PENGARUH PARAMETER PEMESINAN TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN MATERIAL ALUMINIUM 6061 DAN 7075 PADA PROSES SEKRAP

M. Sobron Yamin Lubis, Abrar Riza, Dani Putra Agung
| Abstract views: 20 | views: 12

Abstract

Aluminum Alloy metal is widely used in making lightweight construction on machinery. To produce a flat metal alluminium alloy surface, a shearing machine is needed. There are two types of aluminum materials that are commonly used, namely Aluminum 6061 and 7075. In the process of forming metals using a scrap machine, it is important to determine the machining parameters because this is closely related to the surface conditions of the workpiece produced. Difficulties in determining the appropriate combination of machining parameters often result in work surface conditions that are not as expected or have a high roughness. With the right parameters, the quality of surface roughness can be predicted as planned before the machining process. The cutting parameters are cutting speed and cutting depth. In this study the cutting speed used varied, namely 4.68 m / min, 7.30 m / min, 11.70 m / min, 18.29 m / min with a cutting depth of 0.50 mm, 1.00 mm and 1 , 50 mm, to cut aluminum 6061 and 7075 using the HSS chisel. In the initial step, do the machine tool settings, place the chisel on the chisel holder, place the workpiece in vise, adjust the cutting speed, depth of feed, and perform machining. After machining, a surface roughness measurement is carried out using a surface test. From the results of the study it was found that the value of surface roughness is directly proportional to the depth of cut. The value of surface roughness is inversely proportional to cutting speed and hardness of the material. Determination of cutting speed through empirical equations based on surface roughness: aluminum alloy 6061 is: Ra = 23,366e-0,146Vc (µm) and aluminum alloy 7075 are: Ra = 13,482e-0.109Vc (µm).

 

ABSTRAK

Bahan logam aluminium Alloy banyak digunakan dalam pembuatan konstruksi ringan pada mesin-mesin. Untuk menghasilkan permukaan logam alluminium alloy yang rata, maka diperlukan mesin sekrap. Terdapat dua jenis material aluminium yang umum digunakan yaitu Aluminium 6061 dan 7075. Pada proses pembentukan logam dengan menggunakan mesin sekrap, adalah penting untuk menentukan parameter pemesinan  Karena hal ini berkaitan erat dengan kondisi permukaan benda kerja yang dihasilkan. Kesulitan dalam menentukan kombinasi parameter pemesinan yang sesuai seringkali mengakibatkan kondisi permukaan benda kerja kerja yang tidak sesuai diharapkan atau memiliki kekasaran yang tinggi. Dengan parameter yang tepat, kualitas kekasaran permukaan dapat diprediksi seperti yang direncanakan sebelum proses pemesinan. Parameter pemotongan tersebut adalah kecepatan pemotongan dan kedalaman potong. Pada penelitian ini kecepatan pemotongan yang digunakan bervariasi yaitu 4,68 m/min,7,30 m/min, 11,70 m/min,18,29 m/min dengan kedalaman pemotongan 0,50 mm,1,00 mm dan 1,50 mm, untuk memotong aluminum  6061 dan 7075 dengan menggunakan mata pahat HSS.. Pada langkah awali dilakukan setting mesin perkakas, meletakkan mata pahat pada pemegang mata pahat, meletakkan benda kerja pada ragum, melakukan settingg untuk kecepatan pemotongan, kedalaman pemakanan, dan melakukan pemesinan. Setiap kali selesai pemesinan, dilakukan pengukuran kekasaran permukaan dengan menggunakan alat ukur surface test. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa nilai kekasaran permukaan berbanding lurus dengan kedalaman potong. Nilai kekasaran permukaan berbanding terbalik dengan kecepatan potong dan kekerasan material. Penentuan kecepatan potong melalui  persamaan empiris  berdasarkan kekasaran permukaan:  aluminium alloy 6061 adalah:  Ra = 23.366e-0.146Vc(µm) dan aluminium alloy 7075 adalah:  Ra = 13.482e-0.109Vc(µm).

Keywords

Kecepatan potong; kedalaman potong; kekasaran permukaan; parameter pemesinan

Full Text:

PDF

References

Black, J. and Kohser, R., A. (2008). De Garmo's Materials and Process in Manufacturing, John Wiley & Sons, Inc. New Jersey.

Halevi, G., and Weill, D.R. (1995).Principle of Process and Planning a Logical Approach. Published by Chapman & Hall. 26 Boundary Row London SEI 8 HN, UK

Hassan, A.. Fundamentals of Machining Processes. (2014). Conventinal and Nonconventional Processes. CRC-Press. New York.

Houchuan, Y., Zhitong, C., & ZiTong, Z. (2015). Influence of Cutting Speed and Tool Wear on the Surface Integrity of the Titanium Alloy Ti-1023 During Milling. The International Journal of Advanced Manufacturing Technology, 78(5-8), 1113-1126.

Kalpakjian, S. and Steven, R. S. (2003). Manufacturing Process for Engineering Material. 4th Edition.Prentice-Hall, 2003. New Jersey.

Malik, A. K., dan Gorana. V. K. (2018). Tool Forces Dynamometer for Shaper Machine. International Journal on Future Revolution in Computer Science & Communication Engineering ISSN: 2454-4248 Volume: 4 Issue: 1

Rao, P. (2003). Manufacturing Technology Metal Cutting and Machine Tools Volume 2. Tata Mc Graw Hill Publishing Company Limited. New Delhi.

Sandvick Catalog 2015.

Santos, M. C., Machado, A. R., Sales, W. F., Barrozo, M. A., & Ezugwu, E. O. (2016). Machining of Aluminum Alloys: a Review. The International Journal of Advanced Manufacturing Technology, 86(9-12), 3067-3080.

Taufiq, R. (1993).Teori Dan Teknologi Proses Pemesinan, Penerbit: Institut Teknologi Bandung: Bandung

Wardaya, S. S, HS Asep, dan TR Rifky.(2012).Pengaruh Kekerasan Bahan dan Feeding Terhadap Kekasaran Permukaan Hasil Penyayatan Pisau Frais”, TORSI, vol. 10, no. 2, pp. 197-206

Copyright (c) 2020 Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.