Gambaran histopatologi pada pasien - pasien dengan diagnosis apendisitis di Rumah Sakit Sumber Waras Jakarta tahun 2013 – 2014

Indra Kurniawan, Sony Sugiharto

Abstract


Apendisitis merupakan kasus gawat di bagian bedah abdomen yang tersering dan memerlukan tindakan segera. Ketepatan diagnosis tergantung dari kemampuan dokter menganalisis saat anamnesis, pemeriksaan fisik dan laboratorium. Selain itu pemeriksaan penunjang lainnya yang tidak kalah penting adalah pemeriksaan histopatologi, karena apendiks sering sekali menjadi tempat peradangan akut, kronik dan dapat di temukan parasit, tuberkulosis dan tumor. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah pasien dengan diagnosis klinis apendisitis memerlukan terapi lebih lanjut berdasarkan pemeriksaan histopatologi di Rumah Sakit Sumber Waras Jakarta periode 2013-2014. Ini adalah penelitian deskriptif dengan desain studi cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah semua pasien apendisitis yang menjalani pemeriksaan histopatologi apendik. Jumlah data yang terkumpul sebanyak 202, yang kemudian diolah menggunakan statistik. Dari 202 data ditemukan apendisitis akut 32,7%, apendisitis kronik 1%, apendisitis akut perforasi 26,2%, apendisitis tuberkulosa 0,5%, adenokarsinoma apendiks 0,5% dan apendisitis kronik eksaserbasi akut 39,1%. Dapat disimpulkan bahwa prevalensi apendisitis lebih sering pada perempuan 53% dan orang dewasa lebih sering terkena apendisitis dibandingkan anak-anak.


Keywords


apendisitis; histopatologi

Full Text:

PDF

References


Craig S. Appendicitis [Internet]. Medscape; 2014 Jul [update 2014 jul 21; cited 2014 Sept 1].Available from:

http://emedicine.medscape.com/ar ticle/773895-clinical

Schrock TR. Saluran Pencernaan. Dalam: Dharma A, Lukmanto P, editors. Ilmu Bedah. Edisi 7. Jakarta: EGC; 1993. p.229-303.

Marisa, Ibnu Junaedi H, Riza Setiawan M. Batas Angka Lekosit Antara Appendisitis Akut dan Appendisitis Perforasi Di Rumah Sakit Umum Daerah Tugurejo. Jurnal Kedokteran Muhammadiyah. Semarang. 2012;1(1): p.1-8.

Jones AE, Phillips AW, Jarvis JR, Sargen K. The Value of Routine Histopathological Examination of Appendicectomy Specimens. Biomed central. 2007; 7 (17): p.1-4

Zulfikar I, Khanzada T, Sushel C, Samad A. Review of The Pathologic Diagnose Appendectomy Specimens. Annals of King Edward Medical University. 2009 Oct ;15 (4): p.168-70.

Sjamsuhidajad R, Wim De Jong. Usus halus, Apendiks, Kolon dan Anorektum. Dalam: Pieter J, editor. Buku ajar ilmu bedah. Edisi 2. Jakarta: EGC; 2005. p.615-81.

Leeson CR, Leeson TS, Paparo AA. Saluran Cerna Yang Berbentuk Tabung. Dalam: Tambajong J, Wonodirekso S. editor. Buku Ajar Histologi. Edisi 5. Jakarta: EGC; 1996. p.347-69.

Chong C. Fui, Thien A, Ahamed Mackie A. Jiffri, Tin S. Aung, Tripathi S, et al. A New Scoring System For The Diagnosis Of Acute Appendicitis. Brunei Int Med J. 2010; 6(1): p.17-26.

Lohar HP, Calcuttawala MA, Nirhale DS, Athavale VS, Malhotra M, Priyadarshi N. Epidemiological aspects of appendicitis in a rural setup. Medical Journal of Dr. D.Y. Patil University. 2014; 7 (6): p.753-7.

Jamal S, Amin M, Salim M, Mehmood A. Clinicopathological Diagnosis of Acute Appendicitis after Emergency Appendicectomy. Rawal med J. 2005 August 12; 30(2): p.56-8.

McCusker ME, Cote TR, Clegg LX, Sobin LH. Primary Malignant Neoplasms of the Appendix. University of Maryland. 2002 Jun 15; 94 (12): p.3307-12.

Ruoff C, Hanna L, Zhi W, Shahzad G, Gotlieb V, Saif MW. Cancers Of The Appendix: Review of The Literatures. National Library of Medicine (US). 2011: p.1-6.

Chamisa I. A Clinicopathological Review of 324 Appendices Removed for Acute Appendicitis in Durban. Ann R Coll Surg Engl. 2009; 91 (8): 688-692.

Gupta S, Kaushik R, Kaur A, Attri AK. Tubercular appendicitis – a case report. Biomed central. 2006; 1(22): p.1-3.




DOI: http://dx.doi.org/10.24912/tmj.v1i1.2521

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Tarumanagara Medical Journal

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.