GEDUNG SENI PERTUNJUKAN JAKARTA

Eko Muliady
| Abstract views: 19 | views: 27

Abstract

Gedung seni pertunjukan, merupakan wadah bagi para seniman untuk berkarya, baik seni musik, seni peran, maupun seni rupa. Pada umumnya, gedung seni pertunjukan bisa berupa kawasan yang merupakan pusat seni pertunjukan. Semakin banyaknya musisi/seniman yang lahir di Indonesia maupun di dunia, mendorong banyaknya kebutuhan akan fasilitas pertunjukan para musisi tersebut. Di abad ke-21, sudah tercatat hampir 50 pusat seni pertunjuan iconic di dunia yang diakui tidak diragukan lagi kualitasnya. Dari ke-limapuluh gedung tersebut, hanya 5 dari Asia, itu pun di China dan Singpura. Sedangkan di Indonesia, baru beberapa pusat seni pertunjukan. Namun, belum ada yang iconic dan memiliki kualitas akustik yang memadai. Dan dari segi jumlah wisatawan seni pertunjukan Jakarta barat menempati jumlah paling sedikit di antara kawasan lainnnya, ironisnya di Jakarta barat terdapat pusat seni pertunjukan yaitu Kawasan Kota Tua, namun di lihat dari berbagai faktor banyak kekurangan yang kurang mendukung untuk berkembangnya seni di kawasan itu. Atas permasalahan tersebut, maka diperlukan perancangan pusat seni pertunjukan dengan program ruang yang lengkap dari segi tata ruang, aksesibel dari segi pencapaiannya, kualitas akustik yang baik dari segi interior dan dari segi eksterior. Perancangan GEDUNG SENI PERTUNJUKAN JAKARTA ini akan di integrasikan denagn ruang public sekitar, serta bagian eksterior mangambil tema kawasan dan konsep kawasan agar dapat selaras dengan lingkugan sekitar.

Keywords

gedung seni pertunjukan; akustik; ruang publik; kota tua

Full Text:

PDF


Refbacks

  • There are currently no refbacks.