EVALUASI KONSEP TOD PADA STASIUN LRT DI KOTA BEKASI (STUDI KASUS : STASIUN LRT JATICEMPAKA – GATEWAY PARK)

Brian Aldiki, Suryono Herlambang
| Abstract views: 86 | views: 71

Abstract

The city of Bekasi with a population that has reached nearly 3 million residents is appropriate to improve the spatial planning system and modal transport planning system along with its supporting infrastructure in order to create an orderly and planned city condition.  Transit oriented development, is a function of a mixed land and transit area, where the merger of land includes a region with complete functions, can be reached on foot, and close to the transit area. This research is included in applied research. The research method used is descriptive method with comparative analysis and weighting analysis using a scorecard analysis issued by ITDP through TOD Standard 2.1. Referring to the Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) there are 8 TOD principles with 21 performance appraisal metrics that must be applied in developing the TOD area. Then the overall points will be added to determine the ranking of the TOD obtained. If the results of the assessment do not reach a minimum point (55 points) then development cannot be said to be a TOD. Based on the results of the assessment that has been carried out it is proven that the development of the TOD Area at Gateway Park has not yet entered the lowest standard of the TOD area. Even though 51 points have been obtained by the developer, this is still ineffective considering that the development is too exclusive and not integrated with the surrounding area.

 

Abstrak

Kota Bekasi dengan jumlah penduduknya yang sudah mencapai angka hampir 3 juta penduduk sudah selayaknya untuk memperbaiki sistem perencanaan spasial hingga sistem perencanaan angkutan moda beserta infrastruktur pendukungnya agar terciptanya kondisi kota yang teratur dan terencana. Transit oriented development, merupakan penggabungan fungsi dari suatu lahan campuran dan kawasan transit, dimana penggabungan lahan tersebut meliputi sebuah kawasan dengan fungsi yang lengkap, dapat dijangkau dengan berjalan kaki, serta dekat dengan kawasan transit. Penelitian ini termasuk kedalam penelitian terapan. Metode penelitian yang penulis gunakan dalam adalah metode deskriptif dengan analisis komparatif dan analisis pembobotan menggunakan scorecard analysis yang dikeluarkan oleh ITDP melalui TOD Standard 2.1. Penelitian ini akan memberikan hasil kesesuaian konsep pengembangan kawasan TOD dengan standar dan kebijakan yang berlaku. Mengacu kepada Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) dalam pedomannya yang berjudul TOD Standard 2.1, terdapat 8 prinsip TOD dengan 21 metrik kinerja penilaian yang harus diterapkan dalam pengembangan kawasan TOD. Kemudian hasil poin keseluruhan akan dijumlahkan untuk menentukan ranking TOD yang didapatkan, Jika hasil penilaian tidak mencapai poin minimal (55 poin) maka pengembangan tidak dapat dikatakan sebagai pengembangan yang berorientasi transit. Berdasarkan hasil penilaian yang sudah dilakukan terbukti bahwa pengembangan Kawasan TOD di Gateway Park belum dapat memasuki standar terendah kawasan TOD yang dikeluarkan oleh ITDP. Walaupun sebesar 51 poin sudah didapatkan pihak pengembang, namun hal ini masih tidak efektif mengingat pembangunannya yang terlalu eksklusif dan tidak saling terintegrasi dengan Kawasan sekitarnya.

Keywords

Gateway Park; LRT; TOD

Full Text:

PDF

References

BPS Kota Bekasi. (2017). Kota Bekasi Dalam Angka 2017

Cervero. (2002). Travel Characteristics of Transit-Focused Development in California (oakland, California: Bay Rapid Transit Distric). California: California Department of Transportation

City Of Austin Neighborhood Planning And Zoning Department. (2006). Transit-Oriented Development Guidebook. Texas

Gateway Park Jaticempaka. (2016). Product Knowledge Gateway Park. Jakarta : PT. Adhi Commuter Property.

ITDP. (2013). TOD Standard 2.1. New York.

Republik Indonesia. (2017). PERMEN Agraria dan Tata Ruang No. 16 Tahun 2017 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Berorientasi Transit. Lembaran Negara RI Tahun 2017, No. 5103. Sekretariat Negara. Jakarta.

Republik Indonesia. (2008). Undang-Undang No. 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional. Lembaran Negara RI Tahun 2008, No. 48. Sekretariat Negara. Jakarta

Rodrigue, J. dkk. (2017). The Geography of Transport Systems 4th Edition. London : Routledge.

Tamin, O. (1997). Perencanaan dan Pemodelan Transportasi. Bandung: ITB

Taylor, F. (2009). Journal of Local Government, Birmingham : Birmingham University – Department of Publicity


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.