EVALUASI STRATEGI PENGELOLAAN WISATA ALAM KAWASAN CURUG LUHUR, KABUPATEN BOGOR

Rikiyama Anugrah Wijaya Fujiyama, Irwan Wipranata
| Abstract views: 81 | views: 77

Abstract

Nature tourism is one of the very large types of tourism in the territory of Indonesia because of the wealth and beauty of the unlimited natural atmosphere and the high number of enthusiasts of these types of tours. One of the places that have the potential of natural tourism wealth around the foot of Mount Salak, Sukabumi is a curug or commonly known as a waterfall. Curug Luhur is one of the waterfalls that has the potential to be the object of sustainability tourism studies. But it is unfortunate because there are still problems in the area. One problem is the poor management strategy that threatens the preservation of nature and the balance of the ecosystem. To improve management strategies, it is necessary to know a number of problems and potentials in the region so that they can create better management strategies and increase visitor numbers without destroying the ecosystem balance and becoming sustainable tourism. Some aspects that must be considered are the organizational system, accessibility, facilities and infrastructure, human resources, attractiveness, and promotion. While from the perspective of the aspects of sustainable tourism are conservation, community participation, economy, and infrastructure. To get the results of evaluating the management strategy, namely by conducting quantitative and qualitative research and using research methods in the form of interviews, data collection, and field surveys in analyzing locations, physical conditions, carrying capacity of the area, best practices, visitor preferences, and management strategies.

 

Keywords: management; sustainable tourism; waterfall

 

Abstrak

Wisata alam adalah salah satu jenis wisata yang sangat besar di wilayah Indonesia karena kekayaan dan keindahan suasana alamnya yang tidak terhingga dan jumlah peminat jenis wisata tersebut juga memiliki angka yang tinggi. Salah satu tempat yang memiliki potensi kekayaan wisata alam di sekitar kaki Gunung Salak, Sukabumi adalah berjenis curug atau biasa dikenal sebagai air terjun. Curug Luhur adalah salah satu air terjun yang berpotensi menjadi objek studi pariwisata keberlanjutan. Tetapi sangat disayangkan karena masih terdapat permasalahan pada kawasan tersebut. Salah satu masalahnya adalah strategi pengelolaan yang tidak baik sehingga mengancam kelestarian alam dan keseimbangan ekosistem. Untuk memperbaiki strategi pengelolaan, perlu diketahui beberapa masalah dan potensi pada kawasan tersebut sehingga dapat membuat strategi pengelolaan yang lebih baik dan dapat meningkatkan angka pengunjung tanpa merusak keseimbangan ekosistem di dalamnya dan menjadi pariwisata berkelanjutan. Beberapa aspek yang harus diperhatikan adalah sistem organisasi, aksesibilitas, sarana dan prasarana, sumber daya manusia, daya tarik, dan promosi. Sedangkan dari sudut pandang aspek pariwisata berkelanjutan adalah konservasi, partisipasi masyarakat, ekonomi, dan infrastruktur. Untuk mendapatkan hasil evaluasi strategi pengelolaan, yaitu dengan melakukan penelitian kuantitatif dan kualitatif serta menggunakan metode penelitian berupa wawancara, pengumpulan data, dan survey lapangan dalam melakukan analisis lokasi, kondisi fisik, daya dukung kawasan, best practices, preferensi pengunjung, dan strategi pengelolaan.

Keywords

air terjun; pariwisata berkelanjutan; pengelolaan

Full Text:

PDF

References

Affifiddin. (2010). Pengantar administrasi Pembangunan. Bandung: Alvabeta.

Conyers, D. (1994). Perencanaa Sosial di Dunia Ketiga: Suatu Pengantar. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Gamal, S. (2002). Dasar-Dasar Pariwisata. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Fandeli, C. dan Mukhlison. (2002). Perencanaan Kepariwisataan Alam. Fakultas Kehutanan UGM. Yogyakarta.

Kepemerintahan Indonesia (2007) Undang-Undang Nomor 26 tentang Penataan Ruang dan Peraturan Menteri PU No.05/PRT/M/2008

Kepemerintahan Indonesia (2009). Undang – Undang no.10 tahun 2009 tentang kepariwisataan.

Kepemerintahan Indonesia (1995). Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tentang pengelolaan 1-2.

Muller. H. (1992). Die erste sachische Forstordnung von.1560, Allgemeine Forst-und Jagdzeitung, 163(6), 106-107.

Resosoedarmo, S. (1986). Ekologi. Jakarta: Fakultas Pasca IKIP.

Reksopoetranto, S. (1992). Manajemen Proyek Pembangunan. Jakarta: Lembaga Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Wahab, S. (1975). Tourism Management. London: Tourism International Press.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.