SIMPLIKASI ELEMEN DEKORATIF BALI DALAM UPAYA PELESTARIAN WARISAN BUDAYA PADA PERANCANGAN INTERIOR APARTEMEN

Main Article Content

Arlene Davis Kosasih
Fivanda

Abstract

An apartment is a multi-storey building that functions as a residential unit, where each space is separated by partitions into rooms. In the context of fast-paced and dense urban life, apartments are a practical residential solution, especially in the midst of globalization. However, design approaches that only emphasize functional aspects often override local cultural values. This research raises the issue, especially for Balinese people who live by cultural values and spirituality. Living in  South Tangerang, a city within the Jabodetabek metropolitan area, which presents its own challenges for them. This research discusses how Balinese decorative elements can be simplified without losing meaning or philosophy and still blend with a minimalist interior style. This research aims to explain the design theme “Bali Touch in Metropolitan” through qualitative methods. This theme presents the simplicity of minimalist-style interior design with Balinese decorative elements as accents and representations of local cultural values in a modern residential context. To complement the qualitative method, this research uses qualitative methods through literature study and design analysis and discusses the idea to the implementation of applying Balinese cultural decorative elements into the interior design of minimalist-style apartments. The design process considers philosophy, aesthetics, and function to produce a result that aligns with both cultural context and modern practicality. The results of this research design show that elements of design principles such as points, lines, and curves, as well as Balinese motifs like Samblung and Karang Bunga can be preserved in a simplified form.


 


Apartemen adalah bangunan bertingkat yang difungsikan sebagai unit hunian, di mana setiap ruang dipisahkan oleh sekat atau partisi menjadi kamar-kamar. Dalam konteks kehidupan urban yang serba cepat dan padat, apartemen menjadi solusi hunian yang praktis terutama terutama di tengah arus globalisasi. Namun, pendekatan desain yang hanya menekankan aspek fungsional sering kali mengesampingkan nilai-nilai budaya lokal. Penelitian ini mengangkat isu tersebut, khususnya bagi masyarakat Bali yang hidup dengan nilai-nilai budaya dan spiritualitas, yang kini menjalani kehidupan di kota Tangerang Selatan yang merupakan bagian dari kawasan metropolitan Jabodetabek dengan ritme kehidupan yang cepat sehingga menjadi tantangan tersendiri. Penelitian ini membahas bagaimana elemen dekoratif Bali dapat disimplifikasi atau disederhanakan tanpa kehilangan makna atau filosofis dan tetap menyatu dengan gaya interior minimalis. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan tema rancangan “Bali Touch in Metropolitan” melalui metode kualitatif. Tema ini menghadirkan kesederhanaan desain interior bergaya minimalis dengan elemen-elemen dekoratif Bali sebagai aksen dan representasi nilai budaya lokal dalam konteks hunian modern. Untuk melengkapi metode kualitatif, Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi literatur dan analisis desain, dan membahas ide, konsep hingga implementasi penerapan elemen dekoratif budaya Bali ke dalam desain interior apartemen bergaya minimalis. Proses perancangan dilakukan dengan mempertimbangkan nilai filosofi, estetika, dan fungsi, sehingga menghasilkan desain yang selaras dengan konteks budaya dan fungsi ruang, namun tetap modern. Hasil rancangan penelitian ini menunjukkan bahwa elemen prinsip desain seperti titik, garis, dan lengkung, serta unsur-unsur budaya Bali tetap dapat dipertahankan melalui penerapan motif Samblung dan Karang Bunga yang sudah di simplifikasi atau disederhanakan pada desain apartemen ini.

Article Details

Section
Artikel

References

Canisha, C. & Fivanda, F. (2023). Metaphorical Approach Towards the Interior Design of Kampung Langit, Bali. International Journal of Application on Social Science and Humanities 1(1), 38-47.

Handayani, A. P., Beng, J. T., Salsabilla, F. T., Morin, S., Ardhia, T. S. S. & Rusli, V. A. (2024). Hilangnya Budaya Lokal di Era Modern dan Upaya Pelestariannya dalam Perspektif Pancasila. Dewantara: Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora, 3(4), 178-188.

Muhammad, A. (2024). Apartemen dengan Pendekatan Arsitektur Hijau di Sidoarjo (Doctoral dissertation, UPN Veteran Jawa Timur).

Novalinda, S. T., M. Ds. & Melly Andriana, S.T. (2022). Buku Ajar: Nirnama Sketsa Dasar. Cipta Media Nusantara.

Rachmawati, T. & Astuti, R. (2020). Interior Tradisional sebagai Representasi Budaya Lokal dalam Penataan Ruang Hunian Modern. Jurnal Desain Interior Nusantara, 8(2), 110–118.

Safarudin, R., Zulfamanna, Z., Kustati, M. & Sepriyanti, N. (2023). Penelitian kualitatif. Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(2), 9680-9694.

Saputri, Y.W., Rhodinia, S. & Setiawan, B. (2024). Dampak globalisasi terhadap perubahan gaya hidup di Indonesia. Maximal Journal: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya dan Pendidikan, 1(5), 208–217.

Worldometer. (2025). Indonesia Population (2025). Diakses pada 15 Mei 2025 dari https://www.worldometers.info/world-population/indonesia-population/

Yulianty, P. D. & Jufri, A. (2020). Perdebatan empiris: Prinsip metode kualitatif dan kuantitatif untuk penelitian sosial ekonomi. Value: Jurnal Manajemen dan Akuntansi, 15(2), 164-172.

Yusanto, Y. (2020). Ragam pendekatan penelitian kualitatif. Journal of scientific communication (jsc), 1(1).