STUDIO INOVASI DAN KREATIF KERAJINAN KAYU

Joanne Triani Triani, Mieke Choandi
| Abstract views: 47 | views: 57

Abstract

Woodcrafts Innovation and Creative Studio are a place for craftsmen or enthusiasts of craftsmanship and process, especially wood. With four main programs: Experience, Explore & Learn, Develop, and Community, it’s expected to become a space for providing resources, facilities, knowledge and forming a community for people to work and create a variety of local products, as well as maintaining and contributing to creative economic growth. The background of this studio, because of the potential of natural resources and creative resources. Millennials' behavior differs from those of the previous generation, whereas millennials are perceived to be more creative, giving birth to many potentials in creative economy industry. Craft is one of the three industries who constitute the most contributions to the creative economy, namely woodcraft. Although potential, it's growth has shown to be stagnated, due to the difficulty to transfer of knowledge to the younger generation. For this reason, it’s necessary to provide a space that can introduce and become a forum to ensure the development of creative economy. Based on the results of some researches conducted on millennials, this generation has the desire to engage in new experiences and opportunities to meet people. This behavior can be used to offer a craft product with the addition of experience and stories that can attract millennials. Located in Kemang, which is known as an area that developed towards the artpreneur with the presence of various art store and galleries. This studio provides a space for experience seekers and creative industry players to share ideas, products, knowledge, and tools. The objective is so that those who do not have the skills yet can gain new experiences and skills, even explore the potential in the creative industry. As for creative economic actors, they can deepen their potential and share their knowledge. Aside from that, they can also market their products to a wider scope.

 

Abstrak

Studio kreatif dan inovasi kerajinan kayu merupakan wadah bagi  pengrajin ataupun peminat ilmu dan keahlian dalam proses kerajinan, khususnya material kayu. Melalui empat program yaitu Experience, Explore & Learn, Develop, dan Community membentuk sebuah studio yang  menyediakan sumber daya, fasilitas, pengetahuan, serta sebuah komunitas untuk berkarya melalui produk kerajinan kreatif berkelanjutan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif khususnya kerajinan kayu. Latar belakang hadirnya studio ini, karena potensi sumber daya alam hingga sumber daya kreatif yang dimiliki di Indonesia. Generasi milinial dinilai lebih kreatif daripada generasi sebelumnya, ditandai dengan ekonomi kreatif baru diberbagai bidang. Ekonomi kreatif kerajinan merupakan salah satu bidang yang menyumbang perekonomian terbesar bagi negara. Kerajinan kayu memiliki potensi yang besar, namun pertumbuhannya mengalami stagnasi. Terhambatnya pertumbuhan diakibatkan kesulitan dan terbatasnya perpindahan ilmu ke generasi muda. Untuk itu wadah komunitas ini yang dapat mengenalkan ekonomi kreatif kepada millenial, agar generasi ini dapat terlibat pengalaman dan kesempatan bertemu sesama peminat ketrampilan kerajinan. Melalui riset terhadap generasi millenial, terdapat keinginan pada generasi ini untuk terlibat pengalaman. Perilaku ini dapat dimanfaatkan untuk menawarkan suatu produk kerajinan dengan penambahan pengalaman dan cerita didalam produk yang dapat menarik minat generasi millennial. Berlokasi di Kemang, Jakarta Selatan yang dikenal sebagai kawasan berkembang ke arah artpreneur , ditandakan banyaknya art store, galeri, dan lain-lain. Studio ini menjadi wadah untuk mendapatkan pengalaman dan menggali potensi dibidang ekonomi kreatif bagi pemula. Sedangkan untuk pelaku ekonomi kreatif dapat memperdalam potensi dan berbagi ilmu dalam  proses kreatif, serta mendapat kesempatan berkolaborasi dan memasarkan hasil produk  ke lingkup yang lebih luas.

 

Keywords

ekonomi kreatif; generasi milenial; kreatif; kerajinan kayu; pengalaman

Full Text:

PDF

References

Admin. (2012). Arsitektur dan Psikologi. Diakses 23 Desember 2018 melalui blog: http://fansbuku.blogspot.com/2012/01/arsitektur-dan-psikologi.html?m=1

Aiken, M. (2016). The cyber effect: A pioneering cyber-psychologist explains how human behavior changes online. Spiegel & Grau.

Ahmadi, A.(2018). Walnut – Kayu Gelap Yang Keras, Awet dan Cocok Untuk Kerajinan. Diakses 15 Februari 2019 melalui https://asyraafahmadi.com/in/pengetahuan/material/alami/non-tambang/kayu/walnut/

Ahmadi, A.(2018). Cek Dulu Artikel Ini Sebelum Anda Mulai Mengelola Limbah Kayu. Diakses 1 Maret 2019 melalui https://asyraafahmadi.com/in/pengetahuan/ material/alami/non-tambang/kayu/pemanfaatan-limbah-kayu/

Aswati, A. (2018). 10 Ciri Dasar Generasi Millennial, Kamu Termasuk Gak Nih?. Diakses 2 Januari 2019 melalui https://www.idntimes.com/life/inspiration/sinta-wijayanti-d/10-ciri-dasar-generasi-millennial-c1c2/full

Botsman, R., & Rogers, R. (2010). What’s Mine Is Yours‐How Collaborative Consumption is Changing the Way we live. Business.

Brett (2018). Brief History of Makerspace Diakses 20 Maret 2019 melalui https://midmomakerlabs.com/brief-history-of-makerspaces/

Kasali, R. (2018). The Great Shifting. Gramedia Pustaka Utama.

Kasali, R. (2016). Ini Beda antara ‘Sharing’ dan ‘Sharing Economy’. Diakses 23 Desember 2018 melalui kompas:

https://money.kompas.com/read/2016/05/03/054100826/ Ini.Beda.antara.Sharing.dan.Sharing.Economy.

http://smartcity.jakarta.go.id/maps/, diakses 26 Desember 2018

https://maubelajarapa.com/, diakses 30 Desember 2018

http://www.bekraf.go.id/pustaka/page/data-statistik-dan-hasil-survei-khusus-ekonomi-kreatif, diakses 12 Februari 2019

https://en.oxforddictionaries.com/definition/makerspace, diakses 12 Februari 2018

Madjid, A. (2017). Generasi Milenial dan Keuangan Mereka. Diakses 2 Januari 2019 melalui https://finance.detik.com/perencanaan-keuangan/d-3620868/generasi-milenial-dan-keuangan-mereka

Mah, K. (2013). Architecture & Human Behaviour. Hal 5-8. Diakses 23 Desember 2018 melalui academia.edu

Marcomm, M. (2018). Millenials. Fantasious x Lovable

McLeod, S. (2018). Maslow's Hierarchy of Needs. Diakses 19 Januari 2019 melalui https://www.simplypsychology.org/maslow.html

Morgan, B. (2015). NOwnership, No Problem: Why Millennials Value Experiences Over Owning Things. Diakses 15 Februari 2019 melalui https://www.forbes.com/sites/blakemorgan/2015/06/01/nownershipnoproblem-nowners-millennials-value-experiences-over-ownership/#39d7d7275406

https://id.wikipedia.org/wiki/Workshop , diakses 18 Februari 2019

http://www.raionwood.com/2017/01/kelebihan-memiliki-alat-makan-dan-alat.html, diakses 1 Maret 2019

Laciarsip. (2011). Arsitektur dan Budaya. Diakses 15 Februari 2019 melalui https://www.scribd.com/document/52811565/ARSITEKTUR-dan-BUDAYA

Narjoko,D. , Anas,T., & Aswicahyono, H.(2015). Rencana Pengembangan Kerajinan Nasional 2015-2019. Jakarta : PT. Republik Solusi , diunduh 21 Maret 2019 melalui http://indonesiakreatif.bekraf.go.id/ikpro/wp-content/uploads/2015/07/Rencana-Pengembangan-Kerajinan-Nasional.pdf

Purwadi, L. (2016). Indonesia 2020: The Urban Middle Class Millenials. diakses 15 Februari 2019 melalui https://www.researchgate.net/publication/314448735_Indonesia_2020_ The_Urban_Middle_Class_Millenials

Putra, C. N. (2018). Data Statistik dan Hasil Survei Khusus Ekonomi Kreatif. Diakses 20 Maret 2019 melalui http://www.bekraf.go.id/pustaka/page/data-statistik-dan-hasil-survei-khusus-ekonomi-kreatif

Sabdarini, I. T. (2018). Infografis Ringkasan Data Statistik Ekonomi Kreatif Indonesia. Diakses 12 Februari 2019 melalui http://www.bekraf.go.id/berita/page/9/83-infografis-ringkasan-data-statistik-ekonomi-kreatif-indonesia

Slee, T. (2015). What's yours is mine: Against the Sharing Economy. OR Books.

Taher, E. (2017). 4 Karakteristik Millennial yang Perlu Diketahui Bagian Pemasaran. Diakses 18 Januari 2019 melalui https://id.techinasia.com/4-karakteristik-millennial

Tjahjono, G. (2014). Peran Arsitektur dan Antropologi dalam Tata Ruang Kota Indonesia Abad 21. Antropologi Indonesia.

Tsukamoto, Y., & Kaijima, M. (2010). Behaviorology. Rizzoli International Publications.

Wulandari, D. (2016). Membidik Generasi Millennials. Diakses 23 Desember 2018 melalui https://mix.co.id/mix-magazine/membidik-generasi-millennials


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.