WADAH KOMUNITAS DAN REKREASI SEBAGAI RUANG KE - 3 DENGAN URBAN AKUPUNTUR METODE MENGHIDUPKAN DAN MENGEMBALIKAN CITRA PASAR BARU

Stephen Stephen, Franky Liauw
| Abstract views: 222 | views: 783

Abstract

At present the activity of buying and selling/trading has been developing rapidly for decades. The growth of new malls spread throughout Jakarta. Making Jakarta the city with the largest and most shopping center in the world, with more than 173 malls. Coupled with the help of technology, an online shop platform has emerged that makes it easy for visitors to shop without having to come to the store. With the help of electronic media tools such as tablets or Smartphones. Nowadays, malls are not only a place to shop but also a place for recreation, socializing, or just for a walk alone. The progress of technology and human culture is changing. It's one of the factors that influence the impact of the decline in visitors at the old shopping center, every year such as a Pasar Baru shopping center. Re-Imagine Pasar Baru is a project that aims as a motor/propeller for Pasar Baru Community. Inviting the local people and Shop Owners to take part in making a change. Through a new program that strengthens unity and diversity to bring the conciseness cooperation (Gotong-royong) attitude that has been lost with the development of the times. Creating a place where people can socialize and interact, get closer, get to know each other, and also as a means of recreation for residents, visitors, shop owners, and also this project hopes to bring the Pasar Baru shopping area to life. Through the Urban Acupuncture method by analyzing the needs, potentials, deficiencies, demographics, ecology, etc. that characterize the Pasar Baru area. Where it can present a new program, and produce small-scale changes, but social catalytic intervention into the urban spatial structure. In physical and social-culture in Pasar Baru.

 

Keywords: Community; Gotong Royong; Pasar Baru; Recreation; Urban Acupuncture

 

Abstrak

Saat ini aktivitas Jual-beli/perdagangan sudah berkembang pesat selama beberapa dekade. Tumbuhnya mall-mall baru tersebar di seluruh Jakarta. Menjadikan Jakarta sebagai kota dengan pusat perbelanjaan terbanyak dan terbesar di dunia, dengan lebih dari 173 mall. Ditambah dengan bantuan teknologi, platform online shop memudahkan pengunjung untuk berbelanja tanpa perlu datang ke toko. Dengan bantuan alat media elektronik seperti tablet atau Smartphones. Saat ini, mall bukan hanya menjadi tempat untuk berbelanja melainkan menjadi tempat rekreasi, bersosialisasi, atau hanya sekedar untuk jalan-jalan semata. Kemajuan teknologi serta budaya manusia yang berubah, merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap dampak penurunan pengunjung di pusat perbelanjaan lama setiap tahunnya, seperti pusat perbelanjaan Pasar Baru. Re-Imagine Pasar Baru Merupakan proyek yang bertujuan sebagai motor / pengerak daerah Pasar Baru. Mengajak masyarakat dan para pedagang untuk ikut andil dalam melakukan suatu perubahan. Lewat program yang mempererat kesatuan dan persatuan guna memunculkan sikap gotong royong yang sudah hilang seiring berkembangnya zaman. Menciptakan tempat dimana warga dapat bersosialisasi dan berinteraksi, mendekatkan, saling mengenal satu sama lain dan juga sebagai sarana rekreasi warga lokal, dan proyek ini berharap dapat menghidupkan kawasan perbelanjaan Pasar Baru. Lewat metode Urban Acupunture yaitu dengan menganalisis kebutuhan, potensi, kekurangan, demografi, ekologi yang menjadi ciri khas dari kawasan Pasar Baru. Dimana dapat menghadirkan suatu program baru, dan menghasilkan perubahan skala kecil, tetapi intervensi katalitik sosial ke dalam tatanan ruang kota. Bukan hanya sekedar bentuk fisik, tetapi juga berdampak pada sosial dan budaya Kawasan Pasar Baru sendiri.

 

Keywords

Akupuntur Perkotaan; Gotong Royong; Komunitas; Pasar Baru Rekreasi

Full Text:

PDF

References

Lerner, J.(2003).Urban Acupuncture celebrating pinpricks of change that enrich city lifes .washington.Island Press. Diakses dari https://islandpress.org/books/urban-acupuncture. pada tanggal 13 Maret 2020.

Oldenburg, R.(1989).The Great Good Place.usa.De copa Press. Diakses dari https://www.goodreads.com/book/show/4119.The_Great_Good_Place. pada tanggal 10 Febuari 2020.

Sakjoyo, Pujiwati, S. (2012). Selvi S.Padeo. Diakses 13 Maret 2020, dari https://www.pelajaran.co.id/2019/23/gotong- royong.html.

Trancik, R.(1986). Finding Lost Space: Theories Of Urban Spatial Design. New York: John Wiley & Sons, Inc. Diakses dari https://www.slideshare.net/rohayah3/lecture-12-theories-of-urban-spatial-design/.

___(2020). Definisi dan Karakteristik Komunitas/community. Diunduh 25 Febuari 2020, dari https://id.wikipedia.org/wiki/Komunitas.

____(2020). Definisi dan Karakteristik shopping area dan street market. Diunduh 25 Februari 2020, dari https://www.collinsdictionary.com/dictionary/ english/shopping-area.

____(2020). Definisi dan karakteristik rekreasi/ Recreation. Diakses 26 Febuari 2020, dari https://kbbi.web.id/rekreasi.

____(2020). Diakses 10 Februari 2020, dari https://www.goodreads.com/book/show/4119.The_Great_Good_Place.

Copyright (c) 2020 Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa)
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.