Penerapan Konsep “Wellbeing Brought by Space” pada Interior Ruang Bermain Sensory Play Studi Kasus: Honeybee Children’s Wellbeing Centre

Isi Artikel Utama

Elysia Ivana
Muhammad Nashir Setiawan
Irma Damayantie

Abstrak

Anak berkebutuhan khusus (ABK) memiliki masa pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda dengan anak-anak normal, baik dari segi fisik, psikologis, tingkat kecerdasan, emosional, dan sosial. Perbedaan tersebut dapat menjadi kelebihan maupun kekurangan dalam menghadapi tantangan sehari-hari sehingga anak berkebutuhan khusus (ABK) membutuhkan perhatian dan bantuan yang terdedikasi untuk membantu kelancaran kehidupan mereka. Salah satu fasilitas yang memberikan bantuan tersebut adalah klinik tumbuh kembang anak Honeybee Children’s Wellbeing Centre yang berfokus pada pelayanan intervensi terapi anak berkebutuhan khusus (ABK) dengan pendirian untuk mengubah kehidupan dengan membangun kemandirian. Sebagai tempat pelayanan anak berkebutuhan khusus (ABK) dan anak pada umumnya, penting untuk terdapat sarana yang mendukung tujuan yang ingin dicapai oleh program klinik. Dengan latar belakang tersebut, perancangan yang bertujuan untuk membantu keberhasilan pertumbuhan dan perkembangan anak-anak yang signifikan adalah dengan penambahan fasilitas penunjang area bermain di mana merupakan salah satu tempat yang penting untuk perkembangan anak-anak. Dengan metode deskriptif kualitatif berdasarkan proses desain Rosemary Kilmer, solusi dalam bentuk konsep desain interior disesuaikan kembali dengan pendekatan terapi yang dimiliki klinik untuk menciptakan lingkungan yang baik bagi anak berkebutuhan khusus maupun anak normal.

Rincian Artikel

Bagian
Articles

Referensi

Adli, R. N. (2022). "Tinjauan Pola Bentuk Pada Ruang Okupasi Di Klinik Tumbuh Kembang My Super Kidz." pada DIVAGATRA-Jurnal Penelitian Mahasiswa Desain, 2(2), 133–142.

Anous, I. H. I. (2015). The Impact of Interior Design in Educational Spaces for Children with Autism. American International Journal of Research in Humanities, Arts and Social Sciences, 10(1), 90–101.

Couper, L., Sutherland, D., & van Bysterveldt, A. (2013). Children with Autism Spectrum Disorder in the Mainstream Playground. Kairaranga, 14(1), 25–31.

Gascoyne, S. (2016). Sensory Play: Play in the EYFS (Vol. 1). Andrews UK Limited.

Honeybee Children’s Wellbeing Centre. (2022). Honeybee Children’s Wellbeing Centre. www.honeybeeforindonesia.com

Ivana, E. (2022). Perancangan Interior Honeybee Children's Wellbeing Center di Jakarta Selatan. Prodi Desain Interior. Universitas Tarumanagara. Jakarta.

Jalalian, H. (2021). Improving the Intellectual and Social Development of Children with Autism: Design of a Training Center for Autism. Makara Journal of Technology, 25(1), 1.

Kilmer, R., & Kilmer, W. O. (2014). Designing interiors. John Wiley & Sons.

Kossyvaki, L., & Papoudi, D. (2016). A Review of Play Interventions for Children with Autism at School. International Journal of Disability, Development and Education, 63(1), 45–63.

Laswandi, H., & Mularsih, H. (2021). Pengembangan Fasilitas Kursi Belajar yang Ergonomis dan Antropometri untuk Anak Hiperaktif Di Sekolah Inklusi. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, Dan Seni, 5(1), 145–153.

Memari, A. H., Panahi, N., Ranjbar, E., Moshayedi, P., Shafiei, M., Kordi, R., & Ziaee, V. (2015). Children with autism spectrum disorder and patterns of participation in daily physical and play activities. Neurology Research International, 2015.

Nisa, K., Mambela, S., & Badiah, L. I. (2018). "Karakteristik dan Kebutuhan Anak Berkebutuhan Khusus." pada Jurnal Abadimas Adi Buana, 2(1), 33–40.

Olga, N. (n.d.). The Sensory Room is an Essential Tool for the Development of a Child with Special Needs.

Ramadhita, N. (2018). "Penerapan Desain pada Permainan Anak Berkebutuhan Khusus." pada Productum: Jurnal Desain Produk (Pengetahuan Dan Perancangan Produk), 3(3), 87–90.

Rani, K., & Jauhari, M. N. (2018). "Keterlibatan orangtua dalam penanganan anak berkebutuhan khusus." pada Jurnal Abadimas Adi Buana, 2(1), 55–64.