PERPUSTAKAAN LAB

Anthony Christianto, Budi Adelar Sukada
| Abstract views: 27 | views: 36

Abstract

The millennial generation is a periodical generation that includes people who were born in the year 1980–2000 who have the will to improve oneself, to be acknowledged, do things instantly and have a deeper understanding about technology. This generation that is well known for pioneering in the field of technological development should be provided with a range of education, both independently or collaboratively, so as to support each individual in creating various innovation for a better future, thus achieving the real self-actualization. To support it, an open space should be available for the millennials to conduct experimental or social and contextual learning for understanding the technological knowledge better. According to the method of the developmental stages of building typology ranging from the prototypical to the stereotypical, the presence of lab-rary (lab library) hopes to give a solution for the millennials to be supplied with the sophisticated and comprehensive technological education, through hands-on experience via experimental laboratory, or a diverse range of theoritical book collection that is accompanied with discussion rooms throughout the plan to enhance the collaborative learning of technology and its advancements. Lab-rary hopes to provide the contemporaneity values for the millennial users that use it as a place to study, co-create, collaborate in a team or as a temporary playroom all built under one single roof that vows to create a living educational platform for the self-improvement of millennials.

 

Abstrak

Generasi milenial merupakan sebuah jenjang generasi yang lahir pada tahun 1980–2000 yang memiliki keinginan untuk mengembangkan potensi diri, diakui, serba instan dan paham lebih dalam di bidang teknologi. Milenial yang seyogyanya merupakan pelopor dalam perkembangan berbasis teknologi wajib dibekali oleh pelbagai edukasi, baik secara mandiri maupun kolaboratif, dalam mendukung individu menciptakan berbagai inovasi untuk masa depan yang lebih baik, agar mencapai tingkat aktualisasi diri yang nyata. Untuk menunjang aktivitas tersebut, diperlukan wadah bagi para milenial dalam melakukan pembelajaran eksperimental maupun secara sosial dan kontekstual dalam mencari ilmu pengetahuan yang lebih dalam. Sesuai dengan metode tipologi perkembangan fungsionalitas perpustakaan dari prototipe hingga stereotipe, kehadiran perpustakaan lab diharapkan dapat menjadi salah satu solusi bagi para milenial untuk mendapatkan edukasi teknologi yang mutakhir dan komprehensif, baik secara pengalaman langsung melalui laboratorium-laboratorium praktik yang bersifat eksperimental, maupun melalui koleksi buku teoritikal yang diselingi dengan ruang-ruang diskusi untuk membuka wawasan yang lebih luas akan pengetahuan tentang teknologi. Perpustakaan lab diharapkan dapat menghadirkan nilai-nilai kesejamanan bagi para pengguna milenial yang menggunakan wadah tersebut untuk belajar, berkreasi, berkolaborasi secara kelompok dan mandiri atau sebagai tempat pelesiran sementara yang disatukan di dalam satu atap sebagai ruang edukatif untuk pengembangan diri generasi milenial.

Keywords

kolaborasi; milenial; pengembangan diri; perpustakaan; teknologi

Full Text:

PDF

References

Actiu. (2016). Designing for the Millennial Generation. Diunduh 5 Januari 2019, dari https://www.actiu.com/en/articles/news/designing-for-the-millennial-generation/

Alvara Research Center. (2016). Indonesia 2020 : The Urban Middle Class Millennials. Jakarta : Alvara.

Badan Pusat Statistik. (2018). Profil Generasi Milenial Indonesia. Jakarta : BPS.

Center for Strategic and International Studies. (2017). Orientasi Sosial, Ekonomi dan Politik Generasi Milenial. Jakarta: CSIS

Jenkins, R. (2017). This is Why Millennials Care so Much about Work-Life Balance. Diunduh 3 Januari 2019, dari https://www.inc.com/ryan-jenkins/this-is-what-millennials-value-most-in-a-job-why.html

John, G. (2016). Designing Libraries in 21st Century. London: British Council

Khalil, F. (2016). A Millennial’s Guide to Designing for Millennials. Diunduh 5 Januari 2019, dari https://www.zeuxinnovation.com/designing-for-millennials.htmlNielsen. (2017). Millennials on Millennials: Digital Music and Digital Communication. New York: Nielsen Holdings

Nielsen. (2017). Millennials on Millennials: Lots of Love, Lack of Loyalty. Diunduh 2 Januari 2019, dari https://www.nielsen.com/us/en/insights/news/2017/millennials-on-millennials--lots-of-love-lack-of-loyalty.html

Oldenburg, R. (1999). The Great Good Place. Washington DC: Da Capo Press

Pew Research Center. (2010). Millennials: A Portrait of Generation Next. Washington DC: Pew Research Center

Putra, U. (2019). Indonesia Millennial Report 2019. Jakarta: IDN Research Institute

Spotify. (2018). Understanding People Through Music: Millennial Edition. Stockholm: Spotify

Till, J. (2009). Architecture Depends. London: MIT Press

Perlis, M. (2017). What do Millennials want from Life?. Diunduh 3 Januari 2019, dari https://www.huffingtonpost.com/entry/what-do-millennials-want-_b_10257926

Pew Research Center. (2016). Book Reading 2016. Diunduh 8 Januari 2019, dari http://www.pewinternet.org/2016/09/01/book-reading-2016/

Pew Research Center. (2018). How Millennials Today Compare with Their Grandparents 50 Years Ago. Diunduh 2 Januari 2019, dari http://www.pewresearch.org/fact-tank/2018/03/16/how-millennials-compare-with-their-grandparents/

Pew Research Center. (2018). Millennials: Confident. Connected. Open to Change. Diunduh 2 Januari 2019, dari http://www.pewsocialtrends.org/2010/02/24/millennials-confident-connected-open-to-change/

Roth Studio. (2016). Architecture for Millennials. Diunduh 5 Januari 2019, dari https://www.roth.com.au/blog/architecture-for-millennials/


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.