Pengaruh penyakit jantung bawaan sianotik dan asianotik terhadap pertumbuhan pasien balita periode 2018-2020 di RSUD Dr. Chasbullah Abdul Majid Bekasi
Isi Artikel Utama
Abstrak
Penyakit jantung bawaan (PJB) ialah kelainan struktur dan fungsi jantung yang didapati sejak dalam kandungan. Penyakit jantung ini diklasifikasikan menjadi dua kelompok, yaitu PJB sianotik dan asianotik. Salah satu komplikasi dari PJB adalah gangguan pertumbuhan. Studi ini dilakukan untuk melihat pengaruh penyakit jantung bawaan terhadap pertumbuhan pasien balita dengan PJB. Studi analitik observasional dengan metode potong lintang ini dilakukan di RSUD dr. Chasbullah Abdul Majid Kota Bekasi. Pengumpulan data dilakukan dengan mengobservasi data sekunder yang didapat melalui rekam medis. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Analisis hubungan antar variabel menggunakan uji chi-square. Sampel studi ialah 43 balita yang terdiri dari 15 balita dengan PJB sianotik dan 28 balita dengan PJB asianotik. Sebanyak 28 (58%) balita memiliki berat bada kurang hingga sangat kurang dan sebanyak 20 (46,5%) balita memiliki panjang/tinggi badan pendek hingga sangat pendek. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara penyakit jantung bawaan sianotik dan asianotik terhadap berat badan (p-value = 0,006; PRR = 2,02) maupun panjang/tinggi badan (p-value = 0,001; PRR = 2,8). Kesimpulan studi ini ialah keadaan sianotik pada penyakit jantung bawaan lebih besar memengaruhi pertumbuhan balita dibandingkan PJB yang asianotik.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan artikelnya di Tarumanagara Medical Journal (TMJ) setuju dengan ketentuan sebagai berikut:
- Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan jurnal hak publikasi pertama dengan bekerja secara bersamaan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas kepengarangan dari karya asli dan publikasi dalam jurnal ini.
- Penulis dapat masuk ke dalam pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif jurnal versi pekerjaan yang dipublikasikan (misalnya, memposting ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Setiap teks yang dikirim harus disertai dengan "Perjanjian Transfer Hak Cipta" yang dapat diunduh melalui tautan berikut: Unduh
Referensi
Indonesian Heart Association Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI). Apa itu penyakit jantung bawaan (PJB)? [Internet]: Jakarta PERKI; 2019. Available from: Heart org https://www.heart.org/en/health-topics/congenital-heart-defects/about-congenital-heart-defects/common-types-of-heart-defects.
Khan I, Muhammad A, dan Muhammad, T. 2011. Pattern of congenital heart disease at Lady Reading Hospital Peshawar. Gomal J Med Sci. 2011;9(2):174-7.
Djer MM, Madiyo B. Tatalaksana penyakit jantung bawaan. Sari Pediatri. 2000;2(3):155-62.
Kalalo ND, Pateda V, Salendu P. Gambaran pertumbuhan pada anak dengan penyakit jantung bawaan di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado e-Clinic. 2016;4(2):[8p.].
Daniel B. Congenital Heart Disease. In: Ricahrd EB, Robert MK, Hal BJ (eds) Nelson Textbook of Pediatric. 16th ed. Philadelphia: Houghton Mifflin; 2011.
Marcdante K, Kliegman R, Jenson H, Behrman R. NELSON Ilmu Kesehatan Anak Esensial Edisi Keenam. Saundersr Elsevier. Indonesia; 2014. pp. 572-81.
Ikalor A. Pertumbuhan dan perkembangan. Jurnal Pertumbuhan dan Perkembangan. 2013;7(1):1-6.
Saadah Z. Perbandingan pertumbuhan anak penderita penyakit jantung bawaan sianotik dengan asianotik [Skripsi]. Semarang: Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro; 2013.
Adinda, Soetandji A, Pratiwi R. Perbedaan pertumbuhan anak penyakit jantung bawaan dengan kelainan simpleks dan kelainan kompleks pada usia 2-5 tahun. Jurnal Kedokteraan Diponegoro. 2018;7(2):1308-21.
Novatriyanto CA, Soetandji A, Pratiwi R. Perbedaan pertumbuhan anak penyakit jantung bawaan dengan kelainan simpleks dan kelainan komplek pada umur 0-2 tahun. Jurnal Kedokteran Diponegoro. 2018;7(2):1406-18.
Okoromah CAN, Ekure EN, Lesi FEA, Okunowo WO, Tijani BO, Okeiyi JC. Prevalence, profile and predictors of malnutrition in children with congenital heart defects: A case-control observational study. Arch Dis Child. 2011;96(4):354-60
Sjarif DR, Anggriawan SL, Putra ST, Djer MM. Anthropometric profiles of children with congenital heart disease. Med J Indones. 2011;20(1):40-5.
Quinn NL. Cardiac disease. In: Hendricks KM, Duggan C. Manual Pediatric Nutrition. 4th ed.; Canada: PMPH USA Ltd.;2005. pp.401-9.
Cafrina G, Firman A, Nugraha GI. Nutritional status of tetralogy of fallot patients at Dr. Hasan Sadikin General Hospital Bandung. Althea Medical Journal. 2016;3(2):298-30
Haugau N, Culcitchi C. Nutrition support in children with congenital heart disease. Nutr Ther Metab. 2010;28(4);172-84.