Persepsi Fans terhadap Upaya Promotor dalam Mengelola Krisis Komunikasi

Isi Artikel Utama

Adela Suci Nur Padilah
Rezi Erdiansyah

Abstrak

This study examines fans' understanding of the communication crisis management carried out by the promoter during the SEVENTEEN concert ticket exchange process in Jakarta. Problems arose due to extremely long queues, sudden changes to the exchange process, and inconsistent instructions, leading to discomfort and confusion among the audience. This situation sparked complaints on social media and escalated into an issue that damaged the promoter's image. The study used a qualitative approach by conducting in-depth interviews with three respondents who directly experienced the ticket exchange process. The analysis was conducted to describe how fans assessed the promoter's operational readiness, information delivery, and attitude toward critical situations. The results of the study show that fans consider the promoter to be unprepared in terms of technical planning, unable to convey information clearly, and lacking empathy for the audience who had to wait in long lines. Social media became the main source of information due to the lack of official communication, thereby reinforcing negative perceptions. This study concludes that poor coordination and a lack of responsive communication resulted in a decline in trust in the promoter. Improvements in the exchange process, information clarity, and rapid response are needed to increase the effectiveness of crisis management at large-scale events.


 


Penelitian ini mengkaji pemahaman fans terhadap penanganan krisis komunikasi yang dilakukan promotor pada proses penukaran tiket konser SEVENTEEN di Jakarta. Permasalahan muncul karena antrean yang sangat panjang, perubahan alur penukaran secara mendadak, serta instruksi yang tidak konsisten sehingga menimbulkan ketidaknyamanan dan kebingungan bagi penonton. Situasi ini memicu keluhan di media sosial dan berkembang menjadi isu yang memengaruhi citra promotor. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam dengan tiga responden yang mengalami langsung proses penukaran tiket. Analisis dilakukan untuk menggambarkan bagaimana fans menilai kesiapan operasional promotor, penyampaian informasi, serta sikap mereka dalam menghadapi situasi genting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fans menganggap promotor kurang siap dalam perencanaan teknis, tidak mampu menyampaikan informasi secara jelas, dan tidak menunjukkan empati terhadap kondisi penonton yang harus menunggu dalam antrean panjang. Media sosial menjadi sumber utama informasi karena minimnya komunikasi resmi, sehingga persepsi negatif semakin menguat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kelemahan koordinasi dan kurangnya komunikasi yang responsif mengakibatkan penurunan kepercayaan terhadap promotor. Perbaikan pada alur penukaran, kejelasan informasi, serta respons cepat diperlukan untuk meningkatkan efektivitas penanganan krisis pada acara berskala besar.

Rincian Artikel

Bagian
Articles

Referensi

Ayuningtyas, S. R., Sujatno, T. C., Soehadi, A. W., & Jayawardhana, I. (2024). Pengaruh Perceived Crowding terhadap Memorable Experience dan Behavioral Intention dengan Variabel Moderasi Fandom dalam Konser Blackpink Jakarta 2023. Global Research on Tourism Development and Advancement, 6(2), 111–123. https://doi.org/10.21632/garuda.6.2.111-123

Cangara, H. (2014). Perencanaan & Strategi Komunikasi. Rajawali Press.

Coombs, W. T. (2011). Ongoing Crisis Communication: Planning, Managing, and Responding. SAGE Publications.

Fatimah, T. A. (2024). Perilaku Konsumtif pada Penggemar K-Boygroup Seventeen (Carat) di Surabaya. Jurnal Syntax Admiration, 5(1), 245–258. https://doi.org/10.46799/jsa.v5i1.982

Fitriani, D. E., Piharsari, D., & Wicaksono, S. A. (2022). Faktor Pengaruh Interaksi Aktif dalam Komunitas Online yang Disponsori Merek. Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi Dan Ilmu Komputer, 6(2), 733–744.

Harahap, N. (2020). Penelitian Kualitatif. Wal Ashri Publishing.

Harahap, S. M., Rizki, J. W. S., & Siregar, E. Z. (2022). Strategi Komunikasi Organisasi. Penerbit Prenada.

Irwanti, M. (2023). Manajemen Krisis Komunikasi: Tinjauan Teoritis dan Praktis. Penerbit Widina Media Utama.

Kusuma, Y. (2021). Pentingnya Strategi Komunikasi Dalam Berkomunikasi. MEI, 2(5), 1–5. https://doi.org/https://doi.org/10.55314/jsp.v2i5.151

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2018). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (4th Edition). SAGE Publications.

Miliani, A., Pramudita, S., Rosanti, R., Febriyanti, G., & Kartika, K. (2025). Corporate communication Sebagai Strategi Utama dalam Pengelolaan Citra Organisasi. COMTE: Journal of Sociology Research and Education, 1(6), 250–258. https://doi.org/10.64924/wr7v6j58

Mundir. (2013). Metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. STAIN Jember Press.

Pramesti, A. A., & Rahmawati, D. H. (2025). Interaksi Parasosial Antara Boygroup Seventeen dan Penggemar di Aplikasi Fandom Weverse. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 8(7), 8158–8163. https://doi.org/https://doi.org/10.54371/jiip.v8i7.8323

Pratiwi, P. Y., & Haninda, A. R. (2022). Strategi Manajemen Krisis Public Relations Dalam Mengembalikan Kepercayaan Karyawan. Inter Script : Journal of Creative Communication, 3(1). https://doi.org/10.33376/is.v3i1.801

Rahmi, D. A., & Fitri, A. N. (2023). Peran Public Relations Dalam Membangun Citra Positif Dan Reputasi Organisasi: Tinjauan Teoritis Dan Praktis (pp. 1–14).

Rosita, S., Hapsari, N., Angelina, Z. N., & Taryana, A. (2025). Peningkatan Customer Experience Pada Sistem Penukaran Tiket Konser K-Pop Dengan Pendekatan Design Thinking. Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA), 9(2), 1874–1889. https://doi.org/10.31955/mea.v9i2.5887

Sari, M., Chandra, J., & Machfud. (2025). Pengaruh Media Sosial terhadap Komunikasi Organisasi: Studi Kasus pada Manajemen Krisis. Jurnal Kolaboratif Sains, 8(1). https://doi.org/https://doi.org/10.56338/jks.v8i1.6972

Setia, A. P., & Setyanto, Y. (2022). Strategi Public Relations dalam Membangun Citra terhadap PT. Mitra Komunika Setya. KIWARI, 1(4). https://doi.org/https://doi.org/10.24912/ki.v1i4.15936

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Penerbit Alfabeta.

Sumarto, R. H. (2016). Komunikasi Dalam Kegiatan Public Relations. INFORMASI, 46(1), 63. https://doi.org/10.21831/informasi.v46i1.9650

Umairoh, F., & Laila, K. (2025). Strategi Framing Media Digital Weverse Oleh Industri K-Pop (Membangun Simpati dan Loyalitas Penggemar di Era Digital). NIVEDANA: Jurnal Komunikasi Dan Bahasa, 6(3), 490–508. https://doi.org/https://doi.org/10.53565/nivedana.v6i3.1851

Widyaningrum, A. Y. (2021). Kajian Tentang Komunitas Virtual: Kesempatan dan Tantangan Kajian di Bidang Ilmu Komunikasi. Jurnal Komunikatif, 10(2), 141–152. https://doi.org/10.33508/jk.v10i2.3457

Wijaya, F., & Tjokrosaputro, M. (2024). Analisis faktor-faktor yang memengaruhi customer loyalty pada kafe di Batam: Customer satisfaction sebagai mediasi. Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan, 8(3), 533–547. https://doi.org/10.24912/jmbk.v8i3.30215

Yin, R. K. (2018). Case Study Research and Applications: Design and Methods (6th Edition). SAGE Publications.