PENERAPAN GAYA EKLEKTIK PADA FASAD RESTORAN BOGA-BOGI DI KARANGANYAR, JAWA TENGAH

Main Article Content

Talitha Salsabela
M. Nashir Setiawan

Abstract

Eclectic style in building design has become an increasingly popular approach in recent years, especially in public spaces such as restaurants. This style harmoniously blends elements from two or more different design traditions, offering flexibility in creating unique and contextually relevant visual identities. This study explores the application of eclectic style in the front façade design of Boga-Bogi Restaurant in Karanganyar, Central Java. The façade combines traditional Javanese elements such as gateways, limasan roofs, exposed red bricks, and wayang carvings with modern design elements like concrete materials, geometric patterned ventilation blocks, clean lines, and minimalist wooden doors. A descriptive qualitative method was used, with data gathered through observation, design documentation, and literature review. The findings indicate that the integration of traditional and modern elements effectively creates an aesthetic visual appearance while also reflecting local cultural identity. This design approach not only provides functional and visually appealing results but also carries symbolic meaning. The study is expected to serve as a reference for future design projects adopting an eclectic style, particularly those aiming to highlight local cultural values in a more contemporary and relevant setting.


Gaya eklektik dalam desain bangunan telah menjadi pendekatan yang populer dalam beberapa tahun terakhir, khususnya pada ruang-ruang publik seperti restoran. Gaya ini menggabungkan elemen dari dua atau lebih aliran desain berbeda secara harmonis, memberikan fleksibilitas dalam menciptakan tampilan visual yang unik dan kontekstual. Penelitian ini membahas penerapan gaya eklektik pada desain fasad depan Restoran Boga-Bogi di Karanganyar, Jawa Tengah. Desain fasad restoran ini menggabungkan elemen gaya tradisional Jawa seperti gapura, atap limasan, bata merah ekspos, dan ornamen gunungan wayang dengan elemen gaya modern seperti penggunaan beton, roster geometris, garis-garis tegas, serta pintu kayu minimalis. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi desain, dan studi literatur. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggabungan elemen tradisional dan modern pada fasad restoran berhasil menciptakan tampilan yang estetis sekaligus mencerminkan identitas budaya lokal. Dengan pendekatan ini, desain tidak hanya fungsional dan menarik secara visual, tetapi juga memiliki nilai simbolik yang kuat. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan desain bergaya eklektik di masa depan, terutama dalam mengangkat elemen budaya lokal dalam konteks yang lebih modern dan relevan.

Article Details

Section
Artikel

References

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Hartanto, T. (2024). Konstruksi dan aplikasi konsep kosmologi arsitektur keraton Jawa. Gadjah Mada University Press.

Hasibuan, A. D. P. A. M. (2022). Kajian gaya eklektik pada interior rumah tjong a fie. BRIN.

Loanardo, R. N. (2024). Keragaman fasad rumah toko di kawasan pecinan Kota Makassar. Universitas Hasanuddin.

Mergwar, H. A. L. (2020). Perancangan museum sejarah kesultanan mataram islam di Kotagede Yogyakarta dengan pendekatan arsitektur Neo-Jawa. Universitas Islam Indonesia.

Permata, D. D., Pahlawan, A. Y., & Putranto, A. (2015). Bangunan baru pada kawasan cagar budaya Braga Bandung. Itenas.

Prasthia, H. B., Agustiananda, P. A. P., & Kurniawan, R. P. (2023). Akulturasi dalam arsitektur Jawa di Yogyakarta: Fasad berpedimen dalam arsitektur Jawa di Kraton Yogyakarta dan Dalem Notonegaran. Pendapa, 9(2), 55–65.

Pangasih, F., Asvitasari, A., & Fitri, A. K. (2024). Perancangan bangunan resto dan butik dengan gaya arsitektur eklektik japandi di Samarinda. Jurnal Kreatif Arsitektur, 7(1), 30–40.

Rahmawati, L. (2023). Kajian aspek eklektik pada fasad masjid agung al-makmur. Universitas Islam Negeri Ar-Raniry.

Sayyaf, S., Hazmi, Z., Putri, A. E., & Naurah, Y. R. (2020). Otentisitas arsitektur Indonesia. Prosiding SAKAPARI 6, Universitas Islam Indonesia.

Thamrin, N. V., & Ariyanto, Y. (2024). Perancangan proyek creative space dengan pendalaman sense of place oleh murinspace. KREASI.