OPTIMALISASI TATA RUANG KLINIK KECANTIKAN, SOLUSI DESAIN INTERIOR UNTUK RUANG TERBATAS (STUDI KASUS: PERANCANGAN TATA RUANG KLINIK KECANTIKAN X, GADING SERPONG)
Main Article Content
Abstract
The development of the beauty industry in Indonesia has experienced rapid growth, in line with the increasing public awareness of the importance of self -care and beauty. However, space limitations have become a major challenge in the spatial planning of beauty clinics, especially in commercial areas with limited spaces and to offer efficient interior design solutions for the spatial layout of the “Diri” Beauty Clinic in Gading Serpong, South Tangerang. The research method used is a descriptive qualitative approach by collecting theoretical data from journals and direct observation of the spatial layout of the “Diri” beauty clinic. The results of the study reveal several main issues, such as an uncomfortable waiting area, cramped VIP rooms, inefficient furniture arrangement, and a pharmacy area with limited storage space. The findings show that merging the lobby and waiting area positively impacts comfort and makes the flow of activities within the space more efficient. The use of minimalist and multifunctional furniture design also optimizes the function of the space. Aspects such as lighting, material selection, and the use of technology in interior design greatly influence the quality of clinic spaces with limited area. The implementation of careful and optimal spatial design improves the clinic’s operational effectiveness, enhances customer satisfaction, and strengthens the professional image of the beauty clinic being studied. This research is expected to serve as a reference for interior designers and beauty clinic managers in overcoming space limitations, thereby improving space quality and user comfort.
Perkembangan industri kecantikan di Indonesia mengalami pertumbuhan yang pesat, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya perawatan diri dan kecantikan. Namun, keterbatasan ruang menjadi tantangan utama dalam perancangan tata ruang klinik kecantikan, khususnya di kawasan komersial dengan lahan terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan pada perancangan interior klinik kecantikan di ruang yang terbatas dan menawarkan solusi desain interior yang efisien pada tata ruang Klinik Kecantikan “Diri” di Gading Serpong, Tangerang Selatan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif deskriptif dengan mengumpulkan data teori dari jurmal-jurnal dan observasi langsung terhadap tata ruang klinik kecantikan “Diri”. Hasil penelitian menunjukkan beberapa permasalahan utama, seperti ruang tunggu yang kurang nyaman, ruang VIP yang sempit, penataan furnitur yang kurang efisien, dan area farmasi dengan ruang penyimpanan yang terbatas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggabungan area lobby dan ruang tunggu berdampak pada kenyamanan dan alur aktivitas pengguna ruang menjadi lebih efisien. Penggunaan furniture dengan desain yang minimalis dan multifungsi juga akan mengoptimalkan fungsi ruang. Aspek pencahayaan, pemilihan material, dan pemanfaatan teknologi dalam perancangan interior juga sangat mempengaruhi kualitas ruang klinik yang memiliki luas terbatas. Penerapan desain tata ruang yang cermat dan optimal meningkatkan efektivitas operasional klinik, dan tentunya meningkatkan kepuasan pelanggan, serta memperkuat citra professional dari klinik kecantikan yang diteliti. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi para desainer interior dan bagi pengelola klinik kecantikan dalam mengatasi keterbatasan ruang sehingga dapat meningkatkan kualitas ruang dan kenyamanan pengguna ruang.
Article Details
References
Aptareka, A. S. (2023). Redesain interior ruang tunggu dan lobby dalam meningkatkan servicescape pada Kalista Klinik Kota Yogyakata. Sakapari, 6(1).
Cindylaras, & Astuti. (2021). Perancangan interior klinik kecantikan ERHA Derma Center dengan konsep modern kontemporer di Tangerang. Anggada: Jurnal Desain dan Seni, 281-291.
Faradila, C. A. (2022). Perancangan pusat kecantikan dan kebugaran di Kota Banda Aceh. Banda Aceh: UIN Ar-Raniry.
Larasati, G., & Fitri, R. (2016). Analisis arsitektur perilaku pada interior klinik kecantikan di Medan. Jurnal Desain Interior , 1-10.
Maulidiah, E. P., Budiantono, B., & Survival. (2023). Pengaruh fasilitas terhadap kualitas layanan serta implikasinya pada kepuasan pelanggan. ECONOMINA, 2(3).
Santoso, J., & Kusumowidagdo, A. (2024). Perancangan proyek beauty centre dengan pendekatan sense of place oleh konsultan deco109 interior design. Kreasi: Journal of Design and Creative Industry, 10(1).
Setiawan, & Wibowo. (2013). Perancangan interior klinik kecantikan berbasis eco-design di Surabaya. Jurnal Intra, 1-8.
Suprobo, S. S. (2016). Perancangan interior woman health and beauty di Surabaya. Intra, 483-492.
Yuniar, M., Cardiah, T., & Hapsoro, A. N. (2021). Perancangan baru interior Naavagreen Natural Skincare di Kota Surabaya. e-Proceeding of Art & Design, (p. 1583).