PENGARUH PERANCANGAN KANTOR OPEN SPACE DALAM MENINGKATKAN KENYAMANAN DAN EFEKTIVITAS PEKERJA DI ERA MODERENISASI
Main Article Content
Abstract
In the modern work era that demands flexibility and collaboration, the open-plan office concept is increasingly adopted by many companies. However, its implementation often leads to problems when not supported by proper spatial zoning between public and private areas. This study aims to identify the impact of unclear zoning in open- plan offices on employee comfort, concentration, and productivity. The research method employed is a qualitative approach using direct observation in an office that has not yet implemented effective zoning. Observational results indicate that disorganized workspace layouts cause acoustic and visual disturbances and reduce employees' psychological comfort. Furthermore, the overlapping circulation of guests and staff creates an unprofessional impression and social discomfort. These findings emphasize the need for improved spatial strategies, such as using frosted glass partitions, natural dividers like plants, and separate circulation paths, to enhance work comfort, operational efficiency, and the company’s professional image.
Dalam era kerja modern yang menuntut fleksibilitas dan kolaborasi, konsep tata ruang kantor terbuka (open-plan office) semakin banyak diterapkan oleh berbagai perusahaan. Namun, penerapan konsep ini kerap menimbulkan permasalahan serius jika tidak diimbangi dengan perencanaan zonasi yang baik antara ruang publik dan privat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak dari tidak adanya pembagian zona ruang yang jelas dalam lingkungan kantor berkonsep terbuka terhadap kenyamanan, konsentrasi, serta produktivitas karyawan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi langsung di sebuah kantor yang belum menerapkan sistem zonasi secara optimal. Hasil observasi menunjukkan bahwa ketidakteraturan dalam penataan ruang kerja menyebabkan berbagai gangguan akustik dan visual, seperti suara percakapan klien yang terdengar jelas hingga ke area kerja, serta kurangnya privasi visual akibat minimnya pembatas ruang. Kondisi ini memengaruhi kenyamanan psikologis pekerja dan berdampak pada turunnya fokus serta motivasi kerja. Selain itu, sirkulasi antara tamu dan staf yang tumpang tindih menimbulkan kesan kurang profesional serta memicu kecanggungan di antara pengguna ruang. Temuan ini sejalan dengan berbagai penelitian terdahulu yang menunjukkan bahwa desain ruang kerja memengaruhi kesejahteraan dan produktivitas karyawan. Oleh karena itu, diperlukan strategi penataan ruang yang lebih baik, seperti penggunaan partisi kaca buram, elemen pembatas alami seperti tanaman, serta pembagian jalur sirkulasi yang terpisah antara karyawan dan tamu. Dengan penerapan zonasi yang tepat, kenyamanan kerja, efisiensi operasional, dan citra profesional perusahaan dapat ditingkatkan secara signifikan.
Article Details
References
Arija, H. H., & Perdhana, M. (2017). Pengaruh Desain Kantor Terhadap Produktivitas Karyawan Di Puskesmas Batang. Diponegoro Journal of Management, 6(2), 1–9.
Anggraeni, W., & Yuniarsih, T. (2017). Dampak Tata Ruang Kantor Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai Dinas Pendidikan Kota Bandung. Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran, 2(2), 105–112.
Calviandoro, R., & Ardianto, O. P. S. (2020). Pengaplikasian Modern Workspace Serta Optimalisasi Pencahayaan Dan Penghawaan Pada Interior Pt. Adhi Persada Property. Jurnal Sains Dan Seni Its, 9(2), 292–297.
Fitria, E., Dermawati, D. S., & Poernomo, E. I. (2020). Karakteristik tata letak ruang kerja pada bangunan co-working space di Jakarta. Jurnal AGORA, 18(1), 1–7. https://doi.org/10.25105/agora.v18i1.7462
Linawati, C. H. (2023). Perancangan workspace untuk meningkatkan produktivitas pada Human Capital Management of Citraland Surabaya. Jurnal Desain Interior, 3(1). e-ISSN 2798-1703.
Vischer, J. C. (2007). The effects of the physical environment on job performance: Towards a theoretical model of workspace stress. Stress and Health, 23(3), 175–184. https://doi.org/10.1002/smi