PENERAPAN HARMONI WARNA ANALOGUS PADA INTERIOR RUANG TAMU RUMAH BERGAYA SCANDINAVIAN DI DEPOK
Main Article Content
Abstract
Interior design plays a crucial role in shaping the quality of a space, both functionally and aesthetically. One area that serves as the center of social activity in a home is the living room. As an intermediary space between the terrace and the family room, it reflects the occupants' aesthetic orientation. Among the design principles applied, color harmony is a key factor in creating a visually pleasing atmosphere. In this case, the color harmony used is Analogous Harmony Colour, which serves as the foundation for the color composition. Analogous colors are combinations of colors that are adjacent to each other on the color wheel. The aim of this study is to examine how the principle of analogous color harmony is applied to interior elements of the living room, and how the integration of these elements contributes to creating a comfortable atmosphere that aligns with the characteristics of the Scandinavian design style. The method used for this study is qualitative descriptive with a case study approach on a redesigned living room. The observational study was conducted at a residential house located in the Mutiara Mekarsari 2 Housing Complex, Depok. The analysis shows that the use of white, light gray, yellowish beige, light brown, and sage green, and also the integration with interior elements such as flooring, walls, and ceiling successfully creates a soft and natural ambiance consistent with Scandinavian design principles. In conclusion, the application of analogous colors plays a significant role in supporting the aesthetic and functional impression of a Scandinavian-style living room. This research contributes to the filed of interior design, particularly in enhancing the understanding and application of analogous color harmony principles within the context of Scandinavian-style living rooms. The outcomes of this study serve as a useful reference for interior design professionals, students, and homeowners aiming to design living spaces that are comfortable, visually appealing, and harmoniously balanced through thoughtful color selection.
Desain interior memiliki peran penting dalam membentuk kualitas ruang, baik secara fungsional maupun estetis. Salah satu area yang menjadi pusat aktivitas sosial di rumah adalah ruang tamu. Sebagai ruang perantara antara teras dan ruang keluarga, ruang ini menjadi ruang yang mencerminkan orientasi estetika penghuni. Di antara prinsip desain yang diterapkan, Harmoni warna merupakan salah satu penentu terciptanya suasana keindahan visual. Dalam kasus ini, harmoni warna yang diterapkan adalah Analogous Harmony Colour sebagai dasar acuan komposisi warnanya. Warna analogus merupakan kombinasi warna-warna yang letaknya berdekatan pada lingkaran warna. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana prinsip harmoni warna analogus diterapkan pada elemen interior ruang tamu, serta bagaimana integrasi antar elemen interior dalam membentuk suasana yang nyaman dan selaras dengan karakteristik gaya desain Scandinavian. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap sebuah ruang tamu yang telah dirancang ulang. Observasi penelitian dilakukan pada sebuah rumah tinggal yang berlokasi di Perumahan Mutiara Mekarsari 2, Depok. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan warna putih, abu-abu muda, beige kekuningan, coklat muda, dan hijau sage serta integrasinya dengan elemen interior seperti lantai, dinding, dan plafon berhasil menciptakan suasana lembut dan natural yang konsisten dengan prinsip desain Scandinavian. Kesimpulannya, penerapan warna analogus berperan penting dalam mendukung kesan estetis dan fungsional ruang tamu bergaya Scandinavian. Penelitian ini berkontribusi dalam bidang ilmu desain interior, khususnya dalam pemahaman dan penerapan prinsip harmoni warna analogus pada ruang tamu rumah tinggal bergaya Scandinavian. Temuan dari penelitian ini bermanfaat bagi desainer interior, mahasiswa, serta masyarakat yang ingin menciptakan ruang tamu yang nyaman, estetis, dan harmonis melalui pemilihan warna yang tepat.
Article Details
References
Thompson, A., Johnson, L., & Davis, C. (2021). The role of interior design in enhancing well-being: A Comprehensive Review. Journal of Environmental Psychology, 45, 101357.
Brantmark, N. (2017). The Scandinavian home: Interiors inspired by light. Cico Books.
Cheng, V., & Yang, L. (2019). Color design: Theories and applications in interior design. Routledge.
Edwards, B. (2004). Color: A course in mastering the art of mixing colors. Penguin.
Eiseman, L. (2017). The complete color harmony, pantone edition: expert color information for professional results. Rockport Publishers.
Lv, Y. (2021). A study on the manifestation of humanistic thought in Scandinavian home design. In The 6th International Conference on Arts, Design and Contemporary Education (ICADCE 2020) (pp. 465-468). Atlantis Press.
Pile, J. F. (2019). Color in interior design. Laurence King Publishing.
Prionggo, S., & Herdina, W. (2020). Perancangan furniture ruang tamu terinspirasi dari hutan bambu sukolili. Jurnal Narada, 7(3), 327-328.
Rully, R. (2014). Merencanakan dan merancang rumah tinggal yang optimal. Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur, 15(19).
Swasty, W. (2010). AZ warna interior: Rumah tinggal. PT Niaga Swadaya.
Wardhani, A. K., Hasana, H. T. H., & Widyasti, D. M. P. (2019). Redesain interior vila maya dengan konsep Scandinavia di Tawangmangu Karanganyar Jawa Tengah (Doctoral dissertation, Universitas Sahid Surakarta).