Hubungan status gizi dengan prevalensi ISPA pada anak usia 6 – 24 bulan di Puskesmas Wilayah Kota Administratif Jakarta Barat periode Januari – April 2017

Yunita Halim, Wiyarni Pambudi

Abstract


ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) merupakan penyakit bermanifestasi ringan sampai berat penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada segala usia terutama anak. Status gizi anak diukur melalui antropometri. Semakin baik status gizi anak maka semakin rendah prevalensi ISPA pada anak. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara status gizi dengan prevalensi ISPA pada anak usia 6-24 bulan di Puskesmas Wilayah Kota Administratif Jakarta Barat periode Januari-April 2017. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan responden terdiri anak usia 6-24 bulan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, kurva WHO dan wawancara dari kuesioner. Dari 76 responden didapatkan 50 anak (65,79%) memiliki status gizi baik dibandingkan anak memiliki status gizi kurang baik sebanyak 26 anak (34,21%). Sebanyak 46 anak (60,53%) mengalami ISPA jarang dan 30 anak (39,47%) mengalami ISPA sering. Berdasarkan uji chi-square didapatkan hasil p = 0,072 menunjukkan hubungan tidak bermakna antara status gizi dengan prevalensi ISPA pada anak. Sedangkan anak yang memiliki status gizi kurang lebih berisiko 1,113 kali terhadap prevalensi ISPA. Dari penelitian ini diharapkan agar masyarakat untuk ikut meningkatkan status gizi baik dalam mencegah penularan ISPA sehingga menurunkan angka prevalensi ISPA.

Keywords


status gizi, ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), anak usia 6 – 24 bulan

Full Text:

PDF

References


World Health Organization. Pencegahan dan pengendalian infeksi saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang cenderung menjadi epidemi dan pandemi di fasilitas pelayanan kesehatan. Pedoman Interim WHO; Juni 2007.

Selvaraj K, Chinnakali P, Majumdar A, Santhana I, Krishnan. Acute respiratory infections among under-5 children in India: A situational analysis. Journal of Natural Science, Biology and Medicine. 2014 January;5(1):15-20.

Rahajoe N, Supriyatno B, Setyanto Budi D. Buku ajar respirologi anak. Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia; 2015.

Riset Kesehatan Dasar. Riskesdas 2013. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 2013. 6: 98-99

Somantri B. Hubungan status gizi dengan kejadian ISPA pada balita di puskesmas melong asih kota Cimahi. Jurnal Keperawatan’Aisyiyah. 2015:2(1); 37-43.

Febrianto W, Mahfoedz I, Mulyanti. Status gizi berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja puskemas wonosari I kabupaten Gunungkidul 2014. Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia. Mei 2015: 3(2); 113-118.

Elyana M, Candra A. Hubungan frekuensi ISPA dengan status gizi balita. Journal of Nutritional and Health, 1 (1); Diambil 26 Juli 2016. Dari: http://ejurnal.undip.ac.id

Nasution K, Sjahrullah MAR, Brohet KE, Wibisana KA, Yassien MR, Ishak ML et al. Infeksi saluran napas akut pada balita di daerah urban Jakarta. Sari Pediatri. Desember 2009;11(4):223-228.

Hadiana SYM. Hubungan status gizi terhadap terjadinya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) Pada Balita di Puskesmas Pajang Surakarta. Surakarta; Universitas Muhammadiyah Surakarta. 2013.




DOI: http://dx.doi.org/10.24912/tmj.v1i2.3846

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Tarumanagara Medical Journal

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.