PENATAAN KAWASAN POLDER AIR HITAM UNTUK PENGUATAN FUNGSI PENGENDALI BANJIR DAN RUANG PUBLIK DI KOTA SAMARINDA
Main Article Content
Abstract
Samarinda City is one of the urban areas in East Kalimantan thet experiences a high level of flood vulnerability due to lowlad topography, inadequate drainage systems, and pressures from urban development. The Air Hitam Polder was constructed as a flood control infrasructure; however, over time it has also demonstrated potential as an urban public space. This study aims to formulate a spatial planning concept for the Air Hitam Polder area that strengthens its hydrological function while simultaneously enhancing the quality of public space. The research employs a qualitative-descriptive method with a spatial approach, utilizing field observations, interviews with relevant stakeholders, andanalysis of planning and policy documents. The analysis was conducted through several stages, including identification of existing conditions, evaluation of hydrological and social functions, and formulation of a zoning-based planning concept. The result indicate that the main issues of the Air Hitam Polder area include limited public facilities, weak integration between the technical functions of the polder and social activities, and low quality of open spaces. The proposed spatial arrangement consist of a hydrogical core zone, a passive recreation zone, and public activity zone integrated with pedestrian pathways and supporting vegetation. This study demonstrates that strengthening flood control function can be achieved in parallel with improving public space quality through integrated spatial planning and sustainable management.
Keywords: Flood Control; Polder; Public Space; Samarinda City; Spatial Planning
Abstrak
Kota Samarinda merupakan salah satu kota di Kalimantan Timur yang memiliki tingkat kerawanan banjir cukup tinggi akibat kondisi topografi dataran rendah, sistem drainase yang belum optimal, serta tekanan perkembangan kawasan perkotaan. Polder Air Hitam dibangun sebagai infrastruktur pengendali banjir, namun dalam perkembangannya juga memiliki potensi sebagai ruang publik perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep penataan kawasan Polder Air Hitam mampu memperkuat fungsi hidrologis sekaligus meningkatkan kualitas ruang publik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan spasial, melalui observasi lapangan, wawancara dengan pemangku kepentingan terkait, serta analisis dokumen perencanaan dan kebijakan. Analisis dilakukan melalui tahapan identifikasi kondisi eksisting, evaluasi fungsi hidrologi dan sosial, serta perumusan konsep zonasi kawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan Polder Air Hitam memiliki permasalahan utama berupa keterbatasan fasilitas publik, kurangnya integrasi antara fungsi teknis polder dan aktivitas sosial, serta rendahnya kualitas ruang terbuka. Penataan kawasan diusulkan melalui pembagian zona inti hidrologi, zona rekreasi pasif, dan zona aktivitas publik yang terintegrasi dengan jalur pedestrian dan vegetasi penunjang. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan fungsi pengendali banjir dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas ruang publik apabila didukung oleh konsep penataan terpadu dan pengelolaan berkelanjutan.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur/ STUPA Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International LicenseReferences
Benedict, M. A., & McMahon, E. T. (2002). Green infrastructure: Smart conservation for the 21st century. Renewable Resources Journal, 20(3), 12–17.
Budiharjo, E., & Sujarto, D. (2005). Penataan ruang dan lingkungan kota. Bandung: Alumni.
Hariz, M. (2013). Ruang terbuka publik dan peranannya dalam kehidupan masyarakat kota. Jurnal Permukiman, 8(2), 55–61.
Kementerian Pekerjaan Umum. (2014). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 12/PRT/M/2014 tentang Drainase Perkotaan. Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum.
Kunaifi, A. (2015). Evaluasi kualitas air pada kolam retensi Polder Air Hitam Samarinda. Laporan Penelitian, Universitas Mulawarman.
Tukimun, Suharto. (2023). Revitalisasi kawasan Polder Air Hitam dan dampaknya terhadap transportasi. Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan, 11(1), 34–45.
Van de Ven, F. H. M. (2004). Living with Floods: A Management Perspective. Rotterdam: Balkema.
Wong, T. H. F., Brown, R. R. (2009). The water sensitive city: Principles for practice. WaterScience and Technology, 60(3), 673–682.