com/inspirasi-dapur-modern-bergaya-japandi-di-yogyakarta-lavt-furniture/

https://www.researchgate.net/publication/13173950_Effects_of_interior_design_on_wellness_Theory_and_recent_scientific_research