MODEL PENGELOLAAN BISNIS OBYEK WISATA HIDDEN CANYON DI BALI BERBASIS KEARIFAN LOKAL TRI HITA KARANA DAN SUSTAINABILITY

Komang Aris Raharja, Luh Putu Mahyuni
| Abstract views: 126 | views: 79

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengelolaan obyek wisata Hidden Canyon berbasis nilai kearifan lokal tri hita karana dan prinsip sustainability. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara dan studi dokumentasi. Penelitian ini dilakukan di Obyek Wisata Hidden Canyon, Beji Guwang, Kabupaten Gianyar, Bali. Penelitian ini menemukan bahwa obyek wisata Hidden Canyon menerapkan model pengelolaan berbasis prinsip tri hita karana yang selaras dengan prinsip sustainability. Penelitian ini secara umum menemukan bahwa pengelola obyek wisata Hidden Canyon dalam pengelolaannya memperhatikan keselaran antara upaya pengembangan bisnis dan ekonomi masyarakat sekitar dengan upaya pelestarian lingkungan dan kepedulian sosial. Pengelola secara intens melakukan upaya pemberdayaan masyarakat, peningkatan daya tarik obyek wisata, dan memfasilitasi wirausaha lokal. Upaya pelestarian lingkungan dilakukan melalui kampanye anti sampah plastik dan menjaga saluran air subak. Pengelola obyek wisata juga secara aktif memberikan bantuan sosial tunai dan keagamaan kepada desa adat. 

 

This study aims to explore the management of Hidden Canyon tourism objects based on the value of tri hita karana local wisdom and the principle of sustainability. This study uses a qualitative approach by collecting data through interviews and documentation studies. This research was conducted at Hidden Canyon Tourism Object, Beji Guwang, Gianyar Regency, Bali. This study found that the Hidden Canyon tourism object applies a management model based on the tri hita karana principle which is in line with the principle of sustainability. This research generally finds that the manager of the Hidden Canyon tourism object in achieving business and economic development goals pays attention to environmental conservation and social care efforts. The manager intensively makes efforts to empower the community, increase the attractiveness of tourism objects, and facilitate local entrepreneurs. Efforts to preserve the environment are carried out through anti-plastic waste campaigns and maintaining subak waterways. Tourism object managers also actively provide cash for villagers’ religious and social activities.

Keywords

Pengelolaan Obyek Wisata Alam; Sustainability; Sustainable Tourism; Tri Hita Karana; Management of Natural Tourism Objects

Full Text:

PDF

References

Adi, I. N. R., & Mulyadi, M. (2019). Mediasi Community Based Tourism Pada Pengaruh Peran Desa Adat Terhadap Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Di Desa Penglipuran Kabupaten Bangli. Media Bina Ilmiah, 14(3), 2267. https://doi.org/10.33758/mbi.v14i3.331

Al-Bakry, M. H. N. (2013). Strategi Pemasaran Objek Wisata Kebun Buah Di Desa Mangunan Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul Untuk Meningkatkan Jumlah Kunjungan Wisatawan. Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah, 7(1), 29–40.

Alfiah, S., Andriani, J., Lesmana, R., Sunardi, N., & Furyanah, A. (2019). Manajemen Pengelolaan Desa Wisata Pada Desa Cimanggu, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat (Studi Kasus Pada Curug Paok dan Bukit Pasir Jaka). Abdi Masyarakat Humanis, 1(1), 21–28.

Anggreswari, N. P. Y., & Jayaningsih, A. A. R. (2018). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Objek Wisata Hidden Canyon Beji Guwang. Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial, 4(1), 30–40. https://doi.org/10.23887/jiis.v4i1.13952

Apriyani, S. A. (2016). Strategi Badan Usaha Milik Desa Tirta Mandiri Dalam Pengelolaan Objek Wisata Umbul Ponggok Di Kecamatan Polanharjo Kabupaten Klaten. Jurnal Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara Universitas Negeri Yogyakarta, 5(8), 1–11.

Dewi, A. A. I. Ari Atu (2018). Model Pengelolaan Wilayah Pesisir Berbasis Masyarakat: Community Based Development. Jurnal Penelitian Hukum De

Jure, 18(2), 163. https://doi.org/10.30641/dejure.2018.v18.163-182

Arimbawa, W., & Santhyasa, I. K. G. (2012). Model Pengelolaan Obyek Wisata Peninggalan Sejarah Taman Ayun Berbasis Nilai Lokal. Seminar Nasional Space #3, 444–458.

Azis, I. J. (2019). PowerPoint: Living Standards & Middle Income Trap: Indonesia’s Challenges. Talk Show, Faculty of Economics.

Darsana, I. W., Sendra, I. M., Adikampana, I. M., & Mahagangga, I. G. O. (2017). Model Pengelolaan Wisata Bahari Berkelanjutan Di Pulau Nusa Penida, Kecamatan Nusa Penida. Jurnal Analisis Pariwisata, 17(1), 10–16.

Dewi, M. H. U., Fandeli, C., & Baiquni, M. (2013). Pengembangan Desa Wisata Berbasis Partisipasi Masyarakat Lokal di Desa Wisata Jatiluwih Tabanan, Bali. Jurnal Kawistara, 3(2), 117–226.

Fauzi, A., & Oxtavianus, A. (2014). The Measurement of Sustainable Development in Indonesia. Jurnal Ekonomi Pembangunan: Kajian Masalah Ekonomi Dan Pembangunan, 15(1), 68–83. https://doi.org/10.23917/jep.v15i1.124

Gautama, I. G. O., & Sunarta, N. (2016). Evaluasi Perkembangan Wisata Bahari di Pantai Sanur. In Jurnal Ilmiah Pariwisata (p. 5).

Haddouche, H., & Salomone, C. (2018). Generation Z and the tourist experience: tourist stories and use of social networks. Journal of Tourism Futures, 4(1), 69–79. https://doi.org/10.1108/JTF-12-2017-0059

Hajian, M., & Jangchi Kashani, S. (2021). 1 - Evolution of the concept of sustainability. From Brundtland Report to sustainable development goals (C. M. Hussain & J. F. B. T.-S. R. M. Velasco-Muñoz (eds.); pp. 1–24). Elsevier. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/B978-0-12-824342-8.00018-3

Haryanto, J. T. (2014). Model Pengembangan Ekowisata Dalam Mendukung Kemandirian Ekonomi Daerah Studi Kasus Provinsi Diy. Jurnal Kawistara, 4(3). https://doi.org/10.22146/kawistara.6383

Hidayat, M. (2011). Strategi Perencanaan dan Pengembangan Objek Wisata (Studi Kasus Pantai Pangandaran Kabupaten Ciamis Jawa Barat). Tourism and Hospitality Essentials (THE) Journal, I(1), 33–44.

Juniari, N. W., & Mahyuni., L. P. (2020). Implementasi Corporate Social Responsibility (CSR) dalam Mewujudkan Pariwisata Berbasis Masyarakat Berkelanjutan. Jurnal Muara Ilmu Ekonomi Dan Bisnis, 4(1). https://doi.org/DOI: http://dx.doi.org/10.24912/jmieb.v4i1.7449

Kemenpar. (2020). Penyerapan tenaga kerja sektor pariwisata, 2010-2019. https://lokadata.id/data/penyerapan-tenaga-kerja-sektor-pariwisata-2010-2019-1582009409

Krishna, A. (2010). The Wisdom of Bali The Sacred Science of Creating Heaven on Earth. Gramedia Pustaka Utama.

Kristiana, Y. (2019). Buku Ajar Studi Ekowisata. CV Budi Utama.

Kurniawati, R. (2013). Modul Pariwisata Berkelanjutan.

Laksana, S. D. (2020). Tumpuk Pesona. Unmuh Ponorogo Press.

Lestari, N. P. N. E., Sunia, W., & Wijayanthi, N. W. (2017). Empowerment of “ Subak ” in Development of Sustainable Eco-Tourism Village in Bali Indonesia. International Journal of Economics, Commerce and Management, 5(6), 796–810.

Mahadewi, N. P. E., & Sudana, I. P. (2017). Model Strategi Pengembangan Desa Wisata Berbasis Masyarakat Di Desa Kenderan Gianyar Bali. Analisis Pariwisata, 17(1), 41–45.

Mahyuni, L. P., & Dewi, I. G. A. A. T. (2021). CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY, KEARIFAN LOKAL ‘TRI HITA KARANA’, DAN PARIWISATA BERBASIS MASYARAKAT BERKELANJUTAN. Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Bisnis, 17(2), 99–105.

Mahyuni, L. P., Permana, G. P. L., Yoga, I. M. S., & Setiawan, I. W. A. (2020). Bisnis Eco-Park Di Mata Milenial: Eksplorasi Persepsi Dan Intensi Milenial Mengunjungi Eco-Park. Ekonomi Dan Bisnis, 7(1), 75. https://doi.org/10.35590/jeb.v7i1.1689

Mahyuni, L. P., Yoga, I. M. S., Permana, G. P. L., & Setiawan, I. W. A. (2020). Bagaimana Bisnis Eco-Park Menarik Minat Milenial? Sebuah Model Untuk Memahami Intensi Milenial Mengunjungi Eco-Park. Forum Ekonomi, 22(2), 218–231.

Marasabessy, I., Fahrudin, A., Imran, Z., & Agus, S. B. (2018). Strategi Pengelolaan Berkelanjutan Pesisir dan laut Pulau Nusa Manu dan Nusa Leun di Kabupaten Maluku Tengah. Journal of Regional and Rural Development Planning, 2(1), 1–22. https://doi.org/10.29244/jp2wd.2018.2.1.11-22

Novarini, N. N., & Anggraini, N. P. N. (2017). Analisis Pengaruh Kualitas Layanan, Citra, dan Promosi Terhadap Tingkat Kepuasan Pengunjung Pada Hidden Canyon Beji Guwang. Forum Manajemen, 15(2), 110–117.

Nugroho, J. W., Gandasasmita, K., & Manuwoto. (2015). Arahan Pengembangan Obyek Wisata Menuju Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Di Kabupaten Wonogiri. Jurnal Kawistara, 5(3), 221–328. https://doi.org/10.22146/kawistara.10053

Pratiwi, N., Santosa, D. B., & Ashar, K. (2018). Analisis Implementasi Pembangunan Berkelanjutan Di Jawa Timur. Jiep, 18(1), 1–13.

Putra, H. G., & Putra, I. (2019). Pengembangan Objek Wisata Berwawasan Lingkungan Hidup : (Studi Objek Wisata Puncak Tonang Nagari Sundata Kabupaten Pasaman). Journal of Civic Education, 2(5), 459–467.

Qoriah, D., Ungkari, M. D., & Muharam, H. (2019). Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Wisata Domba Adu di Desa Rancabango Tarogong Kaler Garut. Journal Of Knowledge Management, 13(2), 1–10. https://doi.org/10.1016/j.tmp.2019.06.002

Rosana, M. (2018). Kebijakan Pembangunan Berkelanjutan Yang Berwawasan Lingkungan di Indonesia. KELOLA Jurnal Ilmu Sosial, 1(1), 148–163.

Sembiring, J. P. (2016). Strategi Komunikasi Pemasaran Objek Wisata Gundaling dan Pemandian Air Panas Semangat Gunung. Jurnal Simbolika, 2(1), 1–22.

Sumaeni, N. M., & Mahagangga, I. G. A. O. (2018). Sistem Pengelolaan Terhadap Pura Tirta Empul Sebagai Daya Tarik Wisata Pusaka Di Tampak Siring Gianyar. Jurnal Destinasi Pariwisata, 5(2), 322–326. https://doi.org/10.24843/jdepar.2017.v05.i02.p22

Wisata, K. P. O. (2020). Data Pengunjung Obyek Wisata Hidden Canyon Desa Guwang Tahun 2017 - 2019.

Wisnawa, I. M. B., Prayogi, P. A., & Sutapa, I. K. (2019). Manajemen Pemasaran Pariwisata Model Brand Loyalty Pengembangan Potensi Wisata di Kawasan Pedesaan. CV Budi Utama.

Wiweka, K., Wachyuni, S. S., Rini, N. A., Adnyana, I. N., & Adnyana, P. P. (2019). PERILAKU BERWISATA WISATAWAN GENERASI MILENIAL DI JAKARTA PADA ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0. Jurnal Sains Terapan Pariwisata, 4(3), 313–334.

Yachya, A. N., Wilopo, & Mawardi, M. K. (2016). Pengelolaan Kawasan Wisata Sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Masyarakat Berbasis CBT (Community Based Tourism). Jurnal Administrasi Bisnis, 39(2), 107–116.

Copyright (c) 2021 Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.