PUSAT REHABILITASI KAUM MILENIAL DEPRESI DI JAGAKARSA

Aghnia Lovita, Andi Surya Kurnia
| Abstract views: 144 | views: 149

Abstract

Millenials are this generation’s young adults who are very vulnerable to an anxiety and depression, which if this disorder no immediately treated, it would impact to psychiatric disorders (schizophrenia and even suicide). However, many mild – depressed people doesn’t want to seek treatment immediately because lack of knowledge about depression so there’s negative stigma. There are many assumptions where depression is considered “crazy” so which then that patients don’t seek any help, close themselves, and deny. In fact, a few mental hospital in Indonesia doesn’t even meet the proper standards to be called a recovery center. But, seeing from the side of psychology, environment factor has a huge role in recovery process. Therefore, there is a need for a vessel of support for those people who need help on mental health and realizing a comfortable environment for those who are recovering. And improving the perspective of people on the negative stigma about mental disorder and supporting the realization of a strong, comfortable social relation between people and depression sufferers. By using healing environment method, Sanctuary for Depression aims to respond toward all problems which patients acquire a various of health facilities which are needed accordingly and a broader knowledge about  depression, so that the negative stigma which has been planted for a long time could be corrected.

 

Abstrak

Milenial merupakan generasi yang sangat rentan terkena gangguan kecemasan dan depresi dimana bila tidak segera ditangani akan berdampak serius (skizofrenia hingga bunuh diri). Tetapi, banyak penderita depresi ringan atau sedang yang tidak mau langsung berobat dikarenakan kurangnya pemahaman terhadap depresi sehingga munculnya stigma negatif. Banyaknya asumsi dimana depresi dianggap “gila” sehingga penderita tidak mencari pertolongan, menutup diri, dan menyangkal. Bersamaan dengan itu juga, kurangnya fasilitas dan perhatian serius terhadap masalah  kesehatan mental (depresi) yang ada di Indonesia. Beberapa rumah sakit jiwa di Indonesia bahkan tidak layak untuk digunakan sebagai tempat pemulihan. Sedangkan dilihat dari sisi psikologis, faktor lingkungan memiliki peran besar dalam proses penyembuhan. Maka dari itu, dibutuhkannya wadah yang memberikan support kepada masyarakat akan kesehatan mentalnya dan mewujudkan lingkungan yang nyaman untuk penderita gangguan mental dalam berobat. Serta meningkatkan kesadaran masyarakat dan memperbaiki stigma terhadap gangguan mental sehingga mendukung terjadinya ikatan sosial yang kuat dan nyaman antara masyarakat dan penderita depresi. Dengan menggunakan metode healing environment, maka Pusat Rehabilitasi Kaum Depresi bertujuan untuk menyikapi semua masalah tersebut dimana pasien mendapatkan berbagai fasilitas kesehatan yang sesuai dibutuhkan dan pengenalan lebih luas mengenai depresi kepada masyarakat sehingga memperbaiki stigma yang sudah tertanam sejak lama.

Keywords

depresi; rehabilitasi; stigma

Full Text:

PDF

References

Alread, J. dan Leslie, T. (2007). Design Tech: Building Science for Architect. London: Elseiver, Linacre House, Jordan Hill, Oxford.

American Psychiatric Association. (2000). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (Fourth Edition-Text Revision): DSM-IV-TR. Washington DC: American Psychiatric Association.

Gifford, R. (2007). Environmental Psychology: Principles and Practice (5th ed.). Colville, WA: Optimal Books.

Holahan, C. J. (1982). Environmentas Psychology. Random House, Inc.

Kaplan, H. I. (2010). Ilmu Kedokteran Jiwa Darurat. Jakarta: Widya Medika.

Knecht, M. L. (2010). Optimal Healing Environments. Healthy Communities by Design: Redlands and Loma Linda, CA.

Laurens, J. M. (2004). Arsitektur dan Perilaku Manusia. Jakarta: Grasindo

Rosenvald, T., Oei, T. P. S. & Schmidt, M. (2007). Flight Your Dark Shadow: Managing Depression with Cognitive Behaviour Therapy (I. Saraswati, trans). Brisbane: Depression Managed.

Solomon, R. M. (2009). Customer Behaviour: An European Perspective. New Jersey: Financial Times Pretince Hall.

Express. (2012, December 4). Smell to Make You Well. Diambil kembali dari Express: https://www.express.co.uk/life-style/health/362320/Smells-to-make-you-well

Greeners.co. (2018, November 11). Stres? Hirup 5 Aroma Bunga Ini! Diambil kembali dari Greeners: https://www.greeners.co/gaya-hidup/stres-hirup-5-aroma-bunga-ini/

Katagaluh perantau. (2014). Perawatan pada Rehabilitasi Gangguan Jiwa. Diambil kembali dari Katagaluhperantau: http://katagaluhperantau.blogspot.com/2014/04/perawatan-pada-rehabilitasi-gangguan.html

Pressreader. (2017). Menjadi Generasi Narsis Tahan Banting. Diambil kembali dari Pressreader: https://www.pressreader.com/indonesia/nova/20170109/281560880481397


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.