UTILITAS PENCAHAYAAN DI RUANG HOBI PADA RUMAH SINDORO YANG DAPAT MEMBERIKAN KENYAMANAN VISUAL
Main Article Content
Abstract
Visual comfort is crucial in hobby room design, as activities often demand high concentration and precision. This research analyzes the utilization of natural and artificial lighting in Rumah Sindoro's hobby room. Ideal calculations suggest that 15 LED light points with a total of 180 Watts can achieve a lighting level of 572 Lux across a 31.47 m² area, assuming an LED lumen efficacy of approximately 100 lumen/Watt. However, the existing large glass door allows significant natural light during the day, though lighting levels vary by time and location, and artificial lighting has limitations at night or during overcast conditions. To achieve optimal and consistent visual comfort, this study recommends synergy between natural and artificial lighting. Recommendations include using lamps with higher lumen output (approximately 1,064 Lumen/point) to meet a 400 Lux target when natural light is minimal and installing curtains or blinds on the glass door to control light intensity and mitigate glare. This balanced combination is expected to create a functional and comfortable visual environment in Rumah Sindoro's hobby room.
Kenyamanan visual merupakan aspek krusial dalam perancangan ruang hobi, mengingat aktivitas di dalamnya sering menuntut konsentrasi dan ketelitian tinggi. Penelitian ini menganalisis utilitas pencahayaan alami dan buatan di ruang hobi Rumah Sindoro. Berdasarkan perhitungan ideal, 15 titik lampu LED dengan total daya 180-Watt dapat mencapai tingkat pencahayaan 572 Lux pada area seluas 31,47 m², dengan asumsi efikasi lumen LED sekitar 100 lumen/Watt. Namun, kondisi eksisting dengan pintu kaca besar memungkinkan masuknya cahaya alami signifikan di siang hari, meskipun terdapat variasi tingkat pencahayaan bergantung waktu dan lokasi, serta keterbatasan pencahayaan buatan di malam hari atau saat mendung. Untuk mencapai kenyamanan visual yang optimal dan konsisten, penelitian ini merekomendasikan sinergi antara pencahayaan alami dan buatan. Rekomendasi mencakup penggunaan lampu dengan keluaran lumen lebih tinggi (sekitar 1.064 Lumen/titik) untuk memenuhi target 400 Lux saat minim cahaya alami, serta pemasangan tirai atau blinds pada pintu kaca untuk mengontrol intensitas cahaya dan mengurangi silau. Kombinasi seimbang ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan visual yang fungsional dan nyaman di ruang hobi Rumah Sindoro.
Article Details
References
Ardiyanto, B., Utami, S. S., & Ridwan, M. K. (2014). Analisis kualitas pencahayaan menggunakan pemodelan numeris sesuai sni pencahayaan, data pengukuran langsung (on-site) dan simulasi. Teknofisika, 3(2), 63-71.
Benedetti, M., Maierová, L., Cajochen, C., Motamed, A., Münch, M., & Scartezzini, J. L. (2019). Impact of dynamic lighting control on light exposure, visual comfort and alertness in office users. Journal of Physics: Conference Series, 1343(1), 012160.
Dewantoro, F., Budi, W. S., & Prianto, E. (2019). Kajian pencahayaan alami ruang baca perpustakaan Universitas Indonesia. Jurnal Arsitektur ARCADE, 3(1), 94-99.
Furqoni, A., & Prianto, E. (2021). Kajian aspek kenyamanan visual pada rumah tinggal berdasarkan pencahayaan alami. Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ, 8(2), 118-124.
Hosseini, S. M., Heiranipour, M., Wang, J., Hinkle, L. E., Triantafyllidis, G., & Attia, S. (2024). Enhancing visual comfort and energy efficiency in office lighting using parametric-generative design approach for interactive kinetic louvers. Journal of Daylighting, 11(1), 69-96.
Munawaroh, A. S., & Nurbaiti, F. (2020). Pengukuran kenyamanan pencahayaan buatan pada perpustakaan dan kearsipan daerah Bandar Lampung. Arsir, 3(2), 1-13.
Nisa, I., Setiawan, A., & Suryanti, N. (2024). Evaluasi kinerja pencahayaan alami pada bangunan indekos terhadap kenyamanan visual.
Nurhaiza, N., & Lisa, N. P. (2019). Optimalisasi pencahayaan alami pada ruang. Arsitekno, 7(7), 32-40.
Setiawan, B., & Hartanti, G. (2014). Pencahayaan buatan pada pendekatan teknis dan estetis untuk bangunan dan ruang dalam. Humaniora, 5(2), 1222-1233.
Wulandari, R. R., & Isfiaty, T. (2021). Peran pencahayaan terhadap suasana ruang interior beehive boutique hotel Bandung. DIVAGATRA-Jurnal Penelitian Mahasiswa Desain, 1(2), 179-191.