Penerapan Pendekatan Multisensori dalam Perancangan Interior Little Owl Daycare & Preschool di Gedung Perkantoran
Main Article Content
Abstract
Perubahan sosial dan ekonomi mendorong meningkatnya partisipasi perempuan dalam dunia kerja. Namun, kondisi
ini belum sepenuhnya diimbangi dengan kesiapan binaan lingkungan dalam mendukung kebutuhan pengasuhan anak. Banyak
orang tua menghadapi keterbatasan dalam menyediakan pengasuhan yang layak, sehingga tak sedikit dari mereka memilih
untuk menitipkan anak kepada kerabat atau tetangga yang belum tentu memiliki pengetahuan dan keterampilan merawat
anak usia dini. Situasi ini berisiko menghambat pemenuhan hak tumbuh kembang anak, khususnya dalam aspek stimulasi
sensorik, motorik, dan kognitif. Sebagai solusi, Little Owl Daycare and Preschool dirancang di dalam gedung perkantoran Global
Tower, Jakarta Selatan, agar terintegrasi dengan lingkungan kerja melalui pendekatan multisensori untuk menciptakan
pengalaman belajar yang imersif bagi anak. Proses perancangan menggunakan pendekatan analisis-sintesis untuk
mengumpulkan dan menguraikan data yang kemudian dirumuskan dalam konsep dan implementasi perancangan. Metode
penelitian yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif . Hasil rancangan berhasil mengintegrasikan konsep Cuddly Nest dengan
pendekatan multisensori yang didukung teknologi modern. Integrasi teknologi seperti dynamic lighting, smart audio system,
dan aroma diffuser terbukti efektif dalam menciptakan ruang belajar yang aman, menyenangkan, serta imersif. Pendekatan ini
mendukung keterlibatan anak secara holistik sekaligus memberikan ketenangan bagi orang tua pekerja terhadap kualitas
pengasuhan.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Jurnal Visual by Faculty of Art and Design is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. Permissions beyond the scope of this license may be available at https://journal.untar.ac.id/index.php/visual
References
Alwashmi, K., Meyer, G., Rowe, F., & Ward, R. (2024). Enhancing learning outcomes through multisensory integration: A fMRI study of audio-visual training in virtual reality. NeuroImage, 285, 120483.
Fan, Y., Chong, D. K., & Li, Y. (2024, March). Beyond play: A comparative study of multi-sensory and traditional toys in child education. In Frontiers in Education (Vol. 9, p. 1182660). Frontiers Media SA.
Fisher, A. V., Godwin, K. E., & Seltman, H. (2014). Visual environment, attention, and learning in young children: Too much of a good thing? Psychological Science, 25(7), 1332–1340.
Haudy, Y. (2023). Hasil studi: Kelas warna-warni ganggu konsentrasi siswa dalam belajar. Diakses online: https://katanetizen.kompas.com/read/2023/08/24/175804185/hasil-studi-kelas-warna-warni-ganggu-konsentrasi-siswa-dalam-belajar?page=all
Ismanto, A., Agistin, A., & Wardhana, K. (2023). Penerapan konsep green architecture pada desain interior RA Suites Simatupang Jakarta. Jurnal VISUAL, 19(1).
Kim, H., Sefcik, J. S., & Bradway, C. (2017). Characteristics of qualitative descriptive studies: A systematic review. Research in Nursing & Health, 40(1), 23–42.
Kim, R. S., Seitz, A. R., & Shams, L. (2008). Benefits of stimulus congruency for multisensory facilitation of learning. PLoS One, 3(1), e1532.
Kilmer, R., & Kilmer, W. O. (2014). Designing interiors: An introduction. Wiley.
Montessori, M. (2013). The Montessori method. Transaction Publishers.
Sugiyono. (2016). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif dan R&D. Bandung: PT Alfabeta.
Wulandari, R. (2020). Psikologi perkembangan anak usia dini. Pustaka Al-Fatih.
Wahyuni, S., Desyanty, E. S., & Redjeki, S. E. (2018). Peningkatan kompetensi pengasuh melalui pelatihan pengasuhan ramah anak pada taman penitipan anak. Abdiman Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat.