Persepsi Siswa terhadap Hate Speech pada Masa Remaja di SMA X

Main Article Content

Gloria Julyta

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap hate speech pada masa remaja di SMA X. Pada masa remaja, situasi emosi remaja yang kuat akan mudah terbawa emosi dan mengekspresikan melalui hate speech. Hate speech merupakan sebuah ungkapan atau tindakan yang dapat menyebabkan konflik sosial dan menyerang individu atau kelompok. Penelitian ini melibatkan 138 siswa di SMA X sebagai partisipan, yang terdiri dari kelas X-XII dan menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengambilan data menggunakan cara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terbuka untuk mengetahui pengalaman siswa terkait hate speech dan menggunakan software olah data MAXQDA 2020 (versi 20.3.0). Hasil analisis data menunjukkan bahwa 96,4% siswa pernah mengalami hate speech di lingkungan sekolah dan sebanyak 61,2% siswa mengakui pernah melakukan tindakan hate speech dengan teman di lingkungan sekolah, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dari penelitian ini, memperlihatkan bahwa bentuk hate speech yang paling banyak terjadi adalah penghinaan dan pernyataan faktual dalam bentuk nama orang tua, agama, fisik, dan lainnya. Pada penelitian ini, sebagian besar menyatakan bahwa dampak hate speech yang terjadi dapat mempengaruhi psikologis para siswa. Manfaat dari penelitian ini adalah memberikan pemahaman mengenai dampak yang terjadi dan pihak sekolah dapat menyadari serta mengenali bentuk dan tingkatan mengenai hate speech. Pihak sekolah dapat merancang program pencegahan untuk membangun lingkungan yang aman bagi para siswa.


Kata kunci: ujaran kebencian, remaja, persepsi siswa

Article Details

How to Cite
Gloria Julyta. (2025). Persepsi Siswa terhadap Hate Speech pada Masa Remaja di SMA X. Phronesis: Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 14(1). Retrieved from https://journal.untar.ac.id/index.php/phronesis/article/view/32842
Section
Articles

References

-