GAMBARAN MOTIVASI BELAJAR PADA WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN KELAS IIA SALEMBA
Main Article Content
Abstract
The purpose of this study is to describe the factors influencing the learning motivation of Correctional Inmates (WBP) at Class IIA Salemba Prison, as well as to illustrate their involvement in the equivalency education program. The issue of suboptimal learning participation serves as the main background. A qualitative approach with a case study method was used to explore the development of learning motivation through in-depth interviews, participatory observation, and documentation. The data were analyzed thematically. The results show that the learning motivation of inmates varies and is influenced by a combination of internal factors such as self-confidence and previous learning experiences, as well as external factors such as social support, emotional conditions, and the learning environment in the prison. Some inmates demonstrated learning motivation driven by personal awareness, while others were involved due to external influences, such as peer encouragement or the desire to fill time. These findings highlight the importance of addressing emotional, social, and relevant learning aspects to meaningfully support inmate engagement in equivalency education. This study recommends strengthening psychosocial support and developing participatory learning methods as efforts to enhance inmate involvement in the learning process.
Tujuan studi ini guna mendeskripsikan faktor-faktor yang memengaruhi motivasi belajar Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas IIA Salemba, serta menggambarkan keterlibatan mereka dalam program pendidikan kesetaraan. Permasalahan partisipasi belajar yang belum optimal menjadi latar belakang utama. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus diterapkan guna mengetahui perkembangan motivasi belajar melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta dokumentasi. Data dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan bahwa motivasi belajar pada WBP beragam dan dipengaruhi oleh kombinasi faktor internal seperti rasa percaya diri, pengalaman belajar sebelumnya, serta faktor eksternal seperti dukungan sosial, kondisi emosional, serta lingkungan belajar di lapas. Beberapa WBP menunjukkan dorongan belajar karena kesadaran pribadi, sementara yang lain terlibat karena pengaruh dari luar, seperti ajakan teman atau kegiatan pengisi waktu. Temuan ini menunjukkan pentingnya memperhatikan aspek emosional, sosial, dan pembelajaran yang relevan untuk mendukung keterlibatan WBP secara lebih bermakna dalam pendidikan kesetaraan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan dukungan psikososial dan pengembangan metode pembelajaran yang partisipatif sebagai upaya untuk meningkatkan keterlibatan WBP dalam proses belajar.
Article Details
References
Asry, W. (2024). Motivation to learn. Journal of Innovation Research and Knowledge, 4(6), 3679–3694. https://www.bajangjournal.com/index.php/JIRK/article/view/8880
Azka, M. A., & Hamzah, I. (2024). Pembinaan kemandirian sebagai sarana peningkatan efikasi diri narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Sidoarjo. Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling, 6(3), 81–90.
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101.
Creswell, J. W. (2013). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches. Sage Publications.
Cronin-Golomb, L. M., & Bauer, P. J. (2023). Self-motivated and directed learning across the lifespan. Acta Psychologica, 232, 103816. https://doi.org/10.1016/j.actpsy.2022.103816
Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (Eds.). (2018). The SAGE handbook of qualitative research (5th ed.). SAGE.
Djarwo, C. F. (2020). Analisis faktor internal dan eksternal terhadap motivasi belajar kimia siswa SMA Kota Jayapura. Jurnal Ilmiah IKIP Mataram, 7(1), 1–7. https://e-journal.undikma.ac.id/index.php/jiim/article/download/2790/1969
Hapni, E. (2023). Dampak psikologis warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bukittinggi. Jurnal Bimbingan dan Konseling, 8(1), 16–24.
Idwin, D. H., Nurrohmi, & Hidayat, R. S. (2024). Motivasi warga binaan pemasyarakatan untuk mengikuti bimbingan kerja di Lapas Kelas II A Yogyakarta. Politeknik Kesejahteraan Sosial.
Igang, & Prasetyo, F. W. (2024). Motivasi belajar dan efikasi diri akademik pada mahasiswa S1 Psikologi angkatan 2020 Universitas Kristen Satya Wacana dengan IPK minimal 3,00. Universitas Kristen Satya Wacana.
Miranti, H. R., Tanuatmodjo, H., & Kurniawan, A. (2023). Analisis faktor yang mempengaruhi motivasi belajar dalam pembelajaran jarak jauh selama pandemi pada mahasiswa FPEB. Journal of Finance, Entrepreneurship, and Accounting Education Research, 2(3), 284–292.
Moleong, L. J. (2019). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.
Mufti, E. A., & Riyanto, O. S. (2023). Peran lembaga pemasyarakatan dalam upaya rehabilitasi narapidana untuk mengurangi tingkat residivis. AL-MANHAJ: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam, 5(2), 2426–2438. https://doi.org/10.37680/almanhaj.v5i2.4026
Nabila, S., & Mujazi, M. (2023). Pengaruh kepercayaan diri terhadap motivasi belajar siswa di sekolah dasar. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 6(4), 1927–1934. https://doi.org/10.31004/jrpp.v6i4.20534
Nugrahani, F. (2008). Metode penelitian kualitatif. Jurnal Universitas Sanata Dharma, 1(1). http://ejournal.usd.ac.id/index.php
Patton, M. Q. (2002). Qualitative research and evaluation methods (3rd ed.). Sage Publications.
Pusparini, K. D. C., Suma, K., & Suswandi, I. (2020). Hubungan motivasi intrinsik, persepsi siswa, dan prestasi belajar fisika siswa kelas X MIPA SMA. Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha, 10(1), 12. https://doi.org/10.23887/jjpf.v10i1.26719
Ridwan, Citrawan, A. L., Jaya, B. P. M., Ahdad, A., Hernata, I. G., & Muyassaroh. (2021). Penerapan prinsip persamaan di depan hukum dalam penanganan perkara tindak pidana korupsi di Pengadilan Negeri Serang. Jurnal Masalah-Masalah Hukum, 51(2), 172–178. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/mmh/article/viewFile/45240/21813
Riyadi, A., Sunaryo, & Nugroho, M. (2021). Motivasi belajar warga binaan dalam program pendidikan kesetaraan di lembaga pemasyarakatan. Jurnal Pemasyarakatan: Indonesian Journal of Correctional Studies, 10(1), 55–64.
Siregar, L. (2020). Motivasi Sebagai Pengubahan Perilaku. Forum Paedagogik, Jurnal IAIN Padangsidimpuan, 11(2), 81–97. https://doi.org/10.24952/paedagogik.v12i2.3156
Soetjiningsih, C. (2024, July 2). Motivasi belajar dan efikasi diri akademik pada mahasiswa S1 Psikologi angkatan 2020 Universitas Kristen Satya Wacana dengan IPK minimal 3,00. https://repository.uksw.edu//handle/123456789/34747
Wardah, S. S. W., Baharuddin, A., Syarifuddin, Seppa, Y. I., & Sadriani, A. (2023). Peningkatan motivasi wirausaha bagi warga binaan pemasyarakatan LAPAS Kelas II B Takalar. JHP2M: Jurnal Hasil-Hasil Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 2(2), 186–191. https://doi.org/10.35880/jhp2m.v2i2.652
Yin, R. K. (2014). Case study research: Design and methods (5th ed.). SAGE Publications.