PENERAPAN ERGONOMI UNTUK MENINGKATKAN KENYAMANAN BERAKTIVITAS DI KAMAR TIDUR TAMU
Main Article Content
Abstract
The application of ergonomic principles in guest bedroom design is crucial to enhance user comfort, safety, and activity efficiency. This study aims to analyze how integrating ergonomic principles into guest bedroom design can facilitate daily activities such as opening curtains, turning on lights, and working or studying, by considering user anthropometry, including those with physical limitations. The research method used is qualitative with descriptive and experimental approaches, involving observation, interviews, documentation, and anthropometric data measurement on the research subject, Ms. X. The results indicate that many guest bedroom facilities, such as curtain height and light switch position, do not comply with ergonomic standards and users’ reach, leading to muscle strain and potential injury. Design adjustments, such as placing light switches at a height of 120 cm and selecting furniture that matches user anthropometry, have been shown to improve comfort and activity efficiency. Furthermore, arranging chairs and study desks according to user anthropometric data can reduce musculoskeletal complaints and increase productivity. This study concludes that applying ergonomic principles in guest bedroom interior design can significantly reduce injury risk, enhance comfort, and support users’ physical and psychological health. The findings are expected to serve as a reference for interior designers and accommodation managers in creating spaces that are not only aesthetic but also functional and ergonomic, thereby improving the quality of service and overall guest experience. Thus, the application of ergonomics in guest bedrooms plays an important role in creating adaptive, healthy, and comfortable environments for users with diverse needs.
Penerapan prinsip ergonomi dalam desain kamar tidur tamu sangat penting untuk meningkatkan kenyamanan, keamanan, serta efisiensi aktivitas pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana integrasi prinsip ergonomi dalam desain kamar tidur tamu dapat memfasilitasi aktivitas harian seperti membuka tirai, menyalakan lampu, serta bekerja atau belajar, dengan memperhatikan aspek antropometri pengguna, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan eksperimental, melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta pengukuran data antropometri pada subjek penelitian, yaitu Ms. X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak fasilitas kamar tidur tamu, seperti tinggi tirai dan posisi saklar lampu, belum sesuai dengan standar ergonomi dan jangkauan tubuh pengguna, sehingga menimbulkan ketegangan otot dan potensi cedera. Penyesuaian desain, seperti penempatan saklar lampu pada ketinggian 120 cm dan pemilihan furnitur yang sesuai antropometri, terbukti meningkatkan kenyamanan dan efisiensi aktivitas. Selain itu, penataan kursi dan meja belajar yang disesuaikan dengan data antropometri pengguna juga dapat mengurangi keluhan muskuloskeletal dan meningkatkan produktivitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan prinsip ergonomi dalam desain interior kamar tidur tamu secara signifikan dapat mengurangi risiko cedera, meningkatkan kenyamanan, serta mendukung kesehatan fisik dan psikologis pengguna. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi desainer interior dan pengelola penginapan dalam menciptakan ruang yang tidak hanya estetis tetapi juga fungsional dan ergonomis, sehingga meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman tamu secara keseluruhan. Dengan demikian, penerapan ergonomi di kamar tidur tamu sangat berperan dalam menciptakan lingkungan yang adaptif, sehat, dan nyaman bagi setiap pengguna dengan kebutuhan yang beragam.
Article Details
References
Biomi, A. A., Cokorda, I. D., & Dharmayanti, I. (2021). Meja dan kursi belajar ergonomis mengurangi keluhan muskuloskeletal siswa SMP Tunas Daud di Denpasar. Jurnal Ergonomi Indonesia, 7(2), 31-43.
Khaerunnisa, A., & Putri, R. N. (2024). Kantor bebas stres: Memanfaatkan desain interior ergonomis untuk mendukung kesehatan dan kebahagiaan pekerja. Jurnal Manajemen Bisnis Digital Terkini, 1(3), 119-135.
Laili, R. (2020, October 2). Ergonomi sebagai upaya pencegahan gangguan musculoskeletal pada perawat. OSF. https://osf.io/preprints/osf/289dq_v1
Panero, J., & Zelnik, M. (2003). Dimensi Manusia & Ruang Interior. Jakarta: Erlangga.
Radhwa T, D. A., & Danish Al-G, M. (2024). Meningkatkan kenyamanan dan kesejahteraan di tempat kerja: Peran ergonomi dalam meningkatkan produktivitas karyawan. Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akutansi, 2(5), 671-680.
Satriyatama, B., & Nugrahaini, F. T. (2024, June). Identifikasi ergonomi terhadap antropometri pekerja pada kamar tidur Tower Eboni HPK IKN. In Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur (pp. 842-852).
Sinaga, J. (2019). Perancangan instalasi listrik pada rumah toko tiga lantai dengan daya 12 KW. Jurnal Teknologi Energi Uda: Jurnal Teknik Elektro, 8(2), 102-112.
Sirait, F. R., Zakiah, D. M., & Darus, P. (2022). Penerapan konsep ergonomi di perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Jurnal Teknologi, Kesehatan, dan Ilmu Sosial, 6(3), 369-376.
Yusuf, M. (2023). Konsep ergonomi dalam manajemen perkantoran pendidikan islam: menjaga kesejahteraan dan produktivitas karyawan. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 2(2), 14-32.