Gambaran pasien bersalin dengan ketuban pecah dini di RS Sumber Waras berdasarkan kriteria Robson
Main Article Content
Abstract
Peningkatan angka seksio sesarea terutama di negara yang berpenghasilan menengah ke atas saat ini menjadi perhatian dunia. Hal tersebut dipicu oleh seksio sesarea yang dilakukan pada ibu hamil kelompok berisiko rendah. WHO mengusulkan penggunaan kriteria Robson sebagai standar global untuk menilai, memantau dan membandingkan tingkat seksio sesarea dalam fasilitas kesehatan dari waktu ke waktu dan antar fasilitas. Kriteria Robson mengklasifikasikan semua persalinan ke dalam satu dari sepuluh kelompok berdasarkan enam parameter. Ketuban Pecah Dini dapat dikaitkan dengan kejadian seksio sesarea dan dikelompokkan ke dalam beberapa kelompok Robson. Ketuban pecah dini merupakan masalah penting dalam masalah obstetri yang juga dapat menyebabkan infeksi pada ibu dan bayi serta dapat meningkatkan kesakitan dan kematian pada ibu dan bayi. Metodologi penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain penelitian cross sectional dengan jumlah 56 ibu bersalin dengan ketuban pecah dini yang menjalani seksio sesarea di RS Sumber Waras Jakarta Barat. Hasil penelitian dari rekam medis periode Januari-Desember 2020 didapatkan pada kelompok 4 dengan 50%, sedangkan yang terendah yaitu kelompok 8 dengan 1,78%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah prevalensi ibu bersalin dengan ketuban pecah dini yang menjalani seksio sesarea di RS Sumber Waras Jakarta Barat adalah 76,71% serta menunjukkan bahwa kelompok 4 pada kriteria Robson memiliki jumlah yang paling tinggi yaitu 28 orang (50%).
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan artikelnya di Tarumanagara Medical Journal (TMJ) setuju dengan ketentuan sebagai berikut:
- Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan jurnal hak publikasi pertama dengan bekerja secara bersamaan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas kepengarangan dari karya asli dan publikasi dalam jurnal ini.
- Penulis dapat masuk ke dalam pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif jurnal versi pekerjaan yang dipublikasikan (misalnya, memposting ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Setiap teks yang dikirim harus disertai dengan "Perjanjian Transfer Hak Cipta" yang dapat diunduh melalui tautan berikut: Unduh
References
Betrán AP, Ye J, Moller A-B, Zhang J, Gülmezoglu AM, Torloni MR. The increasing trend in caesarean section rates: global, regional and national estimates: 1990-2014. PLoS One.2016;11(2):e0148343.
Karalasingam SD, Jeganathan R, Jegasothy R, Reidpath DD. Caesarian section rates from malaysian tertiary hospitals using robson’s 10-group classification. BMC Pregnancy and Childbirth. 2020;20(64):[8p.].
Department of Reproductive Health and Research WHO. WHO statement on caesarean section rates. [Internet]. Gneva: World Health Organization. 2015. Available form: https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/161442/WHO_RHR_15.02_eng.pdf
Betran AP, Vindevoghel N, Souza JP, Gulmezoglu AM, Torloni MR. A systematic review of the robson classification for caesarean section: what works, doesn’t work and how to improve it. PLoS ONE. 2014;9(6),e97769.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2018) 2018: 582. Diunduh dari: http://labdata.litbang.kemkes.go.id/images/download/laporan/RKD/2018/Laporan_Nasional_RKD2018_FINAL.pdf
Shrestha DB, Khatri R, Oli PR, Malla R, Shrestha C. Cesarean section in a maternity unit of a tertiary care center of nepal: a descriptive cross-sectional study. J Nepal Med Assoc. 2021; 59(236):322-6.
Vogel JP, Betran AP, Vindevoghel N, Souza JP, Torloni MR, Zhang J, dkk. Use of the robson classification to assess caesarean section trends in 21 countries: a secondary analysis of two who multicountry surveys. Lancet Glob Health 2015;3(5):e260-70.
Purwaningtyas ML, Prameswari GN. Faktor kejadian anemia pada ibu hamil. HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development). 2017;1(3):43-54.
Negara KS, Mulyana RS, Pangkahila ES. Buku ajar Ketuban pecah dini. Denpasar: Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/RSUP Sanglah; 2017.
Crequit S, Korb D, Morin C, Schmitz T, Sibony O. Use of the robson classification to understand the increased risk of cesarean section in case of maternal obesity. BMC Pregnancy Childbirth. 2020;20(1):738.
Andayasari L, Muljati S, Sihombing M, Arlinda D, Opitasari C dkk. Proporsi seksio sesarea dan faktor yang berhubungan dengan seksio sesarea di Jakarta. Buletin Penelitian Kesehatan. 2015;43(2):105-16.
Hijriani, Rahim I, Hengky HK. Karakteristik ibu bersalin dengan seksio sesarea di Rumah Sakit Umum Daerah Andi Makkasau Parepare. Jurnal Ilmiah Manusia dan Kesehatan. 2020;3(2): 257-65.
Buyuk GN, Celik HK, Kaplan ZAO, Kisa B, Ozel S, Engin-Ustun Y. Risk factors for intrapartum cesarean section delivery in low-risk multiparous women following at least a prior vaginal birth (Robson classification 3 and 4). Rev Bras Ginecol Obstet. 2021;43(6):436-41.
Gautam P, Karki C, Adhikari A. Robson’s group 2 criteria among total caesarean sections in a tertiary care hospital: Adescriptive cross-sectional study. J Nepal Med Assoc. 2021;59(243):1098-101.