RUANG KERJA BERSAMA DENGAN REPARASI OTOMOTIF

Aditya Jovianto, Stephanus Huwae
| Abstract views: 37 | views: 33

Abstract

Today's working age is mostly millennial generations who like workplaces that are not impressed as a closed / confined place. Workplaces that can enable them to be productive but still be able to communicate with others, build relationships with others and collaborate with each other. Therefore now they prefer to work in places like fast food cafes or restaurants. But actually the places is not suitable to be a place to work because many people with different interests gather there such as chatting with friends, eating / drinking, working, or even watching a spectacle that is hot. The type of project decided to be designed is a building with office functions with a Co-Working Space to meet the needs of the millennial generation, develop and popularize the type of workplace Co-Working Space especially in Jakarta. After conducting research and data searching, it was found that the North Jakarta area had the least number of Co-Working Space. Then the Sungai Bambu urban village was chosen, with Tanjung Priok sub-district with a site size of 7450m2. The method used is using the pattern method, where the program looks at the pattern of the surrounding neighborhood building near the automotive office area, each of which has its own warehouse. Therefore the program in this project includes joint workspaces, rental offices, workshops, warehouses, and additional program foodcourt. The pattern is also used to get a form of mass composition, where the right and left areas of the site are buildings that have elongated grid shapes, namely warehouse and shop.

 

Abstrak

Usia kerja sekarang ini kebanyakan adalah generasi milenial yang menyukai tempat kerja dengan kriteria yang tidak terkesan sebagai tempat tertutup/terkurung. Tempat kerja yang dapat memungkinkan mereka untuk bisa produktif namun tetap bisa berkomunikasi dengan orang lain, membangun relasi dengan orang lain dan berkolaborasi antara satu sama lain. Generasi milenial lebih menyukai untuk bekerja di tempat-tempat seperti cafe atau restoran cepat saji. Namun sebenarnya tempat tersebut tidak cocok menjadi tempat untuk bekerja karena banyak orang dengan kepentingan berbeda berkumpul disana seperti berbincang dengan teman, makan/minum, bekerja, atau bahkan menyaksikan sebuah tontonan yang sedang hangat. Jenis proyek yang diputuskan untuk didesain adalah bangunan dengan fungsi kantor dengan ruang kerja bersama (Co-Working Space) untuk memenuhi kebutuhan generasi milenial serta mengembangkan dan mempopulerkan jenis tempat kerja Co-Working Space terutama di Jakarta. Setelah dilakukan penelitian dan pencarian data, didapati bahwa daerah Jakarta Utara memiliki paling sedikit Co-Working Space. Kemudian dipilihlah daerah kelurahan Sungai Bambu, kecamatan Tanjung Priok dengan luas tapak sebesar 7450m2. Metode yang digunakan adalah menggunakan metode pola, dimana program melihat pola bangunan lingkungan sekitar dekat dengan kawasan perkantoran otomotif yang masing – masing kebanyakan memilki gudang sendiri. Oleh karena itu program dalam proyek ini meliputi ruang kerja bersama, kantor sewa, bengkel, gudang, dan program tambahan food court. Pola juga digunakan untuk mendapatkan bentuk gubahan massa, dimana area kanan dan kiri tapak merupakan bangunan yang memilki bentuk grid yang memanjang yaitu gudang dan ruko.

 

Keywords

generasi milenial; kolaborasi; ruang kerja bersama

Full Text:

PDF

References

Bunga, R. (2018). Bukan Sekadar Tempat Kerja, 'Co-working Space' Jadi Tren Baru Milenial. Diambil kembali dari IDN Times: https://www.idntimes.com/life/career/rully-bunga/bukan-sekadar-tempat-kerja-coworking-space-jadi-tren-baru-millennial-1/full

Ching, F. D.K (2008). Arsitektur : Bentuk, Ruang, dan Tatanan. Jakarta: Erlangga

Elliot, F. (2017). Take a Look Around Downtown’s Highly Anticipated Corporation Food Hall. Diambil kembali dari Eater Los Angeles: https://la.eater.com/2017/9/5/16256808/corporation-food-hall-downtown-photos-inside

Haries. (2018). Kaum Milenial dan Fenomena Geliat Properti di Indonesia. Diambil kembali dari Arsdesain: https://arsdesain.com/kaum-milenial/

Luciana, A. (2018). Prospek Cerah, Jumlah Coworking Space Indonesia Naik 400 Persen. Diambil kembali dari Tempo: https://bisnis.tempo.co/read/1101327/prospek-cerah-jumlah-coworking-space-indonesia-naik-400-persen

Nuring, A. (2018). Diambil kembali dari Arginuring Arsitek: https://www.arginuring.com/blog/tag/trend-d esain-millenia/

Nuring, A. (2018). 5 Cara Generasi Millennial Mengubah Budaya Kerja Dan Desain Kantor. Diambil kembali dari Arginuring Arsitek: https://www.arginuring.com/blog/2018/07/11/5-cara-generasi-millennial-mengubah-budaya-kerja-dan-desain-kantor/

Sari, I. K. (2017). Generasi Milenial Turut Pengaruhi Gaya Arsitektur Indonesia. Diambil kembali dari Kumparan: https://kumparan.com/@kumparanstyle/generasi-milenial-turut-pengaruhi-gaya-arsitektur-indonesia

Todd, C. (2018). 10 Ways Coworking Offices Can Save Businesses Money. Diambli kembali dari Coworker : https://www.coworker.com/lab/10-ways-coworking-offices-can-save-businesses-money/

Tjahjono, G. (2000). Metode Rerancangan Suatu Pengantar untuk Arsitek dan Perancang. Jakarta: Universitas Indonesia

Weber (2018). Millennials: Membentuk Gaya Arsitektur Masa Depan?. Diambil kembali dari Weber id: https://www.id.weber/en/node/516

Whiteboard Jurnal (2018). Melihat Kultur Kerja Baru Millennial. Diambil kembali dari Whiteboard Jurnal: https://www.whiteboardjournal.com/ideas/human-interest/melihat-kultur-kerja-baru-milennial/

White, E T (1985). Analisa Tapak. Bandung: Intermata


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.