HUBUNGAN PARITAS DAN BERAT BAYI LAHIR DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM PADA BAYI BARU LAHIR

El Vina
| Abstract views: 91 | views: 57

Abstract

Menurut data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 angka kematian bayi sebesar 23 kematian per 1.000 kelahiran hidup dan kematian balita adalah 26 kematian per 1.000 kelahiran hidup. Adapun penyebab kematian bayi baru lahir di Indonesia, salah satunya asfiksia yaitu sebesar 27% yang merupakan penyebab ke-2 kematian bayi baru lahir setelah Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). Asfiksia neonatorum adalah kegagalan untuk memulai dan melanjutkan pernafasan secara spontan dan teratur pada saat bayi baru lahir atau beberapa saat sesudah lahir. Asfiksia berarti hipoksia yang progresif, penimbunan CO2 dan asidosis. Bila proses ini berlangsung terlalu jauh dapat mengakibatkan kerusakan otak atau kematian pada bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan paritas dan berat lahir bayi dengan kejadian asfiksia neonatorum di Rumah Sakit Umum Daerah Bangkinang. Jenis penelitian observasional analitik dengan desain kasus kontrol dengan sampel kasus dan kontrol berjumlah 130 bayi. Dari hasil analisis bivariat dengan menggunakan chi-square didapatkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara paritas dengan p = 0,003 dan berat bayi lahir dengan p= < 0,001 dengan kejadian asfiksia neonatorum. Untuk mencegah terjadinya kejadian asfiksia neonatorum diharapkan ibu hamil selalu memeriksakan kehamilannya (antenatal care) secara teratur dengan  memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia untuk mendeteksi adanya kelainan dalam kehamilannya.

 

According to Indonesian Demographic and Health Survey (SDKI) data in 2012 the infant mortality rate is 23 deaths per 1,000 live births and under five deaths is 26 deaths per 1,000 live births. As for the cause of death of newborns in Indonesia, one of which is asphyxia which is equal to 27% which is the second cause of death of newborns after Low Birth Weight Babies (LBW). Asphyxia neonatorum is a failure to start and continue breathing spontaneously and regularly at the time a new baby is born or some time after birth. Asphyxia means progressive hypoxia, CO2 accumulation and acidosis. If this process goes too far can result in brain damage or death in infants. This study aims to determine the relationship of parity and birth weight of infants with the incidence of asphyxia neonatorum in the Bangkinang District General Hospital. This type of observational analytic study was case control design with 130 cases and controls. From the results of bivariate analysis using chi-square found that there is a significant relationship between parity with p = 0.003 and the weight of babies born with p = <0.001 with the incidence of asphyxia neonatorum. ) regularly using available health facilities to detect abnormalities in her pregnancy.

Keywords

Asfiksia Neonatorum; Paritas; Berat Lahir Bayi; Bayi Baru Lahir

Full Text:

PDF

References

Aslam, H.M, 2014. Risk Factors Of Birth Asphyxia

A

nita N. 2013. Hubungan Antara Jenis Persalinan dengan Tingkat Asfiksia Neonatorum di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Yogyakarta: Program Studi Bidan Pendidik jenjang DIV. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Aisyiyah.

Backes, C. H., Markham, K., Moorehead, P., Cordero, L., Nankervis, C. A., & Giannone, P. J. (2011). Maternal Preeclampsia and Neonatal Outcomes. Pregnancy, 2011, 1–6. https://doi.org/10.1155/2011/214365

Dika, A, dkk, 2010. Hubungan Prematuritas Dengan Kejadian Asfiksa Neonatorum

Dinas Kesehatan Provinsi Riau. 2015. Profil Kesehatan Provinsi Riau. Pekanbaru

Dinkes Kab.Kampar. Profil Dinkes Kabupaten Kampar. 2014

Driviana, 2011. Hubungan BBLR dengan Kejadian Asfiksia di RSUD dr. Iskak Kabupaten Tulungagung

Duley, L. (2009). The Global Impact of Pre-eclampsia and Eclampsia. In YSPER (Vol. 33, pp. 130–137). Elsevier Inc. https://doi.org/10.1053/j.semperi.2009.02.010

Erni, Y.L, 2015. Characteristics of Asphyxia Neonatorum in Luwuk, Banggai Regency, Indonesia

Gilang., Notoatmojo R., dan Rakhmawatie M.D. 2012. Faktor – faktor yang berhubungan dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum ( Studi Di RSUD Tugurejo Semarang). Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang.

Hutter, D., Kingdom, J., & Jaeggi, E. (2010). Causes and Mechanisms of Intrauterine Hypoxia and Its Impact on the Fetal Cardiovascular System : A Review, 2010, 1–9. https://doi.org/10.1155/2010/401323

Kemenkes. Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2015-2019. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2015.

Kristiyanasari, W. 2010. Asuhan Keperawatan Neonatus dan Anak. Yogyakarta : Nuha Medika

Kusmiyati, 2015. Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum di RSUD Liun Kendage TahunaKoirala, dkk (2013). Factors determining birth asphyxia among newborn babies in selected hospitals

Manuaba, C. (2008). Gawat Darurat Obstetri Ginekologi dan Obstetri Social Profesi Bidan. Jakarta: EGC.

Prawirohardjo, S. 2012. Ilmu Kebidanan. Jakarta. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo

Proverawati, Ismawati. 2010. Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Yogyakarta: Nuha Medika

Purnamaningrum, E.Y, 2012, Penyakit Pada Neonatus, Bayi Dan Balita, Yogyakarta: Fitramaya

Rekam Medik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkinang. 2016

Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI). 2012. Angka Kematian Ibu. Dikutip dari www.bkkbn.co.id

UNICEF. Improving child nutrition, the achievable imperative for global progress. New York: United Nations Chilren’s Fund; 2013.

Yuliana, 2012. Asuhan Kebidanan pada Bayi Baru Lahir dengan Asfiksia di RSUP Dr. Mohammad Hosein Palembang Tahun 2011. STIKES Bina Husada

Copyright (c) 2019 Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks