PENERAPAN IPAT-BO GUNA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PADI PADA LAHAN KERING DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0

Erna Hartati, Twen O. Dami Dato, G.A.Y. Lestari, Markus M. Kleden
| Abstract views: 23 | views: 23

Abstract

Rice is a major issue in food security and independence because more than 90% of the population in Indonesia is highly dependent on rice. The need for rice is increasing as the population exponentially grows, but the area of paddy fields is decreasing. In the era of the industrial revolution 4.0, one of the goals was to increase the knowledge and skills of the farming community. In this connection, the attention of the government and the community is focused on increasing rice production through various innovations and the use of rice intensification technology based on the use of organic fertilizer. Innovation use of ABG (Amazing Bio Growth) biostimulant fertilizer with a target of achieving 8-15 tons/ha of rice compared to conventional 3-4 tons/ha. Efforts to increase rice production with the technology "Organic-Based Aerobic Controlled Rice Intensification (IPAT-BO)" is the answer to support the industrial revolution 4.0 in agriculture. The success of IPAT-BO technology in irrigated rice fields and rainfed rice fields apparently can also be applied in rice fields that use live water or water from bore wells on dry land in semi-arid tropical ecosystems in NTT. IPAT-BO technology applied to farmers in Bipolo Village, Sulamu and Babau Districts, East Kupang District, Kupang Regency using limited water along with drainage arrangements on dry land, grain production can reach 6-8 tons/ha. The successful application of this technology is highly dependent on the development of the root system, biodiversity, and balance in the supply of nutrients

ABSTRAK:

Beras merupakan isu utama dalam ketahanan dan kemandirian pangan karena lebih dari 90% penduduk di Indonesia sangat tergantung pada beras. Kebutuhan beras semakin meningkat seiring pertumbuhan eksponensial penduduk, namun  luas lahan sawah semakin berkurang. Di era revolusi industri 4.0 salah satu sasarannya adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tani. Dalam kaitannya dengan hal tersebut, perhatian pemerintah dan masyarakat difokuskan untuk meningkatkan produksi padi melalui berbagai inovasi dan penggunaan teknologi intensifikasi padi berbasis pada penggunaan pupuk organik. Terobosan penggunaan biostimulan pupuk ABG (Amazing Bio Growth) dengan target pencapaian produksi padi 8-15 ton/ha dibanding dengan produksi 3-4 ton/ha secara konvensional. Upaya peningkatan produksi padi dengan teknologi “Intensifikasi Padi Aerob Terkendali Berbasis Organik (IPAT-BO)” merupakan jawaban untuk mendukung revolusi industri 4.0 di bidang pertanian.  Keberhasilan teknologi IPAT-BO di lahan sawah irigasi dan sawah tadah hujan ternyata juga dapat diterapkan di lahan sawah yang menggunakan air hidup atau air dari sumur bor pada lahan kering di ekosistem tropis semi kering di NTT. Teknologi IPAT-BO yang diterapkan pada petani di Desa Bipolo, Kecamatan Sulamu dan Babau, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang dengan menggunakan air secara terbatas disertai pengaturan drainase di lahan kering, produksi gabahnya dapat mencapai 6-8 ton/ha. Keberhasilan penerapan teknologi tersebut sangat tergantung pada perkembangan sistem perakaran, keanekaragaman hayati dan keseimbangan pasokan nutrisi.

Keywords

Food independence; ABG technology; drainage; nutrition; limited water;;Kemandirian pangan; teknologi ABG; drainase; nutrisi; air terbatas

Full Text:

PDF

References

Dami Dato, T. O., M. A. Hilakore, & M. Raga Lay. (2009a). Pengembangan Potensi Desa Berbasis Pertanian Lahan Kering Menuju Desa Kedaulatan Pangan di Desa Jiwuwu, Kecamatan Sabu Tengah, Kabupaten Sabu Raijua. Laporan KKN-PPM Dikti. LPM Undana, Kupang.

Dami Dato, T. O., S. Ghunu, & M. A. Hilakore. (2009b). Integrasi Padi-Ternak Melalui Transfer Teknologi IPAT-BO dan Pengolahan Pakan Berbasis Kearifan Lokal dan Ramah Lingkungan Untuk Menunjang Ketahanan Pangan dan Pakan Pada Kondisi Paceklik di Kabupaten Kupang. Laporan IbM, Dikti. LPM Undana, Kupang.

Dami Dato, T. O., M. Raga Lay., & Prasetyo, D. (2013). IbW Kecamatan Sabu Tengah Kabupaten Sabu Raijua. Laporan IbW Dikti. PM Undana, Kupang.

Dillak, S. T. Y., A. Aoetpah, & T. O. Dami Dato. (2012). IbW Kecamatan Oenino Kabupaten Timor Tengah Selatan. Laporan Akhir IbW Dikti. LPM Undana, Kupang.

Ghunu, S., &T. O. Dami Dato. (2007). Pemantapan Program Sibermas untuk Penanganan Rawan Pangan Melalui Sistem Teknologi Intensifikasi Padi Aerob Terkendali Berbasis Organik (IPAT-BO) di Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Laporan Akhir IbW, Dikti. Politeknik Pertanian, Kupang.

Goldsworthy, P.R., & Fisher, N.N. (1996). Fisiologi tanaman budidaya tropic. Gajah Mada University Press, Yogyakarta.

Hartati, A., Paga, A & Saleh, A., (2014). IbW di Desa Bipolo dan Oeteta Kecamatan Sulamu Kabupaten Kupang. Laporan Akhir IbW Fakultas Peternakan Universitas Nusa Cendana Kupang

Hartati, A., Paga, A & Saleh ,A., (2015). IbW di Desa Bipolo dan Oeteta Kecamatan Sulamu Kabupaten Kupang. Laporan Akhir IbW Fakultas Peternakan Universitas Nusa Cendana Kupang

Hingdri, T. T., Yuwariah, Y., Nurmala, T, & Simarmata.,T (2013). Teknik Pengaturan Air Pada Intensifikasi Padi Aerob Terkendali Berbasis Organik (IPAT-BO) Untuk Meningkatkan Populasi Rhizobacteria, Efisiensi Penggunaan Air, Perakaran Tanaman, dan Hasil Tanaman Padi. Agrovigor Vol. 6 (1) 23-29.

Katipana, N., & Hartati,E. (2012). Budidaya sapi bali di daerah tropis semi kering. Buku Teks. IPB Press.

Kemenristek Dikti. (2018). Tingkatkan Kemampuan Petani dengan Teknologi IPAT-BO. https://www.viva.co.id/

Kleden, M.M & Nenobais, M.(2018). Upaya pendayagunaan limbah pertanian sebagai pakan unggulan musim kamarau di lahan kering. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat ,3(1):213-221

Maranatha, G., M. Raga Lay, & Y. H. Dimu Heo. (2007). Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat yang Berbasis Pada Pertanian Lahan Kering dan Basah di Kecamatan Rote Tengah dan Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao. Laporan Akhir IbW Tahun III, Dikti. LPM Undana, Kupang.

Ningsih, E. M. N. (2014). Macam Teknik Budidaya Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Padi (Oryza sativa L.). J. Agroland 21(2) 62-68,

Ningsih, E.M. N., & Suharjanto, T. (2012). Sistem Intensifikasi Padi Aerob Terkendali Berbasis Organik di Kelurahan Tungul Wulung, Kota Malang. AGRIKA, Vol 6 (1)13-21.

Simarmata, T. (2008). Teknologi intensifikasi padi aerob terkendali berbasis organik untuk melipatgandakan produksi padi dan mempercepat pencapaian kedaulatan pangan di indonesia. Pidato. Pengukuhan Jabatan Guru Besar. Universitas Padjajaran, Bandung

Simarmata, T., & Yuwariah, Y. (2008). Teknologi Intensifikasi Padi Aerob Terkendali Berbasis Organik (IPAT-BO) untuk Melipatgandakan Produksi Padi dan Mempercepat Kemandirian dan Ketahanan Pangan. Prosiding. Seminar Apresiasi Hasil Penelitian Padi Menunjang P2BN. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Seta, A.K., (1987). Konservasi tanah dan air. Kalam Mulia Jakarta.

Sutrisna N & Surdianto Y., (2017). Kajian Sistem Intesifikasi Padi Aerob Terkendali Berbasis Bahan Organik (IPAT-BO) untuk Meningkatkan Produktivitas Padi pada Lahan Sawah Tadah Hujan. Prosiding. Seminar Nasional Spesifik Lokasi untuk Ketahanan Pangan pada Era Masyarakat Ekonomi Asean. 81-92.

Syarif, S. (1989). Kesuburan dan pemupukan tanah pertanian. Pustaka Buana, Bandung

Tany Temu, S., N. Gandut, & T. O. Dami Dato. (2009). Pemberdayaan Potensi Masyarakat Untuk Mendukung Pengembangan Pertumbuhan Ekonomi Petani yang Ramah Lingkungan di Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, Propinsi NTT. Laporan Akhir Tahun III IbW, Dikti. LPM Undana, Kupang.

Turmuktini, T., Simarmata,T., Hersanti, B. N., & Yuwariah, Y. (2011). Pengujian Inokulan Konsorsium Dekomposer Beragen Hayati dalam Laju Dekomposisi Jerami Selama Masa Inkubasi yang Dilakukan di Rumah Kaca. Jurnal Agribisnis dan Pengembangan Wilayah, 2 (2). 73-83.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.