REDESIGN RUSUNAWA BENHIL 1 DI BENDUNGAN HILIR

Richard Jackson Lieando, Diah Anggraini
| Abstract views: 73 | views: 213

Abstract

The city of Jakarta as the capital city of the Republic of Indonesia has very fast development and progress in various fields and sectors such as social, economic, cultural and political. Because of the attraction caused by Jakarta, people from other cities came to Jakarta to find better jobs or education. This triggered urbanization which caused the population density of Jakarta to increase every year. With the increase in population, the need for housing has also increased. To overcome residential problems, especially for the Millennial group, which currently has a significant amount, a program that can solve the problem is planned. Considering that Jakarta's land has become less, the design of buildings must be effective but not to forget the architectural aspects. The target users of this project are millennial MBR groups (low income people), so this study is preceded by a study of the characteristics of the millennial group. This understanding will be considered in the design process of residential buildings. The design method in this project refers to the typology study approach and how to create buildings and environments that are in accordance with their wishes. This study resulted in the principle of residential design for millennials belonging to the low income group.

Abstrak

Kota Jakarta sebagai Ibu Kota negara Republik Indonesia memiliki perkembangan dan kemajuan yang sangat pesat di berbagai bidang dan sektor seperti sosial, ekonomi, budaya dan politik. Karena daya tarik yang ditimbulkan oleh Jakarta, masyarakat dari kota lain berbondong-bondong pergi ke Jakarta untuk mencari pekerjaan ataupun pendidikan yang lebih baik. Hal tersebut memicu urbanisasi yang menyebabkan jumlah dan kepadatan penduduk Jakarta meningkat setiap tahunnya. Dengan peningkatan jumlah penduduk maka kebutuhan akan hunian juga meningkat. Untuk mengatasi masalah hunian terutama bagi kelompok Millennial yang saat ini berjumlah cukup signifikan, Maka di rencakan program yang bisa mengatasi masalah tersebut. Mengingat  lahan Jakarta sudah semakin sedikit maka desain dari bangunan harus efektif namun tidak melupakan aspek-aspek arsitektur. Target pengguna dari proyek ini adalah millenial golongan MBR (masyarakat berpenghasilan rendah), maka studi ini didahului dengan kajian tentang ciri karakteristik kelompok millennial. Pemahaman tersebut akan dipertimbangkan dalam proses penyusunan konsep perancangan bangunan hunian. Metode perancangan pada proyek ini mengacu pada pendekatanstudi tipologi dan bagaimana menciptakan bangunan serta lingkungan yang sesuai dengan keinginan mereka. Studi ini  menghasilkan prinsip perancangan hunian bagi kaum millenial yang masuk dalam golongan berpenghasilan rendah.

Keywords

Hunian; MBR; Millennial; Urbanisasi

Full Text:

PDF

References

Coates, N. (2012). Narrative Architecture. John Wiley and Sons. New Jersey

Dal Co, Moneo, Vilder, Teyssot. (1978). Oppositions. Journal for Ideas and Criticism in Architecture, MIT Press.

Harahap, F. (2013). Dampak Urbanisasi Bagi Perkembangan Kota di Indonesia. Jurnal society, Vol.1, No.1

https://megapolitan.kompas.com/read/2017/10/18/14370131/karena-lokasi-harga-sewa-rusun-ks-tubun-di-tanah-abang-lebih-tinggi

https://www.scribd.com/doc/220055274/Kelompok-Sasaran-Masyarakat-Berpendapatan-Rendah-MBR

https://www.slideshare.net/sepalbarwary5/types-of-housing-and-residintial-blocks

https://jakarta.bps.go.id/

https://www.99.co/blog/indonesia/perbedaan-rusun-rusunawa-rusunami/

http://www.aucklanddesignmanual.co.nz/sites-and-buildings/apartments

Rumimper, J. (Oktober 2017). Hubungan Kecenderungan Tinggal Dengan Kecukupan Hunian, Kepuasan dan Kemampuan Penghuni Rusuna (Studi kasus Rusun Tambora). Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni, 1, 448-454.

Peraturan Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 1 Tahun 1991 Tentang Rumah Susun di Daerah Khusus Ibukota Jakarta

Peraturan Menteri pekerjaan Umum Nomor 05/PRT/2007 Tentang Pedoman Teknis Pembangunan Rumah Susun Sederhana Bertingkat Tinggi.

Puspita, S. (12/03/2018) Rusun KS Tubun yang ahkirnya untuk warga berpenghasilanmenengah

Sondakh, W. (2014). Pemenuhan Hak Atas Perumahan Yang Layak Bagi Masyarakat Miskin di Perkotaan Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum, Vol.1, No.2

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2011 Tentang Rumah Susun

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2011 Tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.