Penggunaan Social media influencer Sebagai Usaha Membangun Budaya Masyarakat Digital Tentang Konsep Tubuh Ideal dan Kepercayaan Diri

Azizun Kurnia Illahi, Dewanto Putra Fajar, Muhammad Irawan Saputra
| Abstract views: 3103 | views: 1129

Abstract

Social media influencers have a wide influence on users of social media, by entering new messages or popularizing certain issues. This makes the audience more aware of a particular issue in society, including on the topic of self-confidence or about the ideal body shape for women. The discussion about self-confidence or ideal body shape becomes a serious and important discourse for modern society. So that the activity of spreading information about it becomes important for the audience, because of that the role of influencer social media is important to know, especially on messages presented in social media. This research uses qualitative methods, with qualitative content analysis methodology. The purpose of this study is to determine the role of influencers in social media in providing messages relating to the ideal body concept to build self-confidence. The use of content analysis makes the writer have a better chance to provide deeper observation and analysis of the textual aspects of messages in social media, especially messages related to self-confidence and ideal body shape. This article finally gets important empirical findings that social media influencers have a big role to play in important information for social media users, which traditional media cannot tend to provide. Content created by social media influencers as communicators provides a new understanding of ideal body concepts that are not only related to physical appearance and beauty but also relate to the way individuals maintain body health. 


Social media influencer memberikan pengaruh luas kepada pengguna media sosial, dengan cara memasukkan sejumlah pesan baru atau mempopulerkan isu tertentu. Hal itu menjadikan audiens menjadi lebih sadar tentang suatu isu tertentu dalam masyarakat, termasuk juga pada topik tentang kepercayaan diri atau tentang bentuk tubuh ideal bagi perempuan. Adanya bahasan mengenai kepercayaan diri atau pun bentuk tubuh ideal menjadi wacana serius dan penting bagi masyarakat modern. Sehingga aktivitas penyebaran informasi tentang hal itu menjadi penting bagi audiens, karena itu peran sosial media influencer menjadi penting untuk diketahui, khususnya pada pesan-pesan yang disajikan di dalam media sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan metodologi analisis isi kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peran social media influencer dalam memberikan pesan berkaitan dengan konsep tubuh ideal untuk membangun kepercayaan diri. Penggunaan analisis isi menjadikan penulis memiliki kesempatan lebih baik untuk memberikan pengamatan dan analisis lebih dalam terhadap aspek teksktual pesan dalam media sosial, khususnya pesan-pesan terkait dengan kepercayaan diri dan bentuk tubuh ideal. Artikel ini pada akhirnya mendapatkan temuan empiris penting bahwa social media influencer memiliki peranan besar untuk memasukkan sejumlah informasi penting bagi pengguna media sosial, yang cenderung tidak bisa diberikan oleh media-media tradisional. Konten-konten yang dibuat oleh social media influencer sebagai komunikator memberikan pemahaman baru tentang konsep tubuh ideal yang tidak hanya berkaitan dengan penampilan fisik dan kecantikan tetapi juga berhubungan dengan cara individu menjaga kesehatan tubuh.


Keywords

communicators; ideal body concepts; social media; social media influencers; komunikator; konsep tubuh ideal; media sosial

Full Text:

PDF

References

Devito, J. A. (2011). Komunikasi Antarmanusia. Komunikasi Antarmanusia. Kuliah Dasar.

Flew, T. (2007). New Media: An Introduction. In Oxford University Press USA.

Gilovich, T., & Griffin, D. (2012). Introduction – Heuristics and Biases: Then and Now. In Heuristics and Biases. https://doi.org/10.1017/cbo9780511808098.002

Glucksman, M. (2017). The Rise of Social Media Influencer Marketing on Lifestyle Branding: A Case Study of Lucie Fink.

Elon Journal of Undergraduate Research in Communications.

Jamiluddin, J. (2017). Problem Pendidikan Anak Tenaga Kerja Wanita Indonesia (TKWI) di Desa Keruak Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur. FONDATIA. https://doi.org/10.36088/fondatia.v1i1.84

Morgan, L. H. (2008). Ancient society, or, Researches in the lines of human progress from savagery through barbarism to civilization. In Ancient society, or, Researches in the lines of human progress from savagery through barbarism to civilization. https://doi.org/10.1522/030110918

Morgan, M., Leggett, S., & Shanahan, J. (1999). Television and Family Values: Was Dan Quayle Right? Mass Communication and Society. https://doi.org/10.1080/15205436.1999.9677861

Nurudin. (2013). Media Sosial Baru dan Munculnya Revolusi Proses Komunikasi. Jurnal Komunikator.

O’Keefe, D. J., & Jensen, J. D. (2008). Do loss-framed persuasive messages engender greater message processing than do gain-framed messages? A meta-analytic review. Communication Studies. https://doi.org/10.1080/10510970701849388

Poster, C. (2008). Whose Aristotle? Which Aristotelianism? A historical prolegomenon to Thomas Farrell’s Norms of Rhetorical Culture. In Philosophy and Rhetoric. https://doi.org/10.1353/par.0.0022

Saleh, G.-, & Pitriani, R. (2018). Pengaruh Media Sosial Instagram dan WhatsApp Terhadap Pembentukan Budaya “Alone Together.” Jurnal Komunikasi.

https://doi.org/10.24912/jk.v10i2.2673

Scheufele, B. (2008). Content Analysis, Qualitative. In The International Encyclopedia of Communication. https://doi.org/10.1002/9781405186407.wbiecc134

Turkle, S. (1995). Life on the Screen: Identity in the Age of the Internet. In I Can. https://doi.org/10.1207/s15327965pli0604_5

Walther, J. B. (2011). Theories of computer-mediated communication and interpersonal relations. In The SAGE Handbook of Interpersonal Communication.

West, R., & Turner, L. H. (2019). Introducing Communication Theory. In Making Sense of Messages. https://doi.org/10.4324/9781351130127-13

Copyright (c) 2020 Jurnal Komunikasi
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.