Hubungan status gizi terhadap anemia pada balita di Kelurahan Tomang Kecamatan Grogol Petamburan Jakarta Barat periode Januari 2015

Janice Fredlina, Rebekah Malik

Abstract


Di Indonesia masalah gizi masih menjadi hal yang perlu diperhatikan. Prevalensi anak dengan gizi kurang mencapai 18,0% diantaranya 4,9% prevalensi untuk anak dengan gizi buruk. Anak – anak dengan status gizi kurang cenderung akan mengalami anemia defisiensi gizi dengan kadar hemoglobin dibawah 11 gr/dL. Prevalensi anemia gizi pada anak usia 2 samapi 5 tahun mencapai 17,6%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan anemia umum pada anak usia 1 sampai 5 tahun di Tomang Kecamatan Grogol Petamburan Jakarta Barat. Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional dengan jumlah sampel 78 anak. Penentuan status gizi menggunakan Z score BB/TB sedangkan kadar haemoglobin diukur menggunakan haemometer. Pada penelitian ini didapatkan anak dengan status gizi buruk sebesar 30.8% menderita anemia. Data dianalisa menggunakan uji chi Square Kendall’s tau-C diperoleh nilai p >0.02 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan bermakna antara status gizi dengan anemia umum yang terjadi pada anak usia 1 sampai 5 tahun di Kecamatan Grogol Petamburan. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menanggulangi anemia gizi pada anak adalah dengan meningkatkan pengetahuan memalui penyuluhan dan sangat penting bagi pemerintah untuk membuat kebijakan dalam mengatasi gizi buruk pada anak- anak Indonesia.

Keywords


status gizi; kadar hemoglobin; anemia

Full Text:

PDF

References


Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI. Penyajian Pokok-Pokok Hasil Riset Kesehatan Dasar 2013 [Internet]. Indonesia; 2013 [cited 2014 Des 10]. Available from:

http://www.litbang.depkes.go.id/.

Bakta IM. Hematologi Klinik Ringkas. Khastrifah, Purba DL, editors. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran ECG; 2012.

Rumah Sakit Cakra Husada [Internet]. Klaten; 2013 [update 2013 Nov 14 ; cited 2013 Des 07]. Available from: http://rscakrahusada.com/mengenal-anemia-defisiensi-besi-pada-anak/.

Depkes.go.id [Internet]. Indonesia: Tiga Kelompok Permasalahan Gizi di Indonesia; c2012-11-20 [cited 2013 Des 10]. Available from:http://www.depkes.go.id/index.php?vw=2&id=2136.

Khorri IF. Status gizi Balita di Posyandu Kelurahan Padang Bulan Kecamatan Medan Baru. Medan: Universitas Sumatra Utara; 2009.

Suhendri U. Faktor – faktor yang berhubungan dengan status gizi anak dibawah lima tahun (balita) di puskesmas sepatan kecamatan sepatan kabupaten tanggerang tahun 2009. Jakarta: Universitas Islam Negeri; 2009.

Sunarti, Annta Kern Nugrohowati. Korelasi Status Gizi, Asupan Zat Besi deng

an Kadar Feritin pada Anak Usia 2 – 5 Tahun di Kelurahan Semanggi Surakarta. Surakarta: Univ Ahmad Dahlan, RSUD Surakarta; 2014.

Sekartini R, Soedjatmiko, Wawolumaya C, Yuniar I, Dewi R, Nycane, et al. Prevalensi anemia defisiensi besi pada bayi usia 4-12 bulan di kecamatan matraman dan sekitarnya, jakarta timur. Sari Pediatri; 2005 Jun;7:2-8.

Rosanti I. Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Anemia pada Anak Balita di Wilayah Bendan Ngisor Kota Semarang. Semarang: Universitas Negeri Semarang; 2009.

Wahyuni, AS. Anemia Defisiensi Besi pada Balita. Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat/ Ilmu Kedokteran Pencegahan/ Ilmu Kesehatan Komunitas. USU digital library.Sumatra Utara: Universitas Sumatra Utara; 2004.

Allen, Lindsay H. Rosado, Jorge L. Casterline, Jenifer E. Lopez, P. Munoz, E and Garcia, OM. Lack of hemoglobin to iron supplementation in anemic Mexican preschoolers with multiple micronutrient deficiencies, Am. J. Clin Nutr, Vol 71. Pp 1485 – 94; 2000.




DOI: http://dx.doi.org/10.24912/tmj.v1i1.2523

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Tarumanagara Medical Journal

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.