PERTANIAN VERTIKAL DI ARJUNA UTARA

Christopher Darius, Lina Purnama
| Abstract views: 63 | views: 50

Abstract

Millennial are an innovative generation both in terms of technology and in solving problems. This generation has its views both on the way the world works and its impact on the environment. In terms of food availability and quality, Millennial are very concerned about their food. This generation of "foodies" prefers organic foods whose sources are guaranteed, given a large amount of environmental pollution and excessive use of pesticides. Millennials in Jakarta are competing to find innovatives solution to fix this problem, agriculture in the city began to emerge in the form of hydroponics. This is also done to improve the problem of Jakarta food distribution system that has been outdated, where all food is produced from the suburban areas and distributed to markets in Jakarta. The vertical farming system is a system that can be said to be new in Jakarta. This system can supply all parts of Jakarta in the form of a "decentralized" system in which each area has its own vertical farming which will supply food. Arjuna Utara is a road in the Duri Kepa area which is a border area between West and South Jakarta where this area does not have any formal market. The informal market that stands in the patra area is a less organized area. This site has an existing conventional farm where the land is cultivated as a vegetable garden. In this project the building has 8 floors, 4 of which are using aeroponic systems. The rest are in the form of public spaces and eating places that can become a new center of crowd on North Arjuna Road.

 

Abstrak

Milenial merupakan generasi yang inovatif baik dari segi teknologi maupun dalam memecahkan masalah. Generasi ini memiliki pandangannya sendiri baik terhadap cara dunia bekerja dan dampaknya terhadap lingkungan. Dalam hal ketersediaan dan kualitas pangan, milenial sangat memperhatikan makanan mereka. Generasi “foodies” ini lebih memilih makanan organik dan makanan yang sumbernya terjamin, mengingat banyaknya pencemaran lingkungan dan penggunaan pestisida secara berlebihan. Para milenial di Jakarta berlomba-lomba mencari inovasi untuk memperbaiki masalah ini, pertanian di dalam kota mulai bermunculan dalam rupa hidroponik. Hal ini sekaligus dilakukan untuk memperbaiki masalah sistem distribusi pangan Jakarta yang sudah tertinggal, di mana semua pangan dihasilkan dari daerah terluar Jakarta dan didistribusikan ke pasar-pasar di Jakarta. Sistem pertanian vertikal adalah sebuah sistem yang dapat dikatakan baru di Jakarta. Sistem ini dapat menyuplai seluruh bagian Jakarta dalam bentuk sistem desentralisasi yang masing-masing wilayah memiliki pertanian vertikalnya yang akan menyuplai makanan sendiri. Arjuna utara merupakan sebuah jalan di wilayah Duri Kepa yang merupakan area perbatasan antara Jakarta Barat dan Selatan di mana area ini belum memiliki pasar formalnya sendiri. Pasar informal yang berdiri berada di area patra di mana merupakan area yang kurang tertata. Tapak ini memiliki existing pertanian konvensional di mana tanah digarap sebagai kebun sayuran. Dalam proyek ini bangunan memiliki 8 lantai yang 4 diantaranya merupakan area pertanian bersistem Aeroponik dan sisanya berupa ruang publik dan tempat makan yang dapat menjadi pusat keramaian baru di jalan Arjuna Utara.

Keywords

Desentralisasi; Milenial; Vertikal Pertanian

Full Text:

PDF

References

Perkins, B. (2013, May 31). Milenial Say They Don't Want a Home Like Their Parents'. Realtor Magazine.

Chase, J., dkk. (1999). Everyday Urbanism. New York: Monacal Press.

Liu, H. (2012). "Distributed Workplace for Facebook. Inc: a new office typology for the 21st century workstyle". Architecture Thesis Prep. 196.

Marks, P. (15 January 2014). "Vertical farms sprouting all over the world". New Scientist.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.