KOPERASI PEKERJA FILM INDONESIA SEBAGAI WADAH KERJA SAMA DALAM MENGHADAPI TANTANGAN DAN PELUANG INDUSTRI PERFILMAN INDONESIA DI ERA MILENIAL

Angela Angela, Timmy Setiawan
| Abstract views: 58 | views: 38

Abstract

These past four years marks an era of escalation for the Indonesian film industry because of milenials’ consumptive behaviour toward entertainment. Even though this industry has steady growth and a lot of potential to evolve, Indonesian film industry still faces challenges and of course, opportunities at the same time. The challenges and opportunities faced by this industry need to then be facilitated with cooperatives that compatible with the characteristics of Indonesian milenials; confident, creative, and connected. Indonesian Film Workers Cooperative enable activities that support the education, production, distribution and film exhibition. This is translated into the form of cooperative office, gallery, library, seminar room, classrooms, multi-function hall, amphitheater, souvenir shops and café & bar. Uniting Indonesia film makers by equipping them with knowledge and expertise, and opening opportunities for cooperation are the main focuses. All this is agreed upon and supervised concurrently; all capital, profits and losses become shared responsibilities. The design method used for this project is typology. The problem of circulation between pedestrians and vehicles is answered through the concept of permeability. Presenting activities that embrace the public are presented along the flow of public circulation. The chosen site, Taman Ismail Marzuki, is a 6,525m2 land space with a total building area of 18,332m2 located in Cikini, Central Jakarta. The presence of Indonesian Film Workers Cooperative brews hope that the film industry in Indonesia will succeed throughout the nation by upholding cooperation and togetherness.

 

Abstrak

Era kebangkitan industri perfilman Indonesia empat tahun belakangan digerakkan oleh prilaku konsumtif milenial terhadap hiburan. Sekalipun industri ini memiliki konsistensi pertumbuhan dan potensi berkembang yang sangat besar ke depannya, tantangan dan peluang tetap mewarnai perjalanan industri perfilman Indonesia. Tantangan dan peluang yang dihadapi oleh industri ini perlu difasilitasi dengan wadah kerjasama berupa koperasi yang cocok dengan sifat milenial Indonesia yaitu confidence, creative, dan connected. Dalam menjalani kegiatan berkoperasi, Koperasi Pekerja Film Indonesia mewadahi, memfasilitasi, dan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan aspek pendidikan, produksi, distribusi, dan eksibisi film. Hal ini diterjemahkan ke dalam program ruang berupa kantor koperasi, galeri, perpustakaan, ruang seminar, kelas, multi-function hall, amphiteater, toko souvenir dan café & bar. Memadukan derap para film makers se-Indonesia dengan memperlengkapi mereka dengan pengetahuan dan keahlian yang mumpuni dan membuka peluang kerjasama sebesar-besarnya menjadi fokus utama. Segala kegiatan disepakati dan diawasi bersama. Segala modal, keuntungan dan kerugian pun menjadi tanggung jawab bersama. Metode perancangan yang digunakan adalah tipologi. Lokasi tapak terpilih adalah: Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat. Permasalahan crossing sirkulasi antara pejalan kaki dan kendaraan dijawab melalui konsep permeabilitas. Menghadirkan aktivitas yang merangkul masyarakat umum pun turut dihadirkan di sepanjang alur sirkulasi publik yang ada di bangunan. Total luas lahan adalah 6,525m² dan total luas bangunan adalah 18,332m². Dengan keberadaan Koperasi Pekerja Film Indonesia, diharapkan terwujud industri perfilman Indonesia yang berjaya di negara sendiri dengan menjunjung kerjasama dan kebersamaan.

Keywords

film; indonesia; koperasi; milenial; pekerja

Full Text:

PDF

References

Anonim. “Film” diunduh pada 9 Januari 2019 < https://id.wikipedia.org/ >

Anonim. “Koperasi” diunduh pada 9 Januari 2019 < https://id.wikipedia.org/ >

Hasanuddin dan Lilik. (2017). The Urban Middle Class Milenials Indonesia. Jakarta: PT Alvara Strategi Indonesia

Mangunhardjana, M. (1976). Mengenal Film. Yogyakarta: Yayasan Kanisius

Salim. (1982). Profil Dunia Film Indonesia. Jakarta: Grafiti Pers

Sulistijowati. (1991). Tipologi Arsitektur pada Rumah Kolonial. Surabaya: Plampitan

Tonny. (2014). Pengembangan Masyarakat. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia

Tjahjono, G. (2000). Metode Perancangan. Depok: Universitas Indonesia

Sinaga, D. (2019). “Koperasi” diunduh pada 12 Februari 2019 < https://www.studiobelajar.com/ >


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.