Tingkat pengetahuan tentang tindakan pencegahan malaria berdasarkan karakteristik masyarakat Kabupaten Merauke periode tahun 2022
Isi Artikel Utama
Abstrak
Malaria merupakan salah satu penyakit tular vektor nyamuk Anopheles betina dan sering menyebabkan tingkat mortalitas yang tinggi. Malaria masih menjadi masalah kesehatan terutama di wilayah Papua termasuk Kabupaten Merauke yang merupakan wilayah endemis. Penyakit ini dapat dicegah dan dibutuhkan penyebaran informasi kepada masyarakat terutama daerah endemis. Studi ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan mengenai pencegahan malaria berdasarkan karakteristik masyarakat Kabupaten Merauke. Studi deskriptif cross-sectional ini dilakukan di Kabupaten Merauke khususnya di Kelurahan Mandala, Kelurahan Karang Indah, dan Kelurahan Samkai. Jumlah subjek studi sebanyak 300 orang yang dibagi menjadi 100 subjek pada setiap kelurahan dan diambil dengan metode consecutive sampling. Data studi diperoleh menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan mengenai tindakan pencegahan malaria. Hasil studi ini didapatkan mayoritas subjek memiliki tingkat pengetahuan yang cukup (194 subjek; 64,7%). Tingkat pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan malaria paling tinggi pada usia 15-30 tahun yaitu sebanyak 34.6% (44/127), dan didapatkan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan responden, semakin tinggi pula tingkat pengetahuan responden, yaitu pada tamatan SMA sebesar 35.9% (51/142), S1 sebesar 71.1% (37/52), dan S2 sebesar 100% (3/3). Masyarakat yang belum pernah menderita malaria sebelumnya memiliki tingkat pengetahuan yang lebih tinggi yaitu sebanyak 38.3% (18/47) dibandingkan yang pernah terinfeksi (31,2%; 79/253). Kesimpulan dari penelitian ini adalah masyarakat Kabupaten Merauke mayoritas memiliki tingkat pengetahuan yang cukup mengenai pencegahan malaria, tingkat pengetahuan lebih baik pada masyarakat yang memiliki riwayat tingkat pendidikan lebih tinggi dan tidak pernah menderita malaria.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan artikelnya di Tarumanagara Medical Journal (TMJ) setuju dengan ketentuan sebagai berikut:
- Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan jurnal hak publikasi pertama dengan bekerja secara bersamaan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas kepengarangan dari karya asli dan publikasi dalam jurnal ini.
- Penulis dapat masuk ke dalam pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif jurnal versi pekerjaan yang dipublikasikan (misalnya, memposting ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Setiap teks yang dikirim harus disertai dengan "Perjanjian Transfer Hak Cipta" yang dapat diunduh melalui tautan berikut: Unduh
Referensi
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2018 Tentang Pelaksanaan Deteksi Dini dan Pemberian Obat Anti Malaria oleh Kader Malaria pada Daerah dengan Situasi Khusus [Internet]. 2018. Tersedia di: https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/139667/permenkes-no- 41-tahun-2018
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2013 Tentang Pedoman Tata Laksana Malaria [Internet]. 2013. Tersedia di: https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/172131/permenkes-no- 5-tahun-2013
World Health Organization. World malaria report 2020: 20 years of global progress and challenges. Geneva:WHO, 2020.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 293 Tahun 2009 Tentang Eliminasi Malaria di Indonesia [Internet]. 2009. Tersedia di: https://persi.or.id/wp-content/uploads/2020/11/kmk2932009.pdf
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil kesehatan Indonesia tahun 2019 [Internet]. Jakarta; 2020. Tersedia di: http://www.kemkes.go.id
Rokom. Tren Kasus Malaria Menurun. [Internet]. 2021. Tersedia di: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20210423/3337549/tren-kasus- malaria-menurun/
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Situasi terkini perkembangan program pengendalian malaria di Indonesia tahun 2018. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI, 2018.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil kesehatan Indonesia tahun 2020 [Internet]. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI, 2021. Tersedia di: http://www.kemkes.go.id
Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Data kasus malaria pertahun. Merauke; 2020.
Arsin AA. Malaria di Indonesia: Tinjauan aspek epidemiologi. Makassar: Masagena Press, 2012.
Darmiah D, Baserani B, Khair A, Isnawati I, Suryatinah Y. Hubungan tingkat pengetahuan dan pola perilaku dengan kejadian malaria di Kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Tengah. Journal of Health Epidemiology and Communicable Diseases. 2017;3(2):36–41.
Husin A. Tingkat pengetahuan masyarakat terhadap penyakit malaria di Kecamatan Amanatun Selatan Kabupaten TTS [Internet]. Timor Tengah Selatan; 2019. Tersedia di url: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/2039 [diunduh pada 30 November 2022]
Flatie BT, Munshea A. Knowledge, attitude, and practice towards malaria among people attending Mekaneeyesus Primary Hospital, South Gondar, Northwestern Ethiopia. J Parasitol Res. 2021;2021.
Oladimeji KE, Tsoka-Gwegweni JM, Ojewole E, Yunga ST. Knowledge of malaria prevention among pregnant women and non-pregnant mothers of children aged under 5 years in Ibadan, South West Nigeria. Malar J. 2019;18:92[12p.].
Alami R, Adriyani R. Tindakan pencegahan malaria di Desa Sudorogo Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo. Jurnal Promkes. 2016;4(2):199–211.