Penerapan Pendekatan Multisensori dalam Perancangan Interior Little Owl Daycare & Preschool di Gedung Perkantoran

Main Article Content

Vonny Kornellya
Adi Ismanto
Arlene Davis Kosasih

Abstract

Perubahan sosial dan ekonomi mendorong meningkatnya partisipasi perempuan dalam dunia kerja. Namun, kondisi 
ini belum sepenuhnya diimbangi dengan kesiapan binaan lingkungan dalam mendukung kebutuhan pengasuhan anak. Banyak 
orang tua menghadapi keterbatasan dalam menyediakan pengasuhan yang layak, sehingga tak sedikit dari mereka memilih 
untuk menitipkan anak kepada kerabat atau tetangga yang belum tentu memiliki pengetahuan dan keterampilan merawat 
anak usia dini. Situasi ini berisiko menghambat pemenuhan hak tumbuh kembang anak, khususnya dalam aspek stimulasi 
sensorik, motorik, dan kognitif. Sebagai solusi, Little Owl Daycare and Preschool dirancang di dalam gedung perkantoran Global 
Tower, Jakarta Selatan, agar terintegrasi dengan lingkungan kerja melalui pendekatan multisensori untuk menciptakan 
pengalaman belajar yang imersif bagi anak. Proses perancangan menggunakan pendekatan analisis-sintesis untuk 
mengumpulkan dan menguraikan data yang kemudian dirumuskan dalam konsep dan implementasi perancangan. Metode 
penelitian yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif . Hasil rancangan berhasil mengintegrasikan konsep Cuddly Nest dengan 
pendekatan multisensori yang didukung teknologi modern. Integrasi teknologi seperti dynamic lighting, smart audio system, 
dan aroma diffuser terbukti efektif dalam menciptakan ruang belajar yang aman, menyenangkan, serta imersif. Pendekatan ini 
mendukung keterlibatan anak secara holistik sekaligus memberikan ketenangan bagi orang tua pekerja terhadap kualitas 
pengasuhan.

Article Details

Section
Articles

References

Alwashmi, K., Meyer, G., Rowe, F., & Ward, R. (2024). Enhancing learning outcomes through multisensory integration: A fMRI study of audio-visual training in virtual reality. NeuroImage, 285, 120483.

Fan, Y., Chong, D. K., & Li, Y. (2024, March). Beyond play: A comparative study of multi-sensory and traditional toys in child education. In Frontiers in Education (Vol. 9, p. 1182660). Frontiers Media SA.

Fisher, A. V., Godwin, K. E., & Seltman, H. (2014). Visual environment, attention, and learning in young children: Too much of a good thing? Psychological Science, 25(7), 1332–1340.

Haudy, Y. (2023). Hasil studi: Kelas warna-warni ganggu konsentrasi siswa dalam belajar. Diakses online: https://katanetizen.kompas.com/read/2023/08/24/175804185/hasil-studi-kelas-warna-warni-ganggu-konsentrasi-siswa-dalam-belajar?page=all

Ismanto, A., Agistin, A., & Wardhana, K. (2023). Penerapan konsep green architecture pada desain interior RA Suites Simatupang Jakarta. Jurnal VISUAL, 19(1).

Kim, H., Sefcik, J. S., & Bradway, C. (2017). Characteristics of qualitative descriptive studies: A systematic review. Research in Nursing & Health, 40(1), 23–42.

Kim, R. S., Seitz, A. R., & Shams, L. (2008). Benefits of stimulus congruency for multisensory facilitation of learning. PLoS One, 3(1), e1532.

Kilmer, R., & Kilmer, W. O. (2014). Designing interiors: An introduction. Wiley.

Montessori, M. (2013). The Montessori method. Transaction Publishers.

Sugiyono. (2016). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif dan R&D. Bandung: PT Alfabeta.

Wulandari, R. (2020). Psikologi perkembangan anak usia dini. Pustaka Al-Fatih.

Wahyuni, S., Desyanty, E. S., & Redjeki, S. E. (2018). Peningkatan kompetensi pengasuh melalui pelatihan pengasuhan ramah anak pada taman penitipan anak. Abdiman Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat.