PENERAPAN TIPOLOGI KANTOR, ARSITEKTUR DAN PERILAKU MILENIAL PADA PERANCANGAN STUDIO ANTAR-KREATIF DI TEBET

Kristel Karina Lestari
| Abstract views: 62 | views: 59

Abstract

Technologicaly advancements have facilitated work, both directly and indirectly. This has changed the lifestyle of the people, especially the millennial generation in Jakarta. Not a few generations often changing jobs, which are not closed in the current generation according to their individual needs. Millennial generation approved balance as one of the things seen in the agreement of life. Inter-Creative Studio is a space that provides a more interactive, creative and flexible work space in the creative economy in the multimedia sub-sector to enhance creativity and economy. Inter-Creative Studio is designed with the aim of providing a place to work independently for the millennial generation by paying attention to the life balance of workers. Through trans-programming that combines creative work and entertainment programs as a whole in the design creates the same space with the integration of changing usage times. The existence of the facade concept gives expression to architecture with a combination of melody and rhythm and the concept of height differences in design as creativity and spatial space in architecture with lighting, materials to building form.


Abstrak

Kemajuan teknologi telah mempermudah pekerjaan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Hal ini telah merubah gaya hidup masyarakat, khususnya generasi millenial di Jakarta. Tidak sedikit generasi milenial berpindah – pindah pekerjaan, yang tidak menutup kemungkinan bahwa generasi milenial berjalan sesuai dengan kebutuhan masing – masing. Generasi millenial mendefinisikan keseimbangan sebagai salah satu hal yang dilihat dalam menjalani kehidupan. Studio Antar – Kreatif merupakan sebuah wadah yang menyediakan ruang bekerja menjadi lebih interaktif, kreatif dan fleksibel dalam bidang ekonomi kreatif di sub-sektor multimedia untuk meningkatkan kreativitas dan perekonomian. Studio Antar – Kreatif didesain dengan tujuan menyediakan wadah bekerja mandiri bagi generasi milenial dengan memperhatikan keseimbangan hidup kaum pekerja. Melalui trans-programming yang memadukan program bekerja kreatif dan hiburan sebagai satu kesatuan didalam sebuah desain menciptakan sebuah ruang yang sama dengan intensitas waktu penggunaan yang bergantian. Adanya konsep fasad memberikan ekspresi terhadap arsitektur dengan kombinasi melodi dan ritme serta konsep perbedaan ketinggian lantai dalam desain sebagai gambaran kreativitas dan spasialitas ruang dalam arsitektur dengan pencahayaan, material hingga bentuk.


Keywords

fasilitas bekerja; fasilitas hiburan; milenial bekerja; studio kreatif; transprogramming

Full Text:

PDF

References

Ali, H. dan Purwandi L. (2016). Indonesia 2020: The Urban Middle-Class Millenials.

Jakarta: PT Alvara Strategi Indonesia

Antoniades, A. C. (1990). “Music and Architecture”, Poetics of Architecture Theory of Design. New York: Van Nostrand Reinhold.

Aprilianti, D. F. (2018). Millennials, Generasi Tanggap Teknologi Namun Tak Punya Loyalitas. Pekerjaan Seperti Apa yang Mereka Cari. Retrieved February 11, 2019, from https://www.kalibrr.com/advice/2018/01/pekerjaan-yang-dicari-millennials

Blakke, M. (2014). The Resonant Human: The Science of How Tempo Affects Us. Retrieced February 11, 2019, from https://sonicscoop.com/2014/06/19/the-resonant-human-the-science-of-how-tempo-affects-us/

Darmajati, R. S. (1983). Istilah-istilah dunia pariwisata, Pradnya Paramita, Jakarta

Davies, M. A. (2000). Learning the beat goes on. Childhood Education, 76(3), 148-153.

Jaya, B. A. (2016). Tipologi Sarana Perkantoran: AR. 3131 Perkembangan Tipologi Arsitektur. Retrieved 10 February 10, 2019, from https://www.scribd.com/doc/301533798/Tipologi-Sarana-Perkantoran

Liu, H. (2012). Distributed Workplace for Facebook. Inc: a new ofce typology for the 21st century workstyle. Retrieved February 10, 2019, from https://surface.syr.edu/architecture_tpreps

Purwantiasning, A. W. & Djuha, A. M. (2016). Musik Dalam Dimensi Ruang Arsitektur. Republika Online: Jakarta

Satiadarma, M.P. (2002). Terapi Musik. Milenia Populer, Jakarta.

Tschumi, B., (2005). Event- Cities 3: Concept vs. Context vs. Content, MIT Press, Cambridge, Massachussetts

Tsukamoto, Y. (1965). Behaviorology: Atelier Bow – Wow. New York: Rizzou


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.