Penelahaan Kemampuan Anak Berkesulitan Belajar di Jakarta dalam Membuat Batik Tamarin untuk UMKM

Main Article Content

Julius Andi Nugroho
Revelyn Tanbung
Devina Davita Salim
Cyntya Febrianti
Merryn Oktavia Sutarman

Abstract

Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang diakui secara internasional. Salah satu inovasinya adalah Batik Guta Tamarin, yang 
menggunakan biji asam sebagai pengganti lilin. Inovasi ini menarik karena dapat dilakukan oleh berbagai kalangan, termasuk Anak 
dengan Kesulitan Belajar (ABB). ABB, yang termasuk dalam kategori Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), memiliki hambatan akademik 
namun berpotensi mengembangkan keterampilan dalam seni kriya. Penelitian ini bertujuan menelaah kemampuan ABB dalam 
membuat Batik Guta Tamarin sebagai produk kriya untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Data dikumpulkan melalui 
praktik langsung, observasi, wawancara, dan dokumentasi guna mengetahui pemahaman ABB terhadap teknik batik serta kekuatan 
dan kelemahan mereka selama proses. Fokus penelitian juga mencakup dampak positif maupun negatif yang dialami ABB ketika 
membuat batik. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan campuran, sehingga hasil yang diperoleh 
diharapkan lebih menyeluruh. Wawancara langsung di lokasi dilakukan agar informasi yang dikumpulkan akurat dan kontekstual. 
Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi acuan dalam mengembangkan potensi ABB dalam seni kriya, serta mendorong kontribusi 
mereka pada pelestarian budaya dan penguatan UMKM di Indonesia. 

Article Details

Section
Articles

References

Budiman, I., Alya, S. H., & Pandanwangi, A. (2022). Gutta tamarind: Olahan visual bahasa rupa menggunakan material ramah lingkungan. Jurnal Bahasa Rupa, 5(2), 166–176. https://doi.org/10.31598/bahasarupa.v5i2.960

Dewanti, A. R. (2021). Inovasi seni batik dalam media gutha tamarin. Prosiding Seminar Nasional Industri Kerajinan dan Batik, 3(1), 1–8.

Jaringan Prima. (2024, October 2). Hari Batik Internasional: Sejarah, makna, dan cara mengapresiasi. Jaringan Prima. https://www.jaringanprima.co.id/id/hari-batik-internasional-sejarah-makna-dan-cara-mengapresiasi

Novrianda, H., & Shar, A. (2021). Analisis pengembangan orientasi kewirausahaan dalam meningkatkan kinerja pemasaran pada UMKM di Kota Bengkulu. Creative Research Management Journal, 4(2), 1–12. https://doi.org/10.32663/crmj.v4i2.2284

Pandanwangi, A., Dewi, B. S., & Apin, A. M. (2024). Inovasi batik kreatif dengan menggunakan perintang gutta tamarind. Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS), 7(2), 454–464. https://doi.org/10.33474/jipemas.v7i2.21761

Ratnasari, E. D. (2017, August 8). Gutha tamarin, si pengganti lilin dalam teknik batik. CNN Indonesia.

Rosmadi, M. L. (2019). Analisis faktor-faktor penunjang pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). SNEB: Seminar Nasional Ekonomi dan Bisnis Dewantara, 1(1), 41–48. https://doi.org/10.26533/sneb.v1i1.410

Shaid, N. J., & Idris, M. (2023, September 20). Pengertian UMKM, kriteria, ciri, dan contohnya. Kompas.

Tuasikal, J. M. S. (2023). Pendidikan anak berkesulitan belajar. Universitas Negeri Gorontalo. https://dosen.ung.ac.id/JumadiTuasikal/home/2023/6/15/pendidikan-anak-berkesulitan-belajar.html

Woelandhary, A. D., Susanti, I., & Lestari, S. K. (2021). Peningkatan keterampilan ilustrasi tematik dengan metoda batik lilin dingin. Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, 10(1), 277–284.