ANALISIS FUNGSI DAN ESTETIKA PERANCANGAN ULANG TANGGA YANG ERGONOMIS PADA RUMAH TINGGAL DI BEKASI

Main Article Content

Ferdian Saputra Susanto
Adi Ismanto

Abstract

Residential houses are the main space for individuals and families in living their daily lives, so comfort and design quality are important aspects that must be considered. A safe, healthy, and comfortable residential environment has been proven to have a significant influence on the physical and psychological well-being of residents. One of the crucial elements in a multi-storey house is the staircase, which serves as a vertical circulation path. Stairs must be designed with ergonomics, safety, and interior aesthetics in mind so as not to pose a risk of accidents and still support the visual appearance of the house. This study uses a mixed method, which is a combination of qualitative and quantitative approaches. Qualitative data was obtained through literature studies and observations of residential interior design, while quantitative data was collected through measuring staircase dimensions, user comfort questionnaires, and analysis of technical standards as stipulated in the Ministerial Regulation of PUPR No. 14 of 2017 concerning House Technical Standards. In addition, references from the World Health Organization (WHO, 2018) are also used to review the impact of residential design on the health and comfort of residents. The results of the study show that the design of stairs that meets the standards of proportions, pays attention to user comfort, and integrates visual aspects harmoniously, significantly improves the quality of the residence. Therefore, a good and correct staircase design not only fulfills the structural function, but also supports the creation of safe, comfortable, and livable residential houses. Staircase design plays a critical role in ensuring safe and ergonomic vertical circulation within residential interiors. This study focuses on the redesign of an existing staircase in a residential house in Bekasi, where the original riser height exceeded standard ergonomic limits, resulting in discomfort and potential safety hazards for users. The redesign process included adjusting the riser height to 18 cm, increasing the number of steps, modifying tread width and slope angle, and integrating additional safety features such as handrails and anti-slip surfaces. The new design adheres to ergonomic guidelines and national technical standards, while also addressing structural integrity and interior aesthetics. Findings show that the revised staircase significantly improves user comfort, safety, and visual integration with the overall interior environment, underscoring the importance of well-planned stair design in residential architecture.


 


Rumah tinggal merupakan ruang utama bagi individu dan keluarga dalam menjalani kehidupan sehari-hari, sehingga kenyamanan dan kualitas desain menjadi aspek penting yang harus diperhatikan. Lingkungan hunian yang aman, sehat, dan nyaman terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap kesejahteraan fisik maupun psikologis penghuni. Salah satu elemen krusial dalam rumah bertingkat adalah tangga, yang berfungsi sebagai jalur sirkulasi vertikal. Tangga harus dirancang dengan mempertimbangkan faktor ergonomis, keamanan, serta estetika interior agar tidak menimbulkan risiko kecelakaan dan tetap mendukung tampilan visual rumah. Penelitian ini menggunakan metode mixed method, yaitu gabungan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh melalui studi literatur dan observasi desain interior rumah tinggal, sementara data kuantitatif dikumpulkan melalui pengukuran dimensi tangga, kuesioner kenyamanan pengguna, serta analisis terhadap standar teknis seperti yang ditetapkan dalam Permen PUPR No. 14 Tahun 2017 tentang Standar Teknis Rumah. Selain itu, acuan dari World Health Organization (WHO, 2018) turut digunakan untuk meninjau dampak desain hunian terhadap kesehatan dan kenyamanan penghuni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain tangga yang memenuhi standar proporsi, memperhatikan kenyamanan pengguna, serta mengintegrasikan aspek visual secara harmonis, secara signifikan meningkatkan kualitas hunian. Oleh karena itu, desain tangga yang baik dan benar bukan hanya memenuhi fungsi struktural, tetapi juga mendukung terciptanya rumah tinggal yang aman, nyaman, dan layak huni. Desain tangga memiliki peran penting dalam memastikan sirkulasi vertikal yang aman dan ergonomis dalam interior rumah tinggal. Penelitian ini membahas perancangan ulang tangga pada sebuah rumah tinggal di Bekasi, di mana tinggi anak tangga pada kondisi eksisting melebihi batas standar ergonomi, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan dan potensi risiko keselamatan bagi pengguna. Perancangan ulang dilakukan dengan menurunkan tinggi anak tangga menjadi 18 cm, menambah jumlah anak tangga, memperbaiki lebar pijakan dan sudut kemiringan, serta menambahkan elemen keselamatan seperti railing dan permukaan anti-slip. Desain baru mengacu pada prinsip ergonomi dan standar teknis nasional, sekaligus memperhatikan aspek struktural dan estetika interior. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tangga yang telah didesain ulang secara signifikan meningkatkan kenyamanan, keselamatan, dan integrasi visual dalam lingkungan hunian, sehingga menegaskan pentingnya perencanaan tangga yang matang dalam arsitektur rumah tinggal.

Article Details

Section
Artikel

References

Chan, E. (2008). Feng Shui principles in interior design: A study on residential buildings. Journal of Asian Architecture and Building Engineering, 7(2), 375–382.

Ching, F. D. K. (2014). Interior design illustrated (3rd ed.). Wiley.

Ching, F. D. K. (2007). Architecture: Form, space, and order (3rd ed.). Wiley.

Feng Shui Interior Design Guide. (n.d.). Feng shui interior design guide for harmony and balance.

Gowans, A. (1992). The comfortable house: North American suburban architecture, 1890–1930. MIT Press.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia. (2021). Peraturan Menteri PUPR No. 22 Tahun 2021 tentang Bangunan Gedung. Jakarta: Kementerian PUPR.

Kementerian Pekerjaan Umum. (2004). SNI 03-1733-2004: Tata cara perencanaan akses bangunan dan lingkungan untuk penyandang cacat fisik. Badan Standardisasi Nasional.

Kilmer, R., & Kilmer, W. O. (2014). Design process: A practical guide for interior design. Cengage Learning.

Lawson, B. (2001). The language of space. Architectural Press.

Maslow, A. H. (1943). A theory of human motivation. Psychological Review, 50(4), 370–396.

Neufert, E., & Neufert, P. (2002). Architects' data (3rd ed.). Blackwell publishing. (Edisi Bahasa Indonesia: Data Arsitek). Erlangga.

Rapoport, A. (1969). House form and culture. Prentice-Hall.

Soebroto, Y. (2014). Prinsip dasar perancangan arsitektur. Andi.

Turner, J. F. C. (1976). Housing by people: Towards autonomy in building environments. Marion Boyars.

Watson, D., Crosbie, M. J., & Callender, J. H. (2005). Time-saver standards for architectural design data (7th ed.). McGraw-Hill Professional.