Pengaruh fungsi kognitif terhadap kualitas hidup orang dengan epilepsi pada Komunitas Peduli Epilepsi Indonesia di Depok periode November 2017 – Maret 2018
Main Article Content
Abstract
Salah satu faktor yang memengaruhi kualitas hidup orang dengan epilepsi adalah penurunan fungsi kognitif yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti usia onset kejang, obat anti epilepsi, keaktifan dalam bekerja, dan frekuensi terjadinya bangkitan. Studi ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh fungsi kognitif terhadap kualitas hidup orang dengan epilepsi pada Komunitas Peduli Epilepsi Indonesia di Depok. Studi ini bersifat analitik korelatif melalui pendekatan cross-sectional dengan jumlah subjek studi sebanyak 77 orang. Studi menggunakan metode wawancara dengan kuisioner MMSE dan pengisian kuisioner QOLIE-10. Hasil studi didapatkan 15 orang (19,5%) subjek yang mengalami gangguan fungsi kognitif. Hasil uji Spearman diperoleh fungsi kognitif memiliki pengaruh terhadap kualitas hidup orang dengan epilepsi pada domain efek samping obat anti epilepsi terhadap fisik (r = 0,470) dengan nilai signifikansi Sig. 0.000, energi (r = 0,289) dengan nilai signifikansi Sig. 0.011, kualitas hidup secara keseluruhan (r = -0,343) dengan nilai signifikansi Sig. 0.002, kekhawatiran terjadinya bangkitan (r = -0,256) dengan nilai signifikansi Sig. 0.025, kesulitan mengemudi (r = -0,308) dengan nilai signifikansi Sig. 0.006, dan keterbatasan hubungan sosial (r = 0,397) dengan nilai signifikansi Sig. 0.000.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan artikelnya di Tarumanagara Medical Journal (TMJ) setuju dengan ketentuan sebagai berikut:
- Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan jurnal hak publikasi pertama dengan bekerja secara bersamaan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas kepengarangan dari karya asli dan publikasi dalam jurnal ini.
- Penulis dapat masuk ke dalam pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif jurnal versi pekerjaan yang dipublikasikan (misalnya, memposting ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Setiap teks yang dikirim harus disertai dengan "Perjanjian Transfer Hak Cipta" yang dapat diunduh melalui tautan berikut: Unduh
References
World Health Organization. Epilepsy. (updated 2017 Feb;cited 2017 Nov 12). Available from: http://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail /epilepsy
Robert S. Fisher CAAAABJHC. A Practical Clinical Definition of Epilepsy. ILAE Official Report. Stanford University School of Medicine, Department of Neurology & Neurological Sciences; 2014.
Yayasan Epilepsi Indonesia. Epilepsi di Indonesia. (updated 2010 Aug 09; cited 2017 Nov 09). Available from: http://www.ina-epsy.org/2010/08/epilepsi-di-indonesia.html
Persatuan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI). Diagnosis Epilepsi. Jakarta : PERDOSSI; 2011
Desai JD. Epilepsy and Cognition. Journal of Pediatric Neurosciences. 2008;3
Aldenkamp AP BN. Behaviour, Cognition and Epilepsy. Review. Maastricht, the Netherlands: University Hospital, Department of Neurology; 2005.
Nick B. Cognitive Enhancement: Methods, Ethics, Regulatory Challenges. 2009
World Health Organization. WHOQOL Measuring Quality of Life. 1997
Hawari I. Penilaian Kualitas Hidup Penderita Epilepsi dengan Instrumen Quality of Life in Epilepsy (QOLIE-31). 2006
Jokeit H, Ebner A. Long term effects of refractory temporal lobe epilepsy on cognitive abilities: a cross sectional study. J Neuro Neurosurg Psychiatry. 1999 ;67:44-50.
Porter BMM, Brooks-Kayal A. Fate of newborn dentate granule cells after early life status epilepticus. Epilepsia. 2004;45:13-19.
Oliveira CS, Rosset SE, Funayama SS, Terra VC, Machado HR, Sakamoto AC. Intellectual Functioning in Pediatric Patients with Epilepsy: a comparison of medically controlled children. J Pediatr. 2010;86(5):377-83.