LIVING STRIP: FASILITAS TRANSIT DAN PASAR SEGAR KAWASAN KOTA

Hendri Librata, Suryono Herlambang
| Abstract views: 26 | views: 24

Abstract

Time affects the development of people’s culture. In an era dominated by Millennial Generation, context in society slowly shifting. Linking millennial theme in the Angke Market environment, where the context of relationship between traditional market and public transportation produces an unfinished dialogue. The market slowly lost its meaning even though public transport crowds constantly increasing. Through this design, it is expected to produce architectural works that are able to answer the local dialogue from the Angke environment so that the two distinguished functions are able to live coexistently and mutually reinforce. To meet the needs of urban millennial society, the design used mixed programme method to combine elements of transit and imagery of fresh environment where the combination seeks new views in society, especially the millennial generation in responding the programs so that grows interest and interactions from within. The result of this study are a mixed strip between transit functions (train, metromini, and angkot), traditional fruit and vegetable markets, vertical urban farming, and millennial hangout places in the form of FnB areas. The emergence of new programs such as urban farming dan hangout facilities are responses to link transit and market program as well as contextualizing the prospects for future needs. Responding to the function and context of the surroundings, the Living Strip is expected to feel fresh, spacious, and light as an object that became norm in daily basis.

 

Abstrak

Perkembangan jaman berpengaruh pada perkembangan dari kebudayaan masyarakatnya. Dalam era yang didominasi generasi milenial, konteks dalam masyarakat kota perlahan mengalami pergeseran. Mengaitkan tema milenial pada lingkungan Pasar Angke, dimana konteks hubungan pasar tradisional dan kegiatan berkomuter antar-transportasi umum darat menghasilkan dialog yang belum selesai. Pasar kehilangan makna walau transportasi umum semakin sesak dipadati. Melalui desain ini, diharapkan dihasilkan karya arsitektur yang mampu menjawab dialog lokal dari lingkungan Angke tersebut sehingga kedua fungsi mampu hidup koeksisten dan saling menguatkan. Untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat milenial urban, desain menggunakan metode Mixed Program dengan memadukan unsur kegiatan transit dan imagery dari sebuah lingkungan yang segar/fresh dimana dari perpaduan tersebut dapat menciptakan pandangan baru dalam masyarakat terutama generasi milenial dalam merespon program-program yang ada sehingga memunculkan minat untuk berinteraksi dengan program-program yang disediakan dalam sebuah Living Strip. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah strip campuran  fungsi transit (KRL, metromini dan angkot), pasar tradisional buah-sayur, vertical urban farming, dan fasilitas nongkrong milenial berupa area FnB. Kemunculan program baru berupa urban farming dan fasilitas nongkrong merupakan respon untuk mengaitkan program transit dan pasar sekaligus berkonteks pada prospek kebutuhan masa depan. Merespon fungsi dan konteks lingkungan sekitar, Living Strip didesain untuk terasa segar, lapang, dan ringan sebagai suatu objek yang nyaman digunakan dalam berkegiatan sehari-hari.

Keywords

fasilitas transit; milenial; pasar segar; strip campuran

Full Text:

PDF

References

Alvara Research Center. (2016). INDONESIA 2020: The Urban Middle¬-Class Millennials. Jakarta: PT ALVARA STRATEGI INDONESIA

BPS. (2014). Statistik Komuter Jabodetabek (Hasil Survei Komuter Jabodetabek 2014). Jakarta: BPS

Hollingworth, C & L, Barker. (2017). How to Use Behavioral Science to Build New Habits. Washington: WARC

InterBrandDesignForum. (2015). A New Perspective on Millennials. (Tak Diketahui): InterBrandDesignForum

Moneim, D.W.A. (2005). Architecture and Human Behavior, Does Design Affect Our Senses?. Giza: JOURNAL OF THE EGYPTIAN SOCIETY OF ENGINEERS

Mtembu, M. S. (2008). The Architecture of Railway Stations and Transportation Nodes. Durban: University of Kwazulu

Sugiman, T. (2013). Tinjauan Penerapan Lokalitas pada Bangunan Tinggi. Bandung: Universitas Katolik Parahyangan

Wilkinson, T. (2018). Typology Market Hall. Diakses 18 Januari 2019, dari https://www.architectural-review.com/essays/typology-market-hall/10036729.article?blocktitle=Typology&contentID=18909,


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.