Peran Gimik dalam Membangun Brand Personality Windah Basudara di YouTube

Main Article Content

Raymond Kent
Diah Ayu Candraningrum

Abstract

In the rapidly evolving digital era, brand personality has become a crucial element for content creators to establish a unique and recognizable identity amid increasingly competitive content ecosystems. This study examines the role of gimmicks in shaping the brand personality of Windah Basudara on YouTube using Jennifer Aaker’s Brand Personality framework. This research employs a qualitative case study approach through in-depth interviews with Windah Basudara, five loyal viewers, and a communication expert. The findings reveal that gimmicks function as performative strategies intentionally crafted to construct an energetic, loud, dramatic, and entertaining streaming persona—one that differs from his real-life personality. Consistent use of verbal and non-verbal gimmicks strengthens audience engagement, creates a lively viewing experience, and differentiates Windah from other gaming creators. From the audience’s perspective, these gimmicks serve as distinctive traits that foster emotional attachment and enhance viewer loyalty. The study concludes that Windah’s gimmicks predominantly reinforce the excitement dimension, resulting in a strong, unique, and highly engaging brand personality.


 


Dalam era digital yang berkembang pesat, brand personality menjadi elemen penting bagi content creator untuk membangun identitas yang unik dan mudah dikenali di tengah persaingan konten yang semakin kompetitif. Penelitian ini menganalisis peran gimik dalam membentuk brand personality Windah Basudara di YouTube dengan menggunakan teori Brand Personality dari Jennifer Aaker. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui wawancara mendalam dengan Windah Basudara, lima penggemar loyal, dan seorang ahli komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gimik berfungsi sebagai strategi performatif yang dirancang secara sengaja untuk membentuk persona streaming yang energik, berisik, dramatis, dan menghibur, persona yang berbeda dari kepribadian aslinya. Konsistensi penggunaan gimik verbal dan non-verbal memperkuat engagement, menciptakan pengalaman menonton yang hidup, serta membedakan Windah dari kreator gaming lainnya. Dari sudut pandang audiens, gimik menjadi ciri khas yang membangun keterikatan emosional dan meningkatkan loyalitas penonton. Temuan ini menegaskan bahwa gimik Windah secara dominan membentuk dimensi excitement, sehingga menghasilkan brand personality yang kuat, unik, dan sangat engaging.

Article Details

Section
Articles

References

Aaker, J. L. (1997). Dimensions of Brand Personality. Journal of Marketing Research, 34(3), 347. https://doi.org/10.2307/3151897

Erwin, E., Judijanto, L., Sepriano, S., & Rukmana, A. Y. (2025). Live Streaming Marketing Trend. PT Green Pustaka Indonesia.

George, J., & Anandkumar, V. (2018). Dimensions of Product Brand Personality. Vision: The Journal of Business Perspective, 22(4), 377–386. https://doi.org/10.1177/0972262918803496

Gustiawan, D. (2024). Manajemen Produk dan Merek. PT Indonesia Delapan Kreasi Nusa.

Hassey, R. V. (2019). How brand personality and failure-type shape consumer forgiveness. Journal of Product & Brand Management, 28(2), 300–315. https://doi.org/10.1108/JPBM-09-2017-1563

Khamis, S., Ang, L., & Welling, R. (2017). Self-branding, ‘micro-celebrity’ and the rise of social media influencers. Celebrity Studies, 8(2), 191–208.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.

Ronaldo, C., & Putra, W. P. S. J. (2022). Analisis brand identity di jejaring sosial Instagram (Studi kasus Kopi Lain Hati PIK). Kiwari, 1(2), 244–251.

Rusdin, F. R., Ramonita, L., Ayu, I. S., Putri, I. G. A. A. A., & Yulianto, A. (2025). Digital Branding (Strategi Merek di Dunia Digital). Penerbit Widina.

Sugiyono. (2021). Metode Penelitian Pendidikan (Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi, R&D dan Penelitian Pendidikan) (3rd ed.). Alfabeta.

Susanto, D., Risnita, & Jailani, M. S. (2023). Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data Dalam Penelitian Ilmiah. Jurnal QOSIM Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora, 1(1), 53–61. https://doi.org/10.61104/jq.v1i1.60

Yin, R. K. (2018). Case Study Research and Applications (6th ed.). Sage.