Hubungan susu formula dan MP-ASI terhadap kejadian diare pada anak usia 6 bulan sampai 2 tahun di Puskesmas Kelurahan Tanjung Duren Selatan periode 1 Juli – 31 Agustus 2014

Inggerit Inggerit, Ernawati Ernawati

Abstract


Di Puskesmas Kelurahan Tanjung Duren Selatan pada periode Januari – Desember 2012, jumlah balita yang datang berobat ke puskesmas dan didiagnosa diare sebanyak 1.843. Berdasarkan hasil mini survei yang dilakukan pada 65 responden, didapatkan adanya variasi pemberian asupan yang berbeda yaitu pemberian ASI atau susu formula dan MP-ASI di antara anak usia 6 bulan hingga 2 tahun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adakah pengaruh susu formula dan MP-ASI dengan terjadinya diare pada anak usia 6 bulan sampai 2 tahun. Dimana variabel tergantung (dependent) adalah diare dan sebagai variabel bebas (independent) adalah susu formula dan MP-ASI. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross-sectional survei untuk mengetahui faktor risiko susu formula dan MP-ASI terhadap diare. Pemilihan sampel menggunakan Consecutive Non-random Sampling dan didapatkan subjek sebanyak 208 responden. Penelitian dilakukan dengan menggunakan wawancara kuesioner. Pada penelitian ini didapatkan adanya hubungan antara susu formula dan MP-ASI terhadap terjadinya diare pada anak usia 6 bulan sampai 2 tahun dengan nilai p-value = 0,001 dan pemberian susu formula dan MP-ASI memiliki risiko PR = 2,299 kali lebih besar terkena diare.

Keywords


diare, susu formula, MP-ASI, balita

Full Text:

PDF

References


Adisasmito, Wiku. Faktor risiko diare pada bayi dan balita di Indonesia [Jurnal Penelitian]. Depok : Universitas Indonesia Depok ; 2007.

Nutrisiani F. Hubungan pemberian makanan pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) pada anak usia 0 – 24 bulan dengan kejadian diare di wilayah kerja puskesmas purwodadi kecamatan purwodadi kabupaten grobongan [Skripsi]. Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta; 2010. [cited 12 April 2015]. Available from: http://eprints.ums.ac.id/9270/2/J41005 0001.pdf

SKDI. Profil kesehatan Indonesia. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI; 2012. [cited 30 Juni 2015]. Available from: http://www.depkes.go.id/resources/do wnload/pusdatin/profil-kesehatan-indonesia/profil-kesehatan-indonesia-2012.pdf

RISKESDAS. Penyakit yang ditularkan melalui makanan, air dan lainnya. Jakarta: Mentri Kesehatan RI; 2013. [cited 30 Juni 2015]. Available from:

http://www.depkes.go.id/resources/do wnload/general/Hasil%20Riskesdas% 202013.pdf

UNICEF. Diarrhoea remains a leading killer of young children despite the availability of simple treatment solution. Nov 2014. [cited 20 Desember 2014] available from:

http://data.unicef.org/child-health/diarrhoeal-disease

Depkes RI. Survei Kesehatan Rumah Tangga 2004. Badan Litbangkes Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2005. Available from: http://www.jarlitbangkes.or.id/downlo ad/rakernas-barat/sukernas_sukerda_rakernaslit

Dinas kesehatan provinsi DKI Jakarta. Profil kesehatan provinsi DKI Jakarta tahun 2007. Depkes [Internet]. [cited 2014 Mar 19]. Available from:

http://www.depkes.go.id/downloads/pr ofil/prov%20dki%202007.pdf

Arnelia, S. Muljati. Status gizi anak balita pengunjung posyandu kecamatan Cimonas dan Samplak Kabupaten Bogor. 2000.

Kliegman RM, Behrman RE, Jeson HB, Stanton BF. Nelson textbook of pediatrics. 18th Edition. Pennsylvania: Saunders; 2007. p209-225.

WHO. Nutrient adequacy of exclusive breastfeeding for the term infant during the first six months of life [Journal]. 2002. [cited 20 Maret 2013]. Available from: http://apps.who.int/iris/bitstream/1066 5/42519/1/9241562110.pdf?ua=1&ua =1

Soetjiningsih, Suandi IKG. Gizi untuk tumbuh kembang anak. In : Narendra MB, Sularyo TS, Setjiningsih, editors. Tumbuh kembang anak dan remaja. Edisi ke-1. Jakarta: Sagung seto; 2002. p22-50

Shintamurniwaty. Faktor – faktor risiko kejadian diare akut pada balita (studi kasus di semarang). 2006. Available from: http://pdffactory.com

Ulfa IM, Nurhamidi. Perbedaan kejadian diare pada bayi ASI eksklusif dengan pengganti ASI pada bayi usia 6 – 9 bulan di wilayah kerja puskesmas Pekauman [Penelitian]. AKBID-STIKES Sari Mulia. Banjarmasin, Kalimantan Selatan; 2012. [cited 1 Januari 2015]. Available from: http://ejurnal.akbidsarimulia.ac.id/beri ta-178-perbedaan-kejadian-diare-pada-bayi-asi-eksklusif-dengan-pengganti-asi-pada-bayi-usia-69-bulan-di-wil.html




DOI: http://dx.doi.org/10.24912/tmj.v1i1.2522

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Tarumanagara Medical Journal

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.