HUBUNGAN IMPULSIVE BUYING DENGAN KEBAHAGIAAN PADA GENERASI Z DI JABODETABEK
Isi Artikel Utama
Abstrak
Dengan kemajuan teknologi saat ini, individu dapat dengan mudah melakukan banyak hal, termasuk berbelanja.
Kemudahan tersebut mendorong individu untuk melakukan impulsive buying. Impulsive buying merupakan perilaku
membeli barang dengan dorongan yang kuat, tanpa adanya perencanaan dan pertimbangan yang matang. Setelah
individu melakukan impulsive buying terdapat perasaan bahagia, senang, dan puas tetapi di lain sisi terdapat individu
yang memiliki perasaan penyesalan setelah melakukan impulsive buying. Penelitian ini bertujuan untuk melihat
apakah terdapat korelasi impulsive buying dengan kebahagiaan pada generasi Z. Kebahagiaan juga dapat diartikan
sebagai kesejahteraan seseorang yang mencakup perasaan dan emosional yang positif. Penelitian ini menggunakan
metode penelitian kuantitatif dan menggunakan teknik purposive sampling. Partisipan pada penelitian ini sebanyak
304 partisipan yang berusia 18 – 27 tahun, berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, dan berdomisili di Jabodetabek
(Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi). Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah Impulsive
Buying Tendence Scale (IBTS) untuk mengukur impulsive buying dan Satisfaction with Life Scale (SWLS) untuk
mengukur kebahagiaan. Hasil analisis korelasi antara impulsive buying dan kebahagiaan, memiliki hasil (r= 0.188**
dan p= 0.001 < 0.05) yang menunjukkan berkorelasi secara positif, namun lemah. Dapat diartikan semakin tinggi
impulsive buying semakin tinggi tingkat kebahagiaan individu. Hasil yang lemah menunjukkan bahwa kebahagiaan
yang timbul bersifat sementara atau dalam jangka pendek.
Rincian Artikel
Bagian

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan jurnal ini setuju dengan ketentuan sebagai berikut:
- Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan jurnal hak publikasi pertama dengan pekerjaan secara bersamaan berlisensi di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNTAR yang memungkinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
- Penulis mampu untuk masuk ke dalam terpisah, pengaturan kontrak tambahan untuk distribusi non-eksklusif versi diterbitkan jurnal pekerjaan (misalnya, posting ke sebuah repositori institusi atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan publikasi awal di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mengirim karya mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusi atau website mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena dapat menyebabkan pertukaran produktif, serta sebelumnya dan kutipan yang lebih besar dari karya yang diterbitkan
Referensi
Darma, L. A., & Japarianto, E. (2024). Analisa pengaruh hedonic shopping value terhadap
impulse buying dengan shopping lifestyle dan positive emotion sebagai variabel intervening
pada mall ciputra world surabaya. Jurnal Manajemen Pemasaran, 8(2), 80–89.
https://doi.org/10.9744/pemasaran.8.2.80-89
Deborah, I., Oesman, Y. M., & Yudha, R. T. B. (2022). Media sosial dan perilaku pembelian
impulsif: peran motivasi belanja hedonis dan orientasi belanja. Jurnal Manajemen
Maranatha, 22(1), 65–82.
Diener, E., Emmons, R. A., Larsen, R. J., & Griffin, S. (1985). The satisaction with life scale.
8(45), 1–2. https://doi.org/10.1207/s15327752jpa4901
Gladstone, J. J., Ruberton, P. M., Margolis, S., & Lyubomirsky, S. (2024). Does variety in
hedonic spending improve happiness? Testing alternative causal mechanisms between
hedonic variety and subjective well-being. BMC Psychology, 12(1), 1–26.
https://doi.org/10.1186/s40359-024-01599-8
Handayani, W., Anshori, M., Usman, I., & Mudjanarko, S. W. (2018). Why are you happy with
impulse buying? Evidence from Indonesia. Management Science Letters, 8(5), 283–292.
https://doi.org/10.5267/j.msl.2018.4.019
Harmaini, H., & Yulianti, A. (2016). Peristiwa-peristiwa yang membuat bahagia. Psympathic :
Jurnal Ilmiah Psikologi, 1(2), 109–119. https://doi.org/10.15575/psy.v1i2.472
Hirschman, E. C., & Holbrook, M. B. (1982). Hedonic consumption: Emerging concepts,
methods and propositions. Journal of Marketing, 46(3), 92–101.
Jannah, F. M., & Fikry, Z. (2024). Hubungan antara pembelian impulsif dengan penyesalan
pasca pembelian pada produk fashion perempuan pengguna tiktok yang baru memasuki dunia kerja. 4, 9101–9112.
Kompasiana. (2024). Perilaku impulsive buying yang sering terjadi pada gen z. Kompasiana.
https://www.kompasiana.com/adeivaaa05/666d3d20ed64154d02228e33/perilaku
impulsive-buying-yang-sering-terjadi-pada-gen-z
Liu, H., De Costa, M. F. S. D. C. B. M. F., Yasin, M. A. lmran Bin, & Ruan, Q. (2023). A study
on how social media influences on impulsive buying. Expert Systems, September.
https://doi.org/10.1111/exsy.13448
Miao, M., Jalees, T., Qabool, S., & Zaman, S. I. (2020). The effects of personality, culture and
store stimuli on impulsive buying behavior: Evidence from emerging market of Pakistan.
Asia Pacific Journal of Marketing and Logistics, 32(1), 188–204.
https://doi.org/10.1108/APJML-09-2018-0377
Muzammil, I. F. S., Utami, A. B., & Rista, K. (2023). Impulsive buying pada perempuan dewasa
awal: Bagaimana peranan self-control? INNER: Journal of Psychological Research, 2(3),
385–394.
Nisa, K. (2024). Peran influencer media social dalam impulsive buying dan konsumsi generasi z:
Studi kasus marketplace shopee. Harmoni: Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Sosial, 2(1), 31
43.
Nurohman, F., & Aziz, A. (2021). Impulse buying dan post purchase regret pada mahasiswa.
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah, 12(2), 155–165.
https://doi.org/10.15294/intuisi.v12i2.28612
Putri, Y. A. (2023). Emosi positif Dan motivasi hedonis terhadap pembelian impulsif pada
aplikasi online janji jiwa (studi kasus pada mahasiswa universitas tridinanti palembang).
Jurnal Riset Inspirasi Manajemen Dan Kewirausahaan, 7(1), 44–50.
https://doi.org/10.35130/jrimk.v7i1.384
Rook, D. W. (1987). The buying impulse. Journal of Consumer Research, 14(2), 189–199.
Setyaningrum, F. Y., Arifin, Z., & Yulianto, E. (2016). Pengaruh hedonic motives terhadap
shopping lifestyle dan impulse buying (survei pada konsumen superindo supermarket yang
melakukan impulse buying). Jurnal Administrasi Bisnis S1 Universitas Brawijaya, 37(1),
97–104.
Shoham, A., & Brenčič, M. M. (2003). Compulsive buying behavior. Journal of Consumer
Marketing, 20(2–3), 127–138. https://doi.org/10.1108/07363760310464596
Silvera, D. H., Lavack, A. M., & Kropp, F. (2008). Impulse buying: The role of affect, social
influence, and subjective wellbeing. Journal of Consumer Marketing, 25(1), 23–33.
https://doi.org/10.1108/07363760810845381
Venia, M., Marzuki, F., & Yuliniar. (2021). Analisis faktor yang mempengaruhi perilaku
impulse buying (studi kasus pada generasi z pengguna e-commerce ). Korelasi Riset
Nasional Ekonomi, Manajemen, Dan Akuntansi, 2, 929–941.
Verplanken, B., & Herabadi, A. (2001). Individual differences in impulse buying tendency:
Feeling and no thinking. European Journal of Personality, 15(1 SUPPL.).
https://doi.org/10.1002/per.423
Verplanken, B., Herabadi, A. G., Perry, J. A., & Silvera, D. H. (2005). Consumer style and
health: The role of impulsive buying in unhealthy eating. Psychology and Health, 20(4),
429–441. https://doi.org/10.1080/08870440412331337084
Vinney, C. (2024). What’s the difference between eudaimonic and hedonic happiness?
ThoughtCo. https://www.thoughtco.com/eudaimonic-and-hedonic-happiness-4783750
Wale, N. B., & Situmorang, T. P. (2023). Analisis Impulsif Buying Pada Belanja Online.
INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research Volume, 3(3), 4349–4365.