PUSAT PENGEMBANGAN KEPERCAYAAN DIRI

Dessy Andiwijaya, Franky Liauw
| Abstract views: 58 | views: 78

Abstract

Self-confidence is a very important aspect of our lives. Everyone is different from one another, each has a unique character attached to him. From that difference, it can be seen that there are people who are confident, but there are also people who lack confidence. Because with us lacking in confidence, we will miss the opportunities that exist in this life, such as work. Self-confidence also makes a person nervous, anxious, difficult to interact socially and unable to find self-concept. From the above, as if self-confidence is the root of life because it determines the thoughts and activities that we will do everyday. Self-confidence is influenced by internal factors and external factors. External factors are family environment, friend environment and work. A person's confidence and character influences all aspects of a person's life, such as finance, work, social life and others. Internal factors of lack of confidence are self-concept, self-esteem, and life experience. Confidence (confidence) determines how a person will judge and respect him personally. Self-confidence is a belief in the ability of yourself to achieve something and can accept self-deficiencies so that these deficiencies become a strength in us. Whereas according to Hurlocks, Confidence (self-confidence) is an attitude in someone who can / can accept reality, develop self-awareness, think positively, have independence, & have the ability to have everything that is desired. To develop self-confidence, we need to improve self concept, ability and social interaction.

 

Abstrak

Kepercayaan diri merupakan aspek yang sangat penting dalam kehidupan kita. Setiap orang berbeda satu dan lainnya, masing-masing memiliki karakter yang khas melekat pada dirinya. Dari perbedaan itulah, dapat diketahui bahwa terdapat orang yang percaya diri, namun ada pula orang yang kurang percaya diri. Karena dengan kita kurang percaya diri, kita akan melewatkan kesempatan-kesempatan yang ada dalam kehidupan ini, misalnya pekerjaan. Kepercayaan diri juga membuat seseorang bersikap gugup, cemas, sulit untuk berinteraksi sosial dan tidak dapat untuk menemukan konsep diri. Dari hal di atas, seakan-akan kepercayaan diri merupakan akar dari kehidupan karena hal ini menentukan pikiran dan aktivitas yang akan kita lakukan sehari-hari. Kepercayaan diri diperngaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor eksternal yaitu  lingkungan keluarga, lingkungan teman dan pekerjaan. Kepercayaan diri dan karakter seseorang mempengaruhi segala aspek kehidupan seseorang, misalnya finansial, pekerjaan, kehidupan sosial dan lain-lain. Faktor internal dari kurangnya kepercayaan diri yaitu konsep diri, harga diri, dan pengalaman hidup. Rasa percaya diri(confidence) menentukan bagaimana seseorang akan menilai dan menghargai dirinya pribadi. Kepercayaan diri merupakan keyakinan akan kemampuan diri sendiri untuk mencapai suatu hal dan dapat menerima kekurangan diri sehingga menjadikan kekurangan tersebut menjadi kekuatan dalam diri kita. Sedangkan menurut Hurlocks, Confidence(kepercayaan diri) merupakan sikap pada diri seseorang yang dapat/ bisa menerima kenyataan, mengembangkan kesadaran diri, berpikir positif, memiliki kemandirian,& mempunyai kemampuan untuk memiliki segala sesuatu yang diinginkan.Untuk mengembangkan kepercayaan diri, kita perlu meningkatkan meningkatkan konsep diri, kemampuan dan interaksi sosial.  

Keywords

kemampuan; kepercayaan diri; konsep diri; pengembangan diri

Full Text:

PDF

References

Alvara Research Center. (2015). “The Potraits of Urban Moslem: Gairah Religiusitas Masyarakat Kota”.

Anthony, R. (1992). Rahasia Membangun Kepercayaan Diri (terjemahan Rita Wityadi). Jakarta : Binarupa Aksara.

Character Education for 21th Century . 27 Februari 2015. Diakses 20 juni 2019. https://curriculumredesign.org/wp-content/uploads/CCR-

Hambly, K. (1992). Psikologi populer: Bagaimana meningkatkan rasa percaya diri (Terjemahan FX. Budiyanto) Jakarta: Arcan.

Hurlock, E.B.(1997). Psikologi Perkembangan. Jakarta : Erlangga.

Lauster, P. (2005). Tes Kepribadian. Jakarta: Bumi Aksara.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.